• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Cara Mengatasi Saraf Kejepit pada Ibu Hamil

4 Cara Mengatasi Saraf Kejepit pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mengalami saraf kejepit tentunya sangat menyakitkan, apalagi bila kondisi tersebut terjadi saat hamil. Saraf kejepit sebenarnya umum terjadi pada wanita hamil karena kenaikan berat badan dan peningkatan tekanan pada tulang belakang.

Di dunia medis, saraf terjepit dikenal sebagai hernia nucleus pulposus (HNP) atau herniated disc. Kondisi ini terjadi ketika salah satu bantalan atau cakram (disc) tulang rawan dan tulang belakang menonjol keluar dan menjepit saraf. HNP dapat terjadi pada ibu hamil seiring pertambahan berat badan dan umumnya tidak mengancam kesehatan bayi. Namun, sebaiknya ketahui cara mengatasi saraf kejepit pada ibu hamil.

Penyebab Saraf Kejepit Pada Ibu Hamil

Kehamilan sebenarnya jarang menyebabkan hernia nucleus pulposus secara langsung, kecuali jika ibu mengidap osteoporosis yang parah atau mengalami cedera traumatis pada punggung bawah baru-baru ini. Jadi, saraf kejepit yang dialami ibu hamil biasanya bukan disebabkan oleh kehamilan itu sendiri.

Kondisi ini terjadi karena ada hal lain yang mendasarinya, seperti cedera yang sudah ada sebelumnya atau cedera yang terjadi baru-baru ini. Dibandingkan saraf kejepit, wanita hamil umumnya mengalami sakit punggung dan nyeri yang disebabkan oleh perubahan yang terjadi di tubuh dan di sekitar tulang belakang.

Baca juga: Disebut Saraf Kejepit, Apa Penyebab Hernia Nukleus Pulposus?

Gejala Saraf Kejepit

Pada beberapa kasus, wanita hamil yang mengalami saraf kejepit bisa tidak mengalami gejala apapun, sehingga mereka tidak menyadari kondisi tersebut. Namun di sisi lain, hernia nucleus pulposus menyebabkan nyeri hebat pada ibu hamil yang dapat memburuk seiring perkembangan bayi.

Gejala hernia nucleus pulposus umumnya berupa rasa nyeri pada kaki atau bahu yang dapat memburuk saat batuk, bersin, ataupun bergerak dalam posisi tertentu. Kondisi saraf kejepit juga dapat melemahkan fungsi otot, sehingga membuat pengidapnya kesulitan untuk bergerak, membungkuk atau memindahkan barang. 

Beberapa titik anggota tubuh juga dapat mengalami sensasi kesemutan atau kaku, yang biasanya terjadi di sekitar punggung, bahu, tangan, tungkai dan kaki. Namun, gejala-gejala tersebut kadang-kadang juga bisa dirasakan oleh orang yang mengalami nyeri punggung ringan akibat keseleo atau terpelintir. 

Jika ibu mengalami gejala di atas, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Periksa kesehatan ke dokter kini jadi lebih mudah dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu hamil tinggal buat janji saja dengan rumah sakit pilihan ibu melalui aplikasi.

Baca juga: Awas, 7 Keluhan Ini Bisa Menandai Adanya Penyakit Saraf

Cara Mengatasi Saraf Kejepit Pada Ibu Hamil

Bagi ibu yang mengalami nyeri saraf kejepit selama masa kehamilan, penting untuk tetap tenang dan memeriksakan kondisi ke spesialis tulang belakang. Kasus hernia nucleus pulposus yang ringan sampai sedang umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan ataupun membahayakan keselamatan ibu dan bayinya. Namun, kasus yang parah mungkin memerlukan beberapa jenis pengobatan atau intervensi.

Perlu diketahui, nyeri punggung bawah dan nyeri panggul juga sering terjadi selama masa kehamilan, terutama selama trimester ketiga. Jadi, penting untuk memeriksakan rasa nyeri yang ibu alami pada dokter untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.

Bicarakan dengan dokter kandungan ibu tentang pilihan pengobatan konservatif yang bisa ibu lakukan untuk menghilangkan rasa nyeri, seperti obat-obatan NSAID, melakukan bed rest atau olahraga berintensitas ringan yang aman.

Bicarakan juga pada dokter sebelum ibu mencoba beberapa cara untuk mengatasi saraf kejepit berikut ini:

  1. Terapi fisik dengan latihan peregangan yang aman untuk kehamilan.
  2. Akupuntur.
  3. Penggunaan kompres panas dan dingin.
  4. Pijat prenatal.

Baca juga: Alasan Fisioterapi Bisa Atasi Masalah Saraf Kejepit

Pilihan pengobatan tersebut dapat memberikan ibu hamil sedikit kenyamanan dari rasa nyeri saraf kejepit. Dokter kandungan mungkin akan menganjurkan ibu hamil untuk banyak beristirahat di tempat tidur sampai bayi lahir untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Setelah itu, dokter kandungan dapat bekerja sama dengan ahli tulang belakang untuk mendiskusikan pilihan perawatan invasif minimal atau operasi tulang belakang setelah ibu melahirkan.

Referensi:
Neuro Microspine. Diakses pada 2020. Herniated Disc While Pregnant.
Halodoc. Diakses pada 2020. Hernia Nukleus Pulposus