28 June 2018

4 Penyebab Serangan Jantung yang Tidak Disadari

penyebab serangan jantung yang tidak disadari, serangan jantung, serangan jantung mendadak, gaya hidup penyebab serangan jantung, faktor genetik mengakibatkan serangan jantung

Halodoc, Jakarta – Jika ditinjau lebih mendalam, sebenarnya ada banyak penyebab serangan jantung. Apalagi di zaman sekarang, serangan jantung tidak lagi menyerang orangtua, tetapi juga anak muda. Biasanya ini dikarenakan pola hidup, perilaku, dan makan yang tidak sesehat zaman dulu. Perkembangan teknologi yang semakin menjadi dan perubahan-perubahan cara pandang terhadap hidup telah memicu stres, depresi, obesitas, serta serangan jantung.

Untuk mengetahui lebih jelas lagi, yuk coba teliti penyebab serangan jantung yang sering tidak disadari ini.

  1. Hypertrophic cardiomyopathy (HCM)

Kondisi ini adalah sesuatu yang sifatnya genetis. Menurut British Heart Foundation, anak yang memiliki orangtua dengan HCM memiliki kemungkinan 50 persen mengalami hal yang sama. HCM terjadi karena penebalan otot jantung pada bagian miokardiumnya (lapisan tengah jantung). Penebalan ini membuat jantung susah memompa darah ke seluruh tubuh. Beberapa tanda umum dari HCM adalah sesak napas, rasa nyeri di dada, dan pingsan sehabis berolahraga. Baca juga: 7 Manfaat Kafein untuk Kesehatan

  1. Kesedihan yang Berkepanjangan

Ternyata selain permasalahan kesehatan, rasa sedih yang berkepanjangan termasuk disebabkan oleh patah hati bisa menjadi penyebab serangan jantung yang tidak disadari. Hal ini dikatakan oleh Steven S. Humprey, MD ahli kardiologi dari Tristar Southern Hills Medical Center. Penjelasannya adalah trauma emosional parah dapat menyebabkan kerusakan fisik termasuk organ dalam tubuh dan 80 persen terjadi pada wanita yang dialami pasca menopause. Patah hati yang dahsyat ternyata dapat menghalangi sistem kerja jantung sampai menghambat masuknya oksigen ke jantung.

  1. Konsumsi Minuman Beralkohol

Jangan main-main dengan konsumsi alkohol, karena ternyata bisa menjadi penyebab serangan jantung yang tidak disadari. Memang konsumsi alkohol yang normal dapat meningkatkan kolesterol baik dan menghindari penggumpalan darah. Namun di balik manfaatnya, tersimpan bahaya tersembunyi bila dikonsumsi gila-gilaan, bahkan menjadi kebiasaan yang cenderung adiktif. Alkohol dapat melemahkan otot jantung, memberikan perubahan pada detak jantung; dimana bisa melemah atau mempercepat sehingga menjadi abnormal. Risiko ini membuat serangan jantung bisa datang mendadak buat peminum. Baca juga: 5 Makanan yang Berbahaya Bagi Kesehatan Otak

  1. Konsumsi Obat Diet

Ternyata, pola konsumsi obat diet yang salah bisa menjadi penyebab serangan jantung. Kalau kamu merasakan jantung berdebar lebih cepat, keringat dingin, atau pun mulas setelah mengonsumsi obat diet tertentu, kamu wajib waspada. Bisa jadi obat diet yang kamu konsumsi bisa mencederai jantung dan berakibat fatal pada kesehatan jantungmu.

Beberapa obat pelangsing memang memberikan stimulasi terhadap kestabilan kerja jantung. Karenanya obat pelangsing meningkatkan metabolisme tubuh secara tidak natural yang pada akhirnya memicu kecepatan jantung bekerja. Pada situasi tertentu hal ini bisa jadi sangat berbahaya.

Apalagi kalau misalnya konsumsi obat diet tersebut menurunkan nafsu makan secara drastis, bisa-bisa ada risiko gagal jantung. Penjelasannya adalah penurunan berat badan drastis bisa mengganggu keseimbangan tekanan darah dan detak jantung yang pada akhirnya menempatkan jantung pada risiko berhenti mendadak akibat perubahan yang terlalu ekstrim. Baca juga: 5 Hal yang Memicu Seseorang Mengidap Sadomasokis

Melakukan olahraga secara rutin baik kardio maupun aerobik sebenarnya adalah cara paling sederhana untuk menjaga supaya jantung tetap sehat. Selain itu, jalankan juga pola konsumsi makanan dan gaya hidup yang menghindari stres tentunya. Ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab serangan jantung yang tidak disadari dan bagaimana mencegahnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.