4 Penyakit yang Bisa Diketahui dari Cek Urine

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Penyakit yang Bisa Diketahui dari Cek Urine

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya rangkaian tes medis untuk mengetahui kondisi kesehatan, tes urine sering kali digunakan untuk menelisik ada atau tidaknya penyakit yang menjangkiti seseorang. Tes urine ini dilakukan untuk mengevaluasi berbagai komponen dalam urine sebagai hasil produk limbah yang dibuat oleh ginjal.

Seperti namanya, tes urine merupakan suatu metode pemeriksaan menggunakan urine untuk mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh. Untuk urine yang sehat, identik dengan warna kuning muda. Namun, warna urine ini akan berubah bila ternyata ada yang tidak beres dengan fungsi organ-organ tubuh. Pendek kata, hasil dari tes urine ini akan menunjukkan gejala awal penyakit tertentu.

Tes urine ini dapat dinilai berdasarkan penampilan fisiknya. Misalnya, dilihat dari warna, kejernihan, dan baunya. Di samping itu, penilaiannya juga bisa dilihat dari pH (tingkat asam dan basa), adanya glukosa (gula), protein, nitrit, sel darah putih dan merah, bilirubin, bakteri dalam urine, dan lain-lain.

Baca juga: 6 Warna Urine Jadi Tanda Kesehatan

Lalu, penyakit apa saja sih yang bisa diketahui melalui tes urine?

1. Penyakit Menular Seksual

Dari banyaknya penyakit menular seksual, penyakit, seperti klamidia dan gonore bisa diketahui melalui pemeriksaan urine. Oleh karena sebagian besar kedua penyakit ini tidak menimbulkan gejala, maka pemeriksaan kesehatan wajib secara rutin perlu dilakukan. Tujuannya jelas, untuk mengetahui apakah kita aman dari penyakit ini atau tidak.

Untuk wanita, pemeriksaan kedua penyakit ini biasanya dilakukan dengan cara mengambil cairan dari Miss V. Selanjutnya, akan diteliti lebih lanjut melalui sebuah proses di laboratorium. Sedangkan untuk pria, pemeriksaanya dilakukan dengan melihat dan meneliti jaringan Mr P. Namun dalam beberapa kasus, pemeriksaan urine juga bisa dijadikan bahan untuk diteliti guna mengetahui ada tidaknya klamidia.

2. Diabetes

Menurut data dari WHO, setidaknya saat ini sekitar 422 juta orang di dunia mengidap diabetes, empat kali lebih banyak daripada 30 tahun lalu. Wow! Dari angka tersebut, kira-kira 90 persen merupakan pengidap diabetes tipe 2 yang sebetulnya dapat dicegah.

Diabetes memang dapat diketahui melalui gejala-gejalanya. Namun untuk hasil yang lebih pasti, bisa melalui serangkaian pemeriksaan medis, seperti pemeriksaan urine. Sebab, pengujian glukosa (gula darah) dalam urine bisa dijadikan cara untuk mengetahui bagaimana tubuh memperlakukan glukosa berlebih.

Baca juga: 5 Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan

Umumnya, tubuh kita tidak “menumpahkan” glukosa ke dalam urine, kecuali kadarnya amat tinggi di aliran dalam darah. Tingginya kadar gula dalam urine ini dapat menjadi sinyal apakah ada sesuatu yang salah dalam cara tubuh mengelola glukosa.

Namun, pemeriksaan urine ini tidak dapat menguji tingkat glukosa tubuh saat ini. Tesnya hanya memberikan wawasan terhadap apa yang telah terjadi sejak terakhir kali kita berkemih. Itulah sebabnya mengapa pengujian glukosa darah merupakan tes utama untuk memberikan gambaran yang terjadi di dalam aliran darah seseorang.

3. Penyakit Ginjal

Cek darah dan cek urine dapat menunjukkan seberapa baik ginjal melakukan pekerjaan mereka. Untuk pemeriksaan urine sendiri, akan menunjukkan seberapa cepat limbah tubuh dibersihkan. Di samping itu, tes ini juga bisa mengetahui apakah ginjal mengalami kebocoran protein atau tidak.

Sebagian tes urine hanya membutuhkan beberapa sendok makan air seni. Akan tetapi, beberapa tes memerlukan koleksi semua urine yang diproduksi selama 24 jam penuh. Tes urine 24 jam ini akan menunjukkan berapa banyak urine yang ginjal kita hasilkan dalam satu hari. Tes ini juga dapat memberikan pengukuran yang akurat mengenai berapa banyak kebocoran protein yang terjadi dalam urine selama satu hari.

4. Penyakit Hati

Urine yang berwarna gelap cukup identik dengan masalah organ hati. Untuk mengetahui fungsi hati juga bisa melalui pemeriksaan urine. Cek ini akan mengukur kadar bilirubin dalam urine kita. Bilirubin sendiri merupakan zat kekuningan yang dibuat selama proses normal tubuh memecah sel darah merah.

Baca juga: Penyebab Urine Berbau Tak Sedap

Bilirubin yang ditemukan dalam empedu ini merupakan cairan di hati kita yang membantu proses mencerna makanan. Bila kondisi hati bermasalah, maka bilirubin dapat bocor ke dalam darah dan urine. Nah, bilirubin dalam urine ini mungkin menjadi pertanda dari penyakit hati.

Mau tahu lebih jauh mengenai pemeriksaan urine atau memiliki keluhan kesehatan? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!