18 June 2018

4 Penyakit yang Biasa Muncul Setelah Lebaran

penyakit muncul setelah lebaran

Halodoc, Jakarta – Hari raya Idulfitri alias Lebaran hampir selalu dirayakan dan diisi dengan suka cita. Selain karena hanya terjadi sekali dalam satu tahun, momen ini juga merupakan waktu terbaik untuk melakukan banyak hal. Apalagi ditambah dengan sajian khas lebaran yang biasanya dipenuhi dengan lemak dan santan.

Tapi hati-hati! Kebiasaan yang salah saat lebaran ternyata bisa memicu sejumlah penyakit menyerang. Apalagi kalau ditambah dengan kebiasaan makan yang buruk selama hari raya tersebut. Lantas, apa saja penyakit yang biasa muncul setelah lebaran dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Kolesterol Tinggi

 

 

Menu makanan yang identik dengan hari raya Idulfitri adalah opor ayam, ketupat, hingga rendang. Hidangan tersebut tentu sangat menggoda untuk disantap. Tapi kamu sebaiknya bisa membedakan bahwa tubuh benar-benar lapar dan membutuhkan makan atau sekadar “lapar mata”. Hal itu berguna untuk mencegah naiknya kadar kolesterol jahat.

Sebab jenis-jenis makanan lebaran tersebut nyatanya bisa memicu naiknya kadar kolesterol. Selain membatasi makanan berlemak dan santan, naiknya kadar kolesterol juga bisa dicegah dengan tetap mengonsumsi buah dan sayuran. Karena makanan tersebut bisa memberi efek kenyang yang lebih lama sehingga mencegah keinginan untuk makan secara berlebih.

(Baca juga: 5 Minuman untuk Turunkan Kolestrol Setelah Lebaran)

2. Diare

 

 

Pola makan yang buruk saat lebaran juga bisa memicu penyakit diare. Yaitu masalah buang air besar yang menyebabkan proses tersebut terjadi secara tidak normal. Misalnya buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dengan feses atau kotoran yang cenderung lunak atau cair. Gejala ini biasanya juga dibarengi dengan demam, mual, muntah, perut kembung, hingga rasa nyeri pada perut.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan diare mulai  dari mengonsumsi makanan yang kurang bersih, makanan terlalu pedas, hingga jenis makanan yang bisa mengiritasi lambung seperti makanan asam, berminyak, dan minuman bersoda.

Jika diare sudah terlanjur menyerang, pastikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Mengganti cairan tubuh yang hilang bisa dilakukan dengan minuman cairan oralit atau air putih.

(Baca juga: Libur Lebaran Ditambah, Berat Badan Jangan Ditambah)

3. Nyeri Otot

 

 

Saat lebaran, nyeri otot menjadi salah satu penyakit yang berisiko menyerang. Nyeri otot biasanya terjadi saat seseorang melakukan aktivitas fisik yang cukup tinggi. Momen lebaran memang kerap diisi dengan bersilaturahmi dan mengisi waktu liburan dengan mengunjungi tempat wisata bersama keluarga.

Hal ini yang kemudian bisa menjadi pemicu terjadinya nyeri pada bagian tubuh tertentu. Biasanya nyeri otot bisa hilang dengan sendirinya dengan beristirahat yang cukup. Jadi, pastikan untuk mengetahui batasan diri sehingga terhindar dari penyakit yang satu ini.

4. Hipertensi

 

 

Hipertensi alias tekanan darah tinggi juga menjadi ancaman. Penyakit yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah di atas batas normal ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kebiasaan mengonsumsi garam secara berlebihan.

Saat lebaran, kamu mungkin akan menemukan sejumlah hidangan dengan rasa asin yang lebih menonjol. Selain masalah selera, tak dapat dimungkiri bahwa garam memang bisa menambah rasa makanan. Tapi tetap harus waspada risiko hipertensi, ya!

(Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi)

Sakit saat libur lebaran dan butuh obat segera? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah beli obat dan produk kesehatan lain dengan layanan antar. Pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam! Yuk, download segera di App Store dan Google Play!