24 August 2018

4 Penyakit yang Bisa DItularkan Lewat Udara

penyakit yang ditularkan lewat udara

Halodoc, Jakarta - Selain melalui kontak fisik, beberapa penyakit juga bisa ditularkan melalui udara melalui virus atau mikrooganisme lainnya. Jangan salah, penyakit yang ditularkan melalui udara ini bukan penyakit ringan yang bisa kamu anggap enteng. Nah, berikut penyakit yang ditularkan lewat udara yang mesti diwaspadai:

Baca juga: Ini Ciri Penyakit Menular Seksual Pada Pria dan Wanita

 

1. Rubella

 

Penyakit yang satu ini juga dikenal dengan campak Jerman. Kata ahli, penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penyakit ini kebanyakan menyerang anak-anak dan remaja. Pada 2016 di negara kita sendiri, menurut WHO setidaknya ada lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi.

Menurut para ahli, penularan utama rubella bisa melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan pengidapnya melalui batuk dan bersin. Bagaimana dengan gejalanya? Penyakit ini akan menimbulkan ruam kemerahan pada kulit, tapi tak sama dengan campak. Untungnya, rubella lebih ringan bila ketimbang campak. Namun, bila menyerang wanita hamil, lain lagi ceritanya.

Rubella yang menyerang wanita hamil dengan usia kehamilan lima bulan, berpotensi tinggi menyebabkan sindrom rubella kongenital. Yang bikin resah lagi, juga bisa menyebabkan kematian bayi dalam kandungan. Menurut data WHO, sekitar 100.000 bayi di dunia terlahir dengan sindrom ini tiap tahunnya.

2. Histoplasmosis

Penyakit yang ditularkan lewat udara ini merupakan infeksi jamur pada paru-paru yang disebabkan karena menghirup spora jamur Histoplasma capsulatum. Kebanyakan virus ini ditemukan di tanah, kotoran burung, dan kelelawar. Spora jamur ini akan masuk ke dalam paru-paru ketika seseorang bernapas.

Sayangnya, kebanyakan orang yang mengidap histoplasmosis enggak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Pasalnya, dalam kebanyakan kasus histoplasmosis tidak menunjukkan gejala. Yang perlu diwaspadai, penyakit ini bisa berakibat serius pada orang dengan sistem imun yang tidak prima.

Baca juga: Jauh dari Timur Tengah, Kenali Flu Unta yang Mengincar

Menurut ahli, histoplasmosis akan memunculkan gejala jika seseorang menghirup spora jamur dalam kadar yang banyak. Umumnya, gejala ini baru akan muncul tiga sampai 17 jari setelah terpapar. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, demam, dan sesak napas.

 

3. Influenza

 

Sepertinya hampir semua orang tak asing dengan penyakit “sejuta umat” ini. Virus influenza sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit yang ditularkan lewat udara terjadi karena kontak langsung, seperti bersin atau batuk. Penularan influenza juga bisa melalui non-kontak. Misalnya, menyentuh benda yang sudah tercemar virus.

Dalam banyak kasus, seseorang yang mengidap virus ini akan mengalami gejala ringan seperti batuk, bersin, demam, lelah, nyeri otot, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Yang bikin resah, penyakit yang ditularkan lewat udara ini terus bermutasi dan menyebabkan berbagai penyakit serius lainnya. Misalnya, flu burung atau swine flu.

Baca juga: Lagi Musim, Ini Alasan Vaksin Influenza Penting

 

4. Tuberkulosis

 

Cara penularannya hampir sama dengan virus flu. Bakteri tuberkulosis (TB) bisa menyebar di udara pada saat pengidapnya batuk, meludah, atau bersin. Tuberkulosis sendiri merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang dan merusak jaringan tubuh pengidapnya. Selain menyerang paru-paru, TB juga bisa menyebar ke tulang, sistem saraf pusat, jantung, kelenjar getah bening, dan organ lainnya. TB laten merupakan jenis TB yang paling sering diidap oleh seseorang yang terinfeksi. TB laten ini merupakan bakteri TB yang “tertidur” atau belum aktif secara klinis. Bakteri TB ini akan aktif dan menunjukkan gejala-gejalanya setelah periode waktu tertentu. Bisa beberapa minggu atau tahun, bergantung dengan kondisi kesehatan dan daya tahan pengidapnya.

Punya keluhan kesehatan atau mau tahu lebih jauh mengenai penyakit di atas? Kamu bisa lho bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!