• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kondisi Kesehatan yang Membutuhkan Donor Plasma Darah

4 Kondisi Kesehatan yang Membutuhkan Donor Plasma Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Kondisi Kesehatan yang Membutuhkan Donor Plasma Darah

“Plasma darah adalah salah satu bagian tubuh yang dapat didonorkan ke orang lain. Bagian darah ini dapat membantu seseorang untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan. Nah, kamu perlu tahu beberapa kondisi kesehatan yang dapat diatasi dengan metode pengobatan ini.”

Halodoc, Jakarta – Donor plasma darah belakangan ini banyak dikenal di masyarakat karena dipercaya termasuk salah satu metode yang dapat mengobati COVID-19. Hal ini karena plasma darah mampu membantu tubuh untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar infeksi yang disebabkan oleh virus corona dapat teratasi.

Namun, sebenarnya apa saja kondisi kesehatan yang butuh donor plasma darah selain COVID-19? Simak pembahasan berikut ini.

Baca juga: Terapi Plasma Darah Siap Diluncurkan Tiga Minggu Lagi

Donor Plasma Darah Dibutuhkan pada Kondisi Kesehatan Ini

Donor plasma darah adalah salah satu metode pengobatan yang dapat memberikan banyak manfaat dan umum digunakan di masa modern ini. Metode ini dapat menangani beberapa kondisi, seperti masalah sistem kekebalan tubuh, pendarahan, gangguan pernapasan, hingga penyembuhan luka. Perlu adanya jumlah plasma darah yang cukup agar metode ini dapat dilakukan.

Sebagian besar proses untuk menyumbangkan plasma darah terbilang aman, tetapi efek sampingnya tetap ada. Plasma adalah salah satu komponen darah. Jadi, untuk menyumbangkannya, darah yang diambil dari tubuh akan diproses melalui mesin yang berguna untuk memisahkan dan mengumpulkan plasma. Komponen darah lainnya dikembalikan ke tubuh dan dicampur dengan garam untuk menggantikan plasma yang ditarik.

Lalu, apa saja sih kondisi kesehatan yang membutuhkan donor plasma darah? Nah, berikut beberapa daftarnya:

1. Hemofilia A

Hemofilia A adalah salah satu kondisi yang dapat diobati dengan menggunakan donor plasma darah. Gangguan ini terjadi akibat kelainan perdarahan herediter yang disebabkan oleh kekurangan faktor pembekuan VIII.

Seseorang yang mengalami kondisi ini dapat mengidap pendarahan pada persendian dan komplikasi lainnya. Dengan pengobatan, pengidapnya dapat menjalani kehidupan yang normal.

Baca juga: Terapi Plasma Darah untuk Atasi Virus Corona

2. Penyakit Von Willebrand

Donor plasma darah juga dapat digunakan untuk membuat penyakit Von Willebrand menjadi lebih baik. Penyakit bawaan ini dapat membuat pengidapnya lebih mudah untuk berdarah.

Jika gangguan ini tidak mendapatkan pengobatan, beberapa komplikasi dapat terjadi, seperti nyeri dan pembengkakan serta anemia. Dengan pengobatan plasma darah, pengidapnya dapat hidup dengan normal.

Untuk memastikan kamu mengidap penyakit ini atau tidak, pemeriksaan fisik diperlukan. Kamu bisa melakukan pemesanan untuk pemeriksaan ini di beberapa rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Halodoc. Pemesanannya dapat dilakukan dengan download aplikasi Halodoc di smartphone di tangan!

3. Penyakit Imunodefisiensi Primer

Penyakit imunodefisiensi primer adalah kondisi genetik yang dapat mencegah sistem kekebalan seseorang untuk berfungsi dengan baik. Kondisi ini dapat menghasilkan kerentanan tinggi terhadap infeksi dan ketidakmampuan untuk melawan dengan antibiotik biasa.

Maka dari itu, pengidap PID perlu mendapatkan donor plasma darah agar sistem kekebalannya dapat bekerja dengan normal dan hidup layaknya kebanyakan orang.

Baca juga: Apa Fungsi Plasma Darah untuk Tubuh?

4. Polineuropati Demielinasi Inflamasi Kronis

Gangguan Chronic Inflammatory Demyelinating Polyneuropathy (CIDP) adalah gangguan autoimun yang dapat memengaruhi sistem saraf perifer baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Pengidapnya dapat mengalami masalah pada saraf di lengan dan kaki yang melemah dan menimbulkan kelumpuhan. Gangguan ini terkadang disebut juga sindrom Guillain-Barre. Donor plasma darah dapat membuat pengidapnya menjadi lebih baik.

Nah, itulah beberapa kondisi kesehatan yang dapat membuat pengidapnya menjadi lebih baik dengan donor plasma darah. Untuk mendapatkan pengobatan ini, perlu adanya pemeriksaan mendalam dari ahli medis agar pengobatan yang paling efektif bisa ditentukan. Maka dari itu, pemeriksaan rutin terhadap kondisi tubuh diperlukan agar masalah yang terjadi dapat segera diatasi.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Donating Plasma. Diakses pada 2021. Who Needs Plasma Therapies?
Healthline. Diakses pada 2021. Side Effects of Donating Plasma.