• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Obat Sariawan yang Aman Dikonsumsi Anak

4 Obat Sariawan yang Aman Dikonsumsi Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Obat Sariawan yang Aman Dikonsumsi Anak

“Seorang anak bisa jadi rewel dan susah makan saat sariawan menyerang. Orangtua perlu tahu apa saja obat sariawan anak yang aman dikonsumsi untuk meredakannya. Di antaranya obat kumur, obat pereda nyeri, hingga obat anti-jamur. Konsumsilah obat-obatan tersebut berdasarkan anjuran dokter.”

Halodoc, Jakarta - Sariawan sebenarnya bukan kondisi serius atau bahkan dapat mengancam nyawa. Namun, meski ukurannya kecil, sariawan bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa nyeri. Pada anak-anak, kondisi ini bisa membuat mereka susah makan dan berbicara karena rasa perih dari sariawan.

Nah, untuk mengatasi sariawan pada anak-anak, ibu bisa kok menggunakan obat sariawan anak yang didapat dengan atau tanpa resep dokter. Mau tahu apa saja obat sariawan anak yang aman untuk dikonsumsi?

Baca juga: Kompres Dingin Bisa Mengatasi Sariawan pada Bayi, Benarkah?

1. Obat Pereda Nyeri

Ibu bisa memilih obat pereda nyeri sebagai obat sariawan anak. Obat ini mampu meringankan nyeri dan rasa perih akibat sariawan. Salah satu obat nyeri yang cocok diberikan untuk anak adalah paracetamol. Hal yang perlu diingat, berikan obat sesuai dosis dan selalu ikuti petunjuk pemakaian obat. 

Selain itu, jangan sekali-kali memberikan obat pereda nyeri jenis lain sebagai obat sariawan anak, tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan efek samping bagi Si Kecil.  

2.Benzocaine

Obat sariawan anak lainnya yang bisa ibu gunakan adalah benzocaine. Obat ini merupakan golongan obat bius lokal atau anestesi. Obat sariawan ini tersedia dalam bentuk obat kumur atau gel yang dioleskan pada luka sariawan. 

Hal yang perlu diperhatikan, ibu hanya dapat memperoleh obat ini melalui resep dokter. Di samping itu, obat sariawan anak ini juga tidak boleh digunakan lebih dari satu minggu, atau digunakan pada anak di bawah usia dua tahun. 

3.Obat Antijamur

Selain dua hal di atas, obat antijamur merupakan obat sariawan anak lainnya yang bisa ibu pilih. Infeksi jamur dapat menjadi salah satu penyebab sariawan pada anak.

Namun, untuk memastikan sariawan pada anak disebabkan oleh infeksi jamur atau tidak, ibu harus memeriksakan diri anak ke dokter terlebih dahulu. Andaikan dokter telah memastikan adanya infeksi jamur pada mulut anak, maka dokter akan meresepkan obat antijamur. 

4.Kortikosteroid

Terakhir, obat sariawan anak yang bisa mengatasi rasa nyeri pada mulutnya adalah jenis kortikosteroid. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati sariawan yang besar dan luas. Obat jenis ini hanya bisa didapat melalui resep dokter. Obat kortikosteroid tersedia dalam bentuk salep oral yang dioleskan pada sariawan di dalam mulut anak. 

5. Obat Kumur

Obat kumur juga termasuk efektif untuk mengatasi sariawan yang terjadi pada anak-anak. Biasanya, obat ini berupa antiseptik cair dengan kandungan chlorhexidine yang digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri merugikan di dalam mulut. Sebelum menggunakan obat ini, ibu harus memastikan jika anak sudah dapat berkumur dengan baik. Sebab obat ini umumnya tidak disarankan untuk ditelan. Beritahu anak agar tidak langsung makan dan minum setelahnya agar penanganan bekerja efektif.


Meski obat sariawan anak dapat meredakan nyeri, tapi obat-obatan ini tak boleh digunakan secara sembarangan. Ada baiknya untuk bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Terutama jika sariawan anak tidak membaik meski sudah diobati dengan obat sariawan bebas resep.

Jenis Sariawan pada Anak

Pada anak-anak sariawan bisa saja membuat mereka tidak mau makan, bahkan menyebabkan terjadinya penurunan berat badan. Sariawan pada anak ini bisa terjadi pada mukosa mulut di daerah bibir atau pipi bagian dalam. 

Selain itu, sariawan juga bisa terjadi pada lipatan gusi dengan daging pipi atau bibir, langit-langit, di bawah lidah, permukaan lidah, bahkan terjadi pada tonsil (amandel).

Nah, sariawan terdiri dari beberapa jenis. Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) - Stomatitis (Sariawan) pada Anak, sariawan terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

 1. Stomatitis aphtosa

Sariawan yang paling banyak terjadi pada bayi dan anak, dan terjadi pasca trauma tergigit atau tergores sikat gigi. 

2. Oral thrush (kandidiasis mulut)

Disebabkan jamur Candida albicans, sering pada anak dengan daya tahan turun dan sering minum antibiotik jangka lama (>7 hari), serta kebersihan mulut yang buruk.

3. Stomatitis herpes

Stomatitis herpes disebabkan virus Herpes simplex. Sariawan di tenggorokan terjadi jika ada virus yang mewabah dan daya tahan tubuh Si Kecil rendah.

4. Sariawan yang berhubungan dengan penyakit tangan, kaki dan mulut

Luka sariawan biasanya banyak dan sangat nyeri, timbul bersamaan dengan lesi kulit di telapak tangan dan kaki.

Baca juga: Sariawan pada Bayi yang Baru Lahir, Berbahayakah?

Menurut IDAI, jika muncul gejala sariawan seperti itu, segera bawa dirinya ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Ibu bisa memeriksakan diri Si Kecil ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
IDAI. Diakses pada 2021. Stomatitis (Sariawan) pada Anak
Medscape. Diakses pada 2021. Drugs & Diseases. Pediatric Aphthous Ulcers.
Drugs. Diakses pada 2021. Benzocaine Topical.
KidsHealth - Nemours. Diakses pada 2021. For Parents. Canker Sores.
Healthline. Diakses pada 2021. 16 Ways to Get Rid of Canker Sores.