09 July 2018

4 Penyakit yang Paling Sering Menjangkiti Penduduk Dunia di 2018

penyakit yang paling sering menjangkiti penduduk dunia 2018, penyakit menular, tren penyakit dunia 2018

Halodoc, Jakarta – Jenis penyakit menular masih menjadi penyakit yang paling sering menjangkiti penduduk dunia di 2018. Penyebaran penyakit menular semakin tinggi terjadi, karena tingkat kekebalan masyarakat pada penggunaan antibiotik dan opioid (obat yang bekerja pada sistem saraf untuk meredam rasa sakit). Ini dikatakan oleh William Schaffner, M.D., dari Department of Health Policy.

Kondisi ini memaksa para pekerja kesehatan dunia untuk terus berinovasi terhadap teknik pengobatan dan obat-obatan. Walaupun begitu, ketergantungan kepada obat memang sebaiknya dihindari untuk tidak menimbulkan resistensi baru. Pencegahan memang yang paling baik ketimbang harus mengobati. Berikut adalah 4 penyakit yang paling sering menjangkiti penduduk dunia di 2018.

  1. Diabetes

Dari tahun ke tahun, pertumbuhan pengidap diabetes dunia semakin meningkat. Sebagian kecil karena faktor keturunan, sedangkan pemicu terbesarnya adalah gaya hidup yang tidak sehat melalui pola makan dan tidak adanya aktivitas olahraga. Diabetes juga bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi, stres, serta diet yang tidak sehat.

  1. Alzheimer

Alzheimer juga menjadi penyakit yang paling sering menjangkiti penduduk dunia di 2018. Kalau dulu Alzheimer oleh orang-orang tua, kini risiko itu sudah ada pada golongan muda. Alzheimer adalah penyakit yang bermula dari masalah memori ringan seperti kesulitan mengingat informasi sampai kepada memori parah, seperti lupa nama dan keluarga. Baca juga: Ini Alasan Gorengan Bikin Batuk

Salah satu cara untuk mencegah alzheimer adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat untuk otak, melatih otak dengan olahraga yang merangsang berpikir seperti catur, dan teka-teki silang serta mengontrol emosi dan pikiran untuk tidak mudah stres.

  1. Tuberkulosis

Tuberkulosis adalah kondisi paru-paru bermasalah yang disebabkan oleh bakteri mycrobacterium tuberkulosis. Penyebaran penyakit ini terjadi melalui udara dan biasanya dialami oleh orang-orang dengan HIV/AIDS. Sekitar 35 persen kematian HIV/AIDS disebabkan oleh tuberkulosis. Faktor dan risiko tuberkulosis lainnya adalah diabetes, berat badan rendah, berinteraksi dengan pengidap tuberkulosis, dan penggunaan obat-obatan tertentu yang menekan sistem kekebalan tubuh. Baca juga: 6 Akibat Kalau Tubuh Kekurangan Magnesius

  1. Sirosis

Sirosis adalah suatu kondisi kerusakan hati yang disebabkan oleh beberapa pemicu mulai dari penyakit ginjal, pengembangan dari penyakit hepatitis, dan konsumsi alkohol kronis. Beberapa gejala sirosis yang umum adalah kehilangan selera makan, merasa kekurangan energi dan cepat lelah, mual, muntah darah, perubahan warna urine yang disertai darah, serta kulit dan putih mata berubah menjadi kuning.

Lagi-lagi penyakit ini paling sering menjangkiti penduduk dunia di 2018 karena pola hidup dan gaya makan yang tidak sehat. Terlalu sibuk bekerja dan tidak aware akan penggunaan pengaman saat melakukan hubungan seks yang tidak resmi dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap sirosis. Jangan terlalu meremehkan berbagi penggunaan barang-barang personal seperti pisau cukur, sikat gigi, dan jarum yang memungkinkan kamu meninggalkan jejak darah yang tanpa sengaja terkena ke orang lainnya. Baca juga: Ini Alasan Kenapa Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Intim itu Perlu

Selain keempat penyakit ini, penyakit-penyakit lainnya seperti infeksi pernapasan, flu, dan penyakit menular seksual menjadi jenis penyakit yang menjangkiti penduduk dunia 2018. Intinya, menjaga pola hidup dan pola makan sehat adalah kunci untuk terhindar dari berbagai jenis penyakit baik menular maupun tidak menular.

Kalau kamu memiliki daya tahan tubuh yang kuat, pasti akan terhindar dari ancaman pelbagai jenis penyakit. Ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit yang paling sering menjangkiti penduduk dunia dan bagaimana pencegahannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.