4 Penanganan untuk Atasi Angioedema

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4 Penanganan untuk Atasi Angioedema

Halodoc, Jakarta - Kira-kira hampir semua orang pernah mengalami gatal-gatal dalam hidupnya. Pertanyaannya, apa yang sering menjadi pemicunya? Jawabannya macam-macam, tetapi salah satu penyebab umumnya adalah angioedema. 

Angioedema mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang. Kondisi ini merupakan pembengkakan akibat reaksi alergi. Dalam beberapa kasus, pengidap angioedema juga mengalami biduran.

Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi angioedema bisa saja membuat pengidapnya sulit bernapas. Lantas, bagaimana sih cara mengatasi  angioedema? 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Angioedema dengan Biduran

Untuk Mengurangi Gatal dan Nyeri

Umumnya angioedema ringan tak memerlukan pengobatan khusus. Alasannya simpel, sebab angioedema ringan biasanya hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meredakan sensasi gatal dan rasa tidak nyaman. Nah, berikut ini beberapa pengobatan yang bisa mengatasi angioedema.

    1. Obat-obatan anti gatal, seperti golongan antihistamin;

    2. Anti inflamasi, terutama pada kasus angioedema yang parah;

    3. Penurun sistem imun, apabila antihistamin dan anti inflamasi tidak dapat meredakan keluhan dokter dapat meresepkan obat penurun sistem imun untuk meredakan sistem imun yang terlalu reaktif; dan

    4. Obat untuk menurunkan nyeri dan bengkak. Seperti anti-inflamasi non-steroid, yaitu antagonis leukotrien. 

Baca juga: Biduran, Alergi atau Penyakit?

Yang perlu diingat, cobalah tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Selain hal-hal di atas, ada pula beberapa hal yang bisa membantu untuk meredakan gejala angioedema. Misalnya, mengompres dingin area yang bengkak, jangan menggaruk area yang bengkak, dan kenakan pakaian longgar untuk mencegah iritasi pada kulit.  

Selanjutnya, bagaimana dengan gejala-gejalanya? 

Menimbulkan Sederet Gejala 

Angioedema bukanlah sebuah kondisi yang langka. Kira-kira sekitar 15–20 persen dari semua orang pernah atau akan mengalami gatal-gatal, atau angioedema, minimal sekali dalam hidupnya. Yang perlu diingat, angioedema ini bisa menyerang baik wanita maupun pria di usia berapa pun. Lantas, bagaimana dengan gejalanya? 

Dalam kebanyakan kasus, angioedema ditandai dengan adanya bengkak pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir. Selain itu, ada pula gejala lain yang bisa timbul, seperti: 

  • Penebalan yang meluas dan berbatas tegas;

  • Pembengkakan disertai kemerahan;

  • Kadang dapat timbul rasa nyeri pada daerah yang mengalami pembengkakan;

  • Sesak napas karena pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru;

  • Mata merah karena pembengkakan di konjungtiva;

  • Sensasi panas dan nyeri di area yang bengkak; dan

  • Sulit berkemih dan sakit perut (bila angioedema disebabkan).

Gejala sudah, bagaimana dengan penyebabnya?

Gegara Makanan Hingga Faktor Lingkungan

Penyebab angioedema tak hanya disebabkan faktor tunggal, ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya angioedema. Nah, berikut penjelasannya.

  • Makanan. Banyak makanan yang dapat memicu reaksi angioedema, terutama pada mereka yang alergi pada beberapa jenis makanan. Contohnya, makanan laut, kacang, telur, dan produk susu.

  • Alergen umum. Beberapa zat bisa menyebabkan angioedema antara lain serbuk sari, rambut/bulu hewan, lateks dan sengatan serangga.

  • Genetik. Meski kasusnya jarang, tapi Angioedema bisa disebabkan karena faktor genetik. Tepatnya yang berhubungan dengan gangguan fungsi protein plasma dalam tubuh yang berfungsi dalam sistem imun. 

  • Kondisi medis lain. Kelainan sistem imun seperti lupus, beberapa tipe kanker, penyakit tiroid, dan infeksi bakteri atau virus.

  • Obat-obatan. Hampir semua obat-obatan dapat menyebabkan reaksi angioedema, terutama pada orang yang sensitif terhadap satu macam obat tertentu. Namun, ada beberapa obat yang umumnya sering memicu, yaitu penisilin, aspirin, ibuprofen, naproxen, dan obat-obatan penurun tekanan darah.

  • Faktor lingkungan. Udara panas, dingin, sinar matahari, air, tekanan pada kulit, atau  stres emosional juga bisa menyebabkan penyakit angioedema.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!