06 March 2019

4 Kondisi yang Bisa Dideteksi USG Doppler

4 Kondisi yang Bisa Dideteksi USG Doppler

Halodoc, Jakarta – USG Doppler adalah metode pemeriksaan yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonografi). Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang bertujuan untuk memeriksa serta memperkirakan kondisi aliran darah. Melalui USG Doppler, kondisi aliran darah akan dilihat melalui pembuluh darah.

Perbedaan mendasar dari pemeriksaan USG Doppler dengan USG pada umumnya terletak pada hasil yang dikeluarkan. Jika pada USG biasa hanya menghasilkan gambar, pada USG Doppler penggunaan gelombang suara bisa mengeluarkan hasil pantauan dari aliran darah. Hal itu membuat hasil dari pemeriksaan USG Doppler bisa digunakan untuk mendiagnosa beragam penyakit, terutama yang berhubungan dengan masalah yang terjadi pada pembuluh darah.

Baca juga: Ini Fakta yang Harus Diketahui Tentang USG Doppler

Cara memantau pergerakan sel darah dengan memperhatikan nada pantulan gelombang suara yang berubah dikenal sebagai efek Doppler. Gelombang suara ini lah yang kemudian akan digunakan untuk menilai dan memantau aliran darah normal atau sebaliknya. Lantas, apa saja kondisi atau jenis penyakit yang bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG Doppler?

1. Penyakit Jantung Bawaan

Salah satu keunggulan USG Doppler adalah kemampuan mendeteksi penyakit jantung bawaan pada bayi. Penyakit ini sering ditemukan pada satu dari seratus kelahiran yang terjadi karena adanya kelainan struktur jantung sejak bayi masih berada dalam kandungan.

Penyakit jantung bawaan bisa mengganggu kemampuan jantung anak dalam memompa darah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Alhasil, tumbuh kembang anak bisa terganggu, bahkan menyebabkan efek yang fatal.

Baca juga: Pentingnya USG Saat Hamil

2. Arteriosklerosis

Sumbatan dan penyempitan pembuluh darah arteri alias arteriosklerosis juga bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG Doppler. Penyakit ini terjadi karena adanya pengerasan pembuluh darah arteri yang membawa darah dari jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh, padahal pembuluh darah seharusnya bersifat lentur dan elastis. Penyakit ini menyebabkan aliran darah yang seharusnya dialirkan ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

3. Penyakit Arteri Perifer

Kondisi ini terjadi karena berkurangnya sirkulasi darah ke kaki akibat penyempitan arteri. Ternyata, penyakit arteri perifer bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG Doppler.

4. Stenosis Karotis

Penyakit ini terjadi karena adanya penyempitan pembuluh arteri di leher. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi ini, salah satunya sumbatan pembuluh vena. Kondisi ini juga bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG Doppler.

Pemeriksaan menggunakan metode ini biasanya akan dilakukan jika disarankan oleh dokter. Pada dasarnya, peralatan yang digunakan untuk memindai pun tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan USG biasanya. Pemindaian biasanya berlangsung selama beberapa menit. USG Doppler dilakukan untuk memantau beberapa kondisi tubuh, mulai dari keadaan aliran darah di pembuluh arteri dan vena, adanya hambatan aliran atau gumpalan darah yang bisa memicu stroke, gumpalan pada pembuluh darah, serta bisa membantu menilai kesehatan aliran darah bayi di dalam kandungan.

Baca juga: Begini Prosedur Penggunaan USG Doppler yang Umum

Prosedur USG Doppler pada dasarnya tidak berbahaya, nyaman, serta tidak memakan waktu lama untuk dilakukan. Pemeriksaan ini juga aman untuk janin yang ada di dalam rahim. Setelah mendapat persetujuan dan rekomendasi dari dokter, USG Doppler biasanya akan bisa dilakukan.

Cari tahu lebih lanjut seputar USG Doppler serta penjelasan lengkap prosedurnya dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!