3 Cara Penularan Penyakit Sifilis Selain Hubungan Intim

3 Cara Penularan Penyakit Sifilis Selain Hubungan Intim

Halodoc, Jakarta - Penyakit sifilis atau yang juga dikenal dengan nama raja singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri jenis treponema pallidum. Cara penularan utama dari penyakit sifilis adalah melalui hubungan intim yang dilakukan dengan orang yang terinfeksi, baik vaginal, anal, maupun oral.

Namun, selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui cairan tubuh pengidapnya. Berikut beberapa cara penularan sifilis selain hubungan intim:

1. Berbagi Jarum Suntik dengan Pengidap Sifilis

Darah merupakan salah satu cairan tubuh yang mampu menghantarkan bakteri penyebab sifilis dari satu tubuh ke tubuh lainnya. Oleh karena itu, berbagai aktivitas yang dapat berpotensi menyebarkan darah yang terinfeksi bakteri sifilis, seperti berbagi jarum suntik dengan pengidap pun dapat menjadi cara penularan yang cukup efektif. Pengguna narkoba suntik, maupun penyuka seni merajah tubuh, seperti tato dan tindik, merupakan orang-orang yang berpotensi besar tertular sifilis.

2. Dari Ibu Hamil ke Janin yang Dikandungnya

Seorang ibu hamil yang terinfeksi sifilis, berpotensi besar menularkan bakteri penyebab sifilis ke janin yang dikandungnya. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah sifilis kongenital. Janin yang terinfeksi bakteri penyebab sifilis pun akan rentan mengalami kematian sebelum lahir.

3. Melalui Luka Terbuka pada Kulit

Dalam kasus yang sangat jarang ditemukan, bakteri dapat melewati celah atau luka terbuka pada kulit, setelah menyentuh orang yang terinfeksi sifilis. Oleh karena itu, jika memiliki luka terbuka, sebaiknya selalu tutup luka menggunakan perban, untuk menghindari risiko terpaparnya bakteri.

Selain cara-cara penularan yang telah dijabarkan tadi, perlu diketahui juga bahwa bakteri penyebab sifilis tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. Bakteri ini juga tidak dapat menular melalui cara-cara berikut ini:

  • Memakai toilet yang sama dengan pengidap sifilis.

  • Berbagi peralatan makan yang sama.

  • Memakai pakaian yang sama.

  • Berbagi kolam renang atau pun kamar mandi yang sama.

Memiliki Gejala yang Bertahap

Gejala pertama sifilis muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sifilis terbagi menjadi empat tahapan utama, antara lain:

1. Sifilis Primer

Pengidap sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat kelamin atau di dalam dan di sekitar mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan intim dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.

2. Sifilis Sekunder

Pengidap sifilis sekunder akan mengalami ruam merah seukuran koin kecil, biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan, dan kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu hingga tiga bulan.

3. Sifilis Laten

Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam infeksi sifilis, yaitu sifilis tersier.

4. Sifilis Tersier

Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.

Dari beberapa tahapan gejala tersebut, perlu diketahui bahwa sifilis paling mudah menular pada fase sifilis primer dan sekunder. Jika kamu merasa terinfeksi sifilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sifilis. Makin cepat sifilis diobati, makin kecil kemungkinan sifilis berkembang menjadi penyakit yang serius.

Itulah sedikit penjelasan tentang cara penularan penyakit sifilis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: