13 April 2018

3 Mitos Makanan untuk Pengidap Diabetes

3 Mitos Makanan untuk Pengidap Diabetes

Halodoc, Jakarta - Di Indonesia, diabetes termasuk penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi. Bahkan, Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar pengidap diabetes. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa prevalensi diabetes tahun 2013 (6,9 persen) cenderung meningkat dibanding tahun 2007 (5,7 persen). Secara lebih rinci, pengidap diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun di tahun 2013. Kabar buruknya, sebagian besar orang yang mengidap diabetes tidak mengetahui bahwa ia mengalami diabetes.

Diabetes adalah penyakit yang ditandai oleh ketidakmampuan tubuh dalam menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah). Alhasil, kondisi ini membuat insulin tidak dapat bekerja optimal, menyebabkan gula darah meningkat di atas normal. Tingginya gula darah ini membuat banyak orang menduga bahwa penyebab diabetes adalah makanan manis. Apakah dugaan tersebut benar? Agar lebih jelas, simak mitos makanan pengidap diabetes di sini, yuk. (Baca juga: 5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan)

Mitos 1: “Jangan Konsumsi Gula, Nanti Diabetes”

Terlalu banyak konsumsi gula memang membuat kamu rentan mengalami diabetes. Tapi bukan berarti kamu enggak boleh mengonsumsi gula. Kamu hanya perlu membatasi konsumsi gula harian, setidaknya 50 gram per hari (setara 4 sendok) sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI. Jika kamu terlanjur mengidap diabetes, kamu perlu mengontrol dan menjaga asupan gula sesuai anjuran dokter. Jadi, kamu tetap bisa mengonsumsi gula sambil tetap menjaga dan mempertahankan kadar gula darah di level normal. Jika kamu ragu, berikut adalah aturan makanan manis untuk pengidap diabetes:

  • Makan makanan manis dalam porsi kecil.
  • Ganti dengan camilan manis yang sehat seperti buah-buahan.
  • Kombinasikan makanan manis dengan makanan lain seperti sayur, protein, dan kacang-kacangan.
  • Periksa label makanan manis yang kamu makan untuk mengetahui kadar gula dan karbohidrat di dalamnya.
  • Buat momen khusus untuk mengonsumsi makanan tertentu. Misalnya, makan makanan manis di hari ulang tahun atau hari spesial lainnya.

Mitos 2: “Pengidap Diabetes Pantang Konsumsi Karbohidrat”

Bukannya tidak boleh, melainkan pengidap diabetes perlu memerhatikan tipe dan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh pengidap diabetes adalah karbohidrat dengan indeks glikemik (IG) rendah seperti beras merah, roti gandum, buah (seperti: apel, pisang, jeruk, dan salak), sayur (seperti: kol, wortel, sawi), dan kacang-kacangan (seperti: kacang tanah, kacang mede, dan kacang merah). Sebisa mungkin, usahakan agar jumlah karbohidrat yang dikonsumsi tidak lebih dari seperempat piring makananmu, ya.

(Baca juga: Pengidap Diabetes Harus Jaga Jarak dari Makanan Manis?)

Mitos 3: “Pengidap Diabetes Boleh Konsumsi Makanan Berlemak”

Justru, pengidap diabetes tidak dianjurkan untuk banyak mengonsumsi lemak. Itu mengapa sebisa mungkin, pengidap diabetes menghindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging berlemak, produk susu tinggi lemak, makanan yang digoreng, dan kulit ayam. Sebab menurut American Heart Association menyebutkan bahwa pengidap diabetes tipe 2 berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke.

Meski mengidap diabetes, kamu tetap bisa menikmati makanan yang kamu suka. Sebab menahan diri untuk mengonsumsi makanan tertentu (misalkan makanan manis) bisa membuat kamu mengalami binge eating atau makan secara berlebihan. Jika kamu ragu, kamu bisa bertanya tentang makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh pengidap diabetes, kamu bisa bertanya ke dokter Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice Call, dan Video Call. Cukup download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu masuk ke fitur Contact Doctor untuk bisa bertanya pada dokter. Jadi, yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga. (Baca juga: Bukti Olahraga Dapat Bantu Cegah Diabetes)