31 October 2018

4 Gangguan Pencernaan Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

4 gangguan pencernaan saat hamil dan cara mengatasinya

Halodoc, Jakarta – Setiap ibu hamil pastinya senang mengetahui kondisi janin yang berkembang dengan sehat di dalam perut. Namun seiring bertambah besarnya perut ibu, semakin banyak pula keluhan yang mungkin saja akan ibu alami. Nah, salah satunya adalah gangguan pencernaan. Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan lah yang menyebabkan ibu hamil sering mengalami masalah pada perut selama kehamilan. Meskipun kebanyakan gangguan pencernaan tidak berbahaya bagi janin, tapi ibu tetap disarankan untuk segera mengatasinya agar ibu bisa kembali beraktivitas dengan nyaman. Yuk, ketahui empat gangguan pencernaan yang paling sering terjadi selama kehamilan dan cara mengatasinya  di sini.

1. Perut Terasa Begah

Seiring pertumbuhan janin di dalam kandungan yang semakin besar, maka rahim ibu pun akan ikut membesar. Hal ini akan memberi dampak pada ibu hamil, yaitu ibu akan mudah merasa begah, perut lebih cepat penuh, dan semakin sulit menarik napas. Rahim ibu yang membesar akan menekan organ-organ lain di dalam perut maupun di sekitar perut, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan tersebut pada perut.

Ibu hamil bisa mengetahui bahwa ketidaknyamanan pada perut yang dirasakan adalah karena membesarnya rahim, dengan melihat gejala-gejalanya seperti malas makan karena merasa perut begah. Selain itu, ibu juga akan mengalami sulit bernapas yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat kehamilan sudah cukup besar.  

Ibu hamil bisa mengatasi gangguan pencernaan yang satu ini dengan banyak beristirahat. Bila ibu malas makan karena merasa perut kembung, siasati dengan cara makan sedikit, tapi sering. Hindari makan dalam jumlah yang sangat banyak dalam sekali waktu karena bisa membuat perut semakin terasa begah dan penuh.

2. Sembelit

Banyak ibu hamil juga sering mengeluhkan tentang kesulitan buang air besar (BAB). Sebenarnya gangguan pencernaan ini bisa terjadi pada usia kehamilan berapapun, tapi paling sering terjadi di trimester terakhir.

Salah satu pemicunya adalah ukuran tubuh janin yang sudah membesar dan kepala bayi yang berada di bawah menekan usus sehingga membuat ibu hamil susah BAB. Selain itu, kebiasaan buruk yang sering ibu lakukan, seperti malas bergerak atau kurang minum membuat aliran darah ibu hamil tidak lancar dan feses mengeras, sehingga susah dikeluarkan. Penyebab sulit BAB saat hamil lainnya mungkin saja karena ibu hamil mengidap wasir. Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan pun ikut menyebabkan ibu hamil sulit BAB.

Untuk mengatasinya, ibu hamil disarankan untuk banyak makan buah-buahan, mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, dan berolahraga secara rutin. Namun, bila masalah sulit BAB ini tidak kunjung sembuh, ibu bisa menemui dokter untuk meminta obat pelunak tinja sehingga mudah dikeluarkan.

3. Mual dan Muntah

Mual dan muntah wajar terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini disebut juga dengan morning sickness. Biasanya morning sickness terjadi pada awal kehamilan dan bisa muncul kembali di trimester terakhir. Walaupun kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness, tapi ada juga beberapa ibu hamil yang tidak mengalaminya sama sekali, sehingga mereka dapat menjalani kehamilannya dengan nyaman.

Ibu hamil sebaiknya mencari cara untuk mengatasi morning sickness agar bayi yang ada di kandungan tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan sedikit-sedikit tapi sering, lalu banyak beristirahat dan menghindari makanan yang dapat memicu mual.

4. Diare

Perubahan hormon, mengonsumsi makanan sembarangan, dan rasa stres bisa menyebabkan ibu hamil mengalami diare. Masalah pencernaan ini bisa terjadi di usia kehamilan berapa pun, tapi paling sering terjadi pada trimester ketiga karena masa ini merupakan masa menjelang persalinan. Diare saat hamil perlu ditangani segera karena bisa berdampak buruk pada kondisi janin. Diare membuat janin tidak bisa mendapatkan asupan nutrisi dan oksigen yang baik lantaran ibu sering buang air.

Jadi, saat diare terjadi, usahakan untuk banyak minum air dan oralit agar ibu terhindar dari dehidrasi. Usahakan juga untuk tetap makan, tapi pilihlah makanan yang mudah dicerna seperti bubur atau nasi tim. Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak kalium seperti pisang, untuk mengembalikan elektrolit yang terbuang.  

Itulah beberapa gangguan pencernaan yang kerap muncul selama masa kehamilan. Bila ibu hamil mengalami salah satunya, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Dokter Halodoc siap membantu ibu melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: