3 Nutrisi yang Harus Dipenuhi Saat Anak Belajar Puasa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
anak belajar puasa, nutrisi saat puasa, anak belajar puasa

Halodoc, Jakarta - Mengajarkan puasa pada anak sejak dini akan melatihnya untuk bersabar dan empati terhadap orang-orang yang kurang beruntung. Itulah mengapa banyak orangtua yang memperkenalkan puasa kepada anak sejak dini. Di sisi lain, orangtua harus sadar bahwa di masa pertumbuhannya, mereka membutuhkan banyak asupan nutrisi. Selain memberikan susu untuk membantu memenuhi itu, orangtua juga tetap harus memperhatikan nutrisi dari makanan pokoknya selama anak berpuasa.

Setidaknya nutrisi berikut tidak terpenuhi bukan hanya dari susu formula, tapi juga asupan makanan anak selama berpuasa:

  1. Protein

Ini menjadi salah satu nutrisi utama yang wajib dipenuhi saat masa pertumbuhan anak. Protein adalah zat pembangun dan berperan dalam setiap pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Protein untuk anak bisa didapatkan dari dua sumber, yaitu hewan dan nabati. Namun, protein hewani memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan protein nabati, karena kandungan asam amino esensialnya yang lebih lengkap dan banyak.

Baca juga: Tanda-tandanya Anak Mulai Bisa Dilatih Puasa

Contoh sumber protein hewani adalah ikan, daging, ayam, telur, susu, dan produk susu. Sedangkan sumber protein nabati adalah tahu, tempe, kacang kedelai, kacang tanah, dan kacang-kacangan lainnya. Menurut angka kecukupan gizi 2013, kebutuhan protein anak usia 46 tahun adalah 35 gram per hari, sedangkan anak usia 7-9 tahun membutuhkan asupan protein sebanyak 49 gram per hari. Kebutuhan ini kira-kira setara dengan 2 porsi makanan sumber protein hewani dan 2 porsi makanan sumber protein nabati.

  1. Kalsium

Anak-anak masih mengalami pertumbuhan tulang yang cepat sampai pertumbuhan tulang berhenti di masa remaja. Sehingga, kalsium sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tulang di masa anak. Bukan hanya untuk pertumbuhan tulang, kalsium juga diperlukan untuk mempertahankan detak jantung normal, pembekuan darah, fungsi otot, dan saraf.

Sejumlah contoh makanan sumber kalsium adalah susu, keju, yoghurt, tahu, brokoli, dan lainnya. Anak usia 4-9 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 miligram per hari, atau setara dengan 3 gelas susu sapi.

Baca juga: Tips Agar Si Kecil Tetap Fit Saat Puasa

  1. Zat Besi

Ini merupakan salah satu nutrisi yang tidak kalah penting bagi anak. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia. Kebutuhan zat besi tinggi pada masa anak, karena volume darah anak lebih banyak seiring dengan periode pertumbuhannya. Zat besi ini dibutuhkan oleh sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke sel-sel dalam tubuh. Di samping itu, zat besi juga diperlukan untuk perkembangan dan fungsi otak.

Daging sapi, ikan, dan ayam merupakan sumber zat besi terbaik. Sayuran seperti bayam juga dapat memberikan kamu asupan zat besi. Sedangkan roti, sereal, dan pasta mengandung zat besi yang diperkaya. Anak usia 4-6 tahun membutuhkan zat besi sebanyak 9 miligram/hari, sedangkan anak usia 7-9 tahun membutuhkan zat besi sebanyak 10 miligram/hari.

  1. Vitamin A, C, dan E

Kandungan vitamin A, C, dan E memiliki sifat antioksidan yang mampu membantu tubuh dalam mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Karenanya, sistem kekebalan tubuh mengalami peningkatan dan tubuh terjaga dari infeksi. Vitamin A berperan penting dalam perkembangan penglihatan dan tulang, juga mendukung pertumbuhan sel dan jaringan tubuh anak.

Vitamin C juga berperan dalam membantu membentuk dan memperbaiki sel darah merah, tulang, dan jaringan, memperkuat pembuluh darah, membantu penyembuhan luka, dan membantu tubuh menyerap zat besi. Sedangkan vitamin E berperan dalam perbaikan DNA dan proses metabolisme dalam tubuh.

Baca juga: Tanda-tandanya Anak Mulai Bisa Dilatih Puasa

Banyak makan sayuran dan buah-buahan yang bervariasi membantu anak dalam mencukupi kebutuhan vitamin anak. Contohnya mangga, jeruk, stroberi, tomat, wortel, bayam, brokoli, dan lainnya. Setidaknya, anak disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 5 porsi per hari.

Itulah nutrisi yang tidak boleh dilupakan untuk diberikan pada anak selama puasa. Ibu dan ayah juga bisa berdiskusi mengenai nutrisi dan gizi anak selama berpuasa pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.