19 July 2018

3 Masalah Psikologi Jadi Penyebab Impotensi

masalah psikologi, psikologi penyebab impotensi, disfungsi ereksi,impotensi

Halodoc, Jakarta – Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kondisi ketika Mr. P tidak dapat mengeras meskipun ada rangsangan seksual. Ada beberapa faktor yang menyebabkan masalah impotensi, yaitu faktor psikologi maupun faktor fisik. Bahkan, yang paling parah bisa karena disebabkan oleh kedua faktor tersebut.

Kesehatan fisik seseorang nyatanya juga berpengaruh pada masalah impotensi ini. Jika seseorang memiliki tubuh yang kurang fit, kemungkinan masalah ini akan berpengaruh pada fungsi seksual seseorang. Namun jika kondisi fisik seseorang dalam keadaan sehat, fungsi seksual akan berjalan seperti biasa.

Baca juga: 5 Posisi Hubungan Intim untuk Mr P Ukuran Kecil

Tidak hanya fisik, masalah psikologis juga dapat membuat seseorang mengalami masalah disfungsi ereksi atau impotensi. Masalah psikologis ini merupakan jenis masalah yang tidak mudah untuk disembuhkan dan tergolong masalah yang paling sulit karena tidak semua masalah psikologis bisa ditemukan akar penyebabnya. Faktor psikologis bertanggung jawab hampir 20 persen kasus masalah seksual bagi pria.

Ya, beragam jenis masalah yang memengaruhi emosional seseorang nyatanya bisa menjadi pemicu atas gangguan seksual para pria. Sebab, masalah yang membebani pikirannya akan memengaruhi jalannya proses ereksi.

Berikut adalah jenis masalah psikologis yang dapat memicu timbulnya gangguan ereksi:

  • Depresi

Saat seseorang mengalami depresi tentu kondisi ini akan memengaruhi kualitas fisik maupun psikologis seseorang. Dalam keadaan depresi, seseorang tidak akan bisa menerima rangsangan seksual dengan baik, sehingga penyakit psikologis sangat rentan membuat seseorang mengalami disfungsi ereksi atau impotensi. Pengobatan melalui obat-obatan terkadang juga memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan seksual seseorang yang mengalami depresi. Obat-obatan nyatanya dapat membuat penyakit impotensi semakin kuat.

  • Perasaan Cemas yang Berlebihan

Biasanya, saat mengetahui gejala-gejala yang tidak sesuai pada fungsi seksual, seseorang akan mengalami perasaan cemas yang berlebihan. Kondisi ini membuat pria terkadang menolak untuk melakukan hubungan seksual karena merasa cemas tidak akan bisa melakukan hubungan intim dengan baik. Padahal, kecemasan yang berlebihan seperti ini terkadang justru membuat seorang pria tidak dapat menerima rangsangan dengan baik.

Ereksi dapat terjadi karena berawal dari rangsangan yang diterima dengan baik oleh otak, dan selanjutnya akan diteruskan oleh organ lainnya yang ikut berpartisipasi dalam pencapaian orgasme. Sebaiknya persiapkan diri dengan baik saat akan melakukan hubungan intim dengan pasangan dan istirahat yang cukup, sehingga kondisi fisik menjadi segar dan hubungan intim pun menjadi menyenangkan.

  • Perasaan Bersalah yang Berkepanjangan

Saat pasangan mengeluh bahwa tidak merasakan kepuasaan saat berhubungan intim, tentu hal ini akan membuat kamu merasa bersalah dan kurang percaya diri saat akan melakukan hubungan intim. Sebaiknya hindari perasaan ini karena akan berpengaruh pada kondisi psikologis kamu dan bahkan membuat gairah seks kamu akan menurun.

Membicarakan kondisimu dengan pasangan merupakan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Selain itu, siapkan diri kamu saat akan melakukan hubungan intim. Komunikasikan dengan pasangan hal-hal yang membuat gairah seks kamu menurun.

Baca juga: 7 Hal Ini Terjadi Pada Tubuh Saat Hubungan Intim

Jika kamu memiliki masalah seputar kegiatan seksual kamu dengan pasangan, kamu bisa tanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!