Sifilis Hanya Menular Lewat Kontak Seksual, Yakin?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sifilis Hanya Menular Lewat Kontak Seksual, Yakin?

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa banyaknya pengidap penyakit seksual secara global? Jangan kaget ya, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap harinya sekitar satu juta orang tertular penyakit ini. Parahnya lagi, kira-kira 357 juta penduduk dunia mengidap penyakit menular seksual. Sangat banyak, bukan?

Hal yang mesti ditegaskan, penyakit menular seksual bukan hanya tentang HIV atau AIDS, gonorea, atau pula chlamydia saja. Ada juga sifilis atau raja singa yang tidak kalah bahayanya. Sudah tidak asing kan dengan penyakit ini?

Raja singa merupakan penyakit menular seksual gegara infeksi bakteri. Bakteri ini menyerang area genital, bibir, mulut, atau anus pria dan wanita. Lantas, bagaimana cara penularannya?

Sayangnya, masih banyak yang percaya kalau sifilis hanya ditularkan lewat kontak seksual. Padahal, penyebaran sifilis tidak sesederhana itu. Penyakit yang bisa berujung pada kematian ini punya cara lain untuk menghantui jutaan orang.

Baca juga: Bagaimana Ciri-Ciri Sifilis pada Ibu Hamil?

Ibu Hamil sampai Luka pada Kulit

Sifilis bukannya sudah jadi bagian dari masa lalu? Tidak juga. Menurut media massa asal Jerman, Deutsche Welle, pada 2007 setidaknya 4.309 orang di Jerman mengidap sifilis. Coba tebak berapa banyak 10 tahun mendatang? Angkanya melesat hingga 7.476 kasus. Kok bisa?

Seks aman pada 1980-an setelah pandemi HIV tidak lagi dipraktikkan secara ketat. Globalisasi juga turut menyebabkan penyebaran sifilis secara global. Hari ini seorang pengidap sifilis bisa berada di Berlin, besok di Bangkok atau New York. Singkat kata, “teman” berbagi kasur bisa berbeda-beda tiap kota. Nah, inilah yang membuat angka sifilis meroket tajam tiap tahunnya.

Kembali ke tajuk utama, meski kontak seksual (vaginal, anal, maupun oral) jadi penularan utama sifilis, tapi seks bukanlah satu-satunya. Lalu, lewat lika-liku apalagi sifilis bisa menyebar?

1. Dari Bumil ke Janin

Jangan percaya desas-desus kalau sifilis hanya menyebar lewat hubungan seksual. Faktanya, raja singa ini bisa ditularkan dari ibu hamil ke bayi selama kehamilan. Singkat kata, bumil yang terinfeksi sifilis, berpotensi menularkan bakteri penyebab sifilis ke janin dalam kandungannya.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Sifilis yang Ditularkan dari Hubungan Intim

Di dalam dunia medis, kondisi ini disebut sifilis kongenital. Hati-hati, janin yang terinfeksi bakteri ini rentan mengalami komplikasi, bahkan kematian sebelum lahir.

  1. Klasik, Jarum Suntik Bergantian

Selain HIV, hepatitis A, atau hepatitis B, pemakaian jarum suntik dapat menjadi media penularan sifilis. Darah merupakan salah satu cairan tubuh yang dapat menghantarkan bakteri penyebab sifilis, Treponema pallidum. Dengan kata lain, berbagi jarum suntik dengan pengidap sifilis sangat berisiko terserang penyakit ini.

Penularan sifilis lewat jarum suntik rentan terjadi pada mereka yang menggunakan narkoba dengan jarum suntik, atau penikmat seni tato dan tindik.

Ingat, gejala awal sifilis diawali munculnya luka yang tidak terasa sakit di area mulut, kelamin, atau dubur. Jika kamu mengalami gejala ini segeralah temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kamu juga bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Ini 4 Gejala Kamu Terkena Sifilis

3. Luka Terbuka pada Kulit

Bakteri penyebab sifilis bisa masuk ke dalam tubuh lewat luka kecil, ruam pada kulit, atau lecet. Meskipun kasusnya jarang ditemukan, bakteri Treponema pallidum ini bisa melewati celah atau luka terbuka pada kulit, setelah menyentuh orang yang terinfeksi sifilis.

Ada hal lainnya yang mesti diperhatikan. Luka yang ditimbulkan oleh sifilis, bisa membuat pengidapnya lebih mudah terinfeksi HIV saat berhubungan seksual.

Bagaimana dengan penularan lainnya? Sebut saja memakai pakaian yang sama, berbagi kolam renang atau kamar mandi, peralatan makan, atau memakai toilet yang sama dengan pengidapnya? Jangan terlalu khawatir, penyakit sifilis tidak menular lewat cara-cara tersebut.

Jadi, selalu perhatikan kondisi kesehatan tubuhmu agar terhindar dari berbagai penyakit menular seksual, salah satunya adalah sifilis.

Referensi:
WHO. Diakses pada Desember 2019. Sexually Transmitted and Reproductive Tract Infections
MedlinePlus. Diakses pada Desember 2019. Syphilis.
CDC. Diakses pada Desember 2019. Syphilis - CDC Fact Sheet.