21 June 2018

4 Gangguan Saraf yang Perlu Diketahui

jenis gangguan saraf, gangguan saraf

Halodoc, Jakarta – Dari berbagai macam gejala gangguan saraf, kesemutan atau rasa menggelitik di bagian tubuh tertentu kerap dianggap normal oleh banyak orang. Namun, yang perlu diketahui, bila kesemutan itu terjadi dalam frekuensi waktu yang sering dan tanpa dipicu apapun, bisa jadi hal itu menandai adanya kerusakan saraf tepi atau neuropati. Neuropati sendiri merupakan kondisi-kondisi yang terkait dengan kelainan pada fungsi saraf. Nah, berikut beberapa gangguan saraf yang perlu diketahui:

1. Neuropati Kranial

Gangguan saraf ini terjadi dari salah satu 12 saraf kranial (saraf di bagian kepala). Neuropati kranial sendiri terbagi menjadi dua, yaitu neuropati optik dan auditori. Neuropati optik merupakan kelainan pada saraf kranial yang fungsinya  mengirimkan sinyal visual dari retina ke otak. Nah, gangguan ini imbasnya akan memengaruhi penglihatan.

Sedangkan neuropati auditori bisa menimbulkan gangguan pada indra pendengaran. Sebab gangguan saraf kranial ini menyebabkan kacaunya pengiriman sinyal suara dari telinga menuju otak.

Baca juga: Sering Kebelet, 1 dari 8 Tanda Kerusakan Saraf

2. Neuropati Otonom

Gangguan saraf ini terjadi karena rusaknya sistem saraf involunter yang mengendalikan detak jantung, sistem pencernaan, sirkulasi darah, keringat, dan fungsi kandung kemih. Gejala gangguan saraf yang satu ini punya berbagai macam gejala. Misalnya, detak jantung menjadi cepat (takikardia), tekanan darah rendah, merasa mual, kembung, dan sering bersendawa.

Enggak cuma itu saja gejalanya, kata ahli rusaknya sistem saraf involunter juga bisa membuat pengidapnya jadi susah menelan, gangguan pada respon seksual seperti disfungsi ereksi, konstipasi atau diare terutama pada malam hari, berkeringat secara berlebihan, hingga kesulitan buang air kecil.

3. Neuropati Perifer

Gangguan saraf yang satu ini bisa memengaruhi saraf-saraf pada anggota gerak. Misanya, saraf pada kaki, tangan, jari, lengan, dan tungkai. Kok bisa? Pasalnya, kelainan saraf ini akan memengaruhi kinerja saraf di luar otak dan saraf tulang belakang yang mengatur anggota gerak. Saraf ini adalah sistem yang berfungsi menghatarkan sinyal dari dan ke otak.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Stroke yang Harus Diketahui

Lalu, apa saja akibat dari gangguan saraf yang berdampak pada fungsi motorik ini?  Kata ahli, gangguan saraf ini bisa mengakibatkan otot mengecil hingga kelemahan atau kelumpuhan pada saah satu otot, kram otot, hingga sulit mengangkat kaki sehingga sukar berjalan.

Sedangkan gangguan neuropati perifer yang berdampak pada fungsi sensorik beda lagi gejalanya. Pengidapnya akan mengalami kehilangan keseimbangan, pembengkakan kaki yang tidak dirasakan, perubahan suhu tubuh terutama pada kaki, dan turunnya kemampuan untuk merasakan rasa sakit. Dalam beberapa kasus,  gangguan ini juga bisa bisa membuat pengidapnya merasakan rasa sakit dari stimulasi yang seharusnya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

4. Neuropati Fokal (Mononeuropati)

Neuropati fokal hanya memengaruhi satu saraf, satu kelompok saraf, atau saraf pada salah satu bagian tubuh. Contohnya, seperti paha, kaki, lengan, otot mata, atau dada.  Kata ahli, gangguan ini kebanyakan dipicu oleh penyakit diabetes. Bagaimana dengan gejalanya? Yang mesti diketahui, gejala dari gangguan saraf ini bisa muncul secara mendadak dan mereda dengan sendirinya dalam enam hingga delapan minggu.

Seseorang yang mengidap kondisi ini akan mengalami lemahnya salah satu sisi wajah, rasa kebas (turunnya sensitivitas peraba) pada tangan atau jari tangan, rasa sakit pada mata dan pandangan kabur atau tidak bisa fokus.

Baca juga: 6 Penyebab Sakit Punggung dan Cara Mengatasinya

Nah, bagi kamu yang mengalami beberapa gejala dari gangguan saraf di atas, bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!