4 Syarat untuk Lakukan Donor Apheresis

donor apheresis,donor darah

 

Halodoc, Jakarta - Donor darah dan donor apheresis adalah dua hal yang mirip, tetapi terdapat beberapa perbedaan mendasar antara keduanya. Jika donor darah mengambil semua elemen darah, sementara donor apheresis hanya mengambil elemen tertentu seperti trombosit dan mengembalikan kembali elemen lainnya ke tubuh si pendonor.

Donor darah apheresis ini umumnya dipopulerkan oleh rumah sakit kanker karena kebanyakan yang memerlukan donor apheresis adalah pasien pengidap kanker. Kebanyakan mereka membutuhkan trombosit dalam jumlah banyak untuk mempercepat pembekuan darah saat terjadi pendarahan.

Sebetulnya donor darah biasa juga dapat digunakan, tapi hal ini tidak dirasa efektif. Sebab, dalam 10 kantong darah biasa kualitasnya setara dengan 1 kantong trombosit hasil donor apheresis. Dengan begini, sudah dapat dipastikan bahwa donor apheresis adalah donor yang paling efektif untuk mereka.

Baca juga: Inilah Manfaat dan Efek Samping Donor Darah

Apa Syarat untuk Melakukan Donor Apheresis

Tidak jauh berbeda dengan donor darah biasa, orang yang hendak melakukan donor apheresis juga harus memenuhi beberapa kriteria yang diberikan oleh pihak medis. Namun, tetap saja terdapat sedikit perbedaan dengan donor darah biasa. Antara lain:

  1. Pria harus memiliki berat badan minimal 55 kilogram, sementara wanita minimal 60 kilogram.
  2. Memiliki kadar Hb 13-17 gram.
  3. Tekanan darah sistole antara 110 - 150 mmHg dan diastole antara 70 - 90 mmHg. Jika tekanan darahmu 120/80, angka 120 merupakan sistole dan angka 80 merupakan diastole.
  4. Rentang waktu untuk melakukan donor apheresis yang kedua kali itu minimal 2 minggu setelah donor pertama. Sementara untuk eritraferesis (donor sel darah  merah) minimal 8 minggu dan plasmaferesis (donor plasma darah) minimal 1 minggu.

Hal yang menyebabkan rentang waktunya berbeda adalah karena komponen darah yang diambil pun berbeda- beda. Pada donor darah biasa, tidak ada pemisahan komponen darah seperti apheresis yang hanya diambil trombositnya saja. Alasan lainnya, trombosit dalam tubuh lebih cepat pulih ketimbang darah seutuhnya. Pada kondisi normal, seharusnya trombosit sudah dapat pulih dalam waktu dua hari setelah melakukan donor.

Apa Saja Prosedur untuk Melakukan Donor Apheresis?

Sebelum melakukan pemeriksaan kesehatan apa pun, kamu memang diwajibkan untuk melakukan beberapa prosedur sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan tubuhmu. Nah, berikut prosedur yang harus kamu lakukan:

  • Skrining untuk mengetahui adanya infeksi menular lewat transfusi darah pada tubuh pendonor. Tes ini akan menentukan apakah seseorang diperbolehkan untuk melakukan donor apheresis atau tidak.
  • Pengambilan sampel darah sebanyak 3-5 mililiter untuk melakukan pemeriksaan hematologi.
  • Setelah semua pemeriksaan sudah diketahui hasilnya, maka pendonor akan diminta untuk mengisi formulir informed consent.
  • Melakukan pemeriksaan medis dan diberikan penjelasan seputar persiapan untuk donor apheresis.
  • Setelah itu, donor apheresis akan berlangsung selama 1,5-2 jam.
  • Jika sudah selesai, pendonor diminta untuk beristirahat sejenak atau sekitar 10 menit di tempat tidur. Pendonor juga diminta mengonsumsi beberapa menu, seperti susu dan larutan ion untuk membuat tubuh kembali fit.
  • Hasil donor apheresis tersebut kemudian dikirim ke rumah sakit untuk diberikan kepada pasien yang membutuhkan.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Harus Rutin Donor Darah

Nah, itu tadi semua hal yang perlu tahu saat hendak melakukan donor apheresis. Kamu juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan donor darah. Cobalah untuk berbicara dengan dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi hidup sehat dan tips sebelum melakukan donor darah. Ayo, download Halodoc di App Store dan Google Play!