21 August 2018

5 Cara Ampuh untuk Atasi Masuk Angin

 masuk angin, mencegah masuk angin

Halodoc, Jakarta - Masuk angin menjadi penyakit yang paling sering menyerang kekebalan tubuh, terlebih ketika musim penghujan tiba. Uniknya, penyakit satu ini hanya ada di Indonesia, dengan penyebab dan gejala yang tidak tercatat dalam dunia medis. Seringnya, masuk angin dikaitkan dengan kondisi “tidak enak badan” karena angin yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan.

Masuknya angin ini dikaitkan dengan berbagai hal, seperti terlalu lama berada di ruangan ber-AC, terlalu lama beraktivitas di luar rumah, tubuh yang terkena hujan atau tidak mengenakan jaket ketika malam hari, dan masih banyak lagi. Meski begitu, belum ada penelitian yang membuktikan secara medis terkait penyakit ini, terlebih karena gejalanya yang begitu mirip dengan penyakit flu.

Penyebab dan Gejala Masuk Angin

Sama halnya jika kamu terserang penyakit flu, gejala yang sering kamu rasakan mulai dari badan demam dan lelah, bahu terasa keras ketika ditekan, kepala pusing, hidung tersumbat, perut kembung, mual, batuk, hingga radang tenggorokan. Para pakar kesehatan beranggapan bahwa penyakit ini adalah gejala datangnya flu, meski masyarakat ternyata memberikan perbedaan di antara keduanya.

Selain seringnya berinteraksi di luar rumah, penyakit masuk angin juga bisa disebabkan karena kebiasaan buruk, seperti sering begadang dan tidur larut malam, pola makan yang tidak teratur sehingga menyebabkan perut mudah kembung, terlalu banyak asupan kafein, dan sering merokok. Tanpa disadari, kebiasaan buruk inilah yang membuat kamu lebih rentan terserang masuk angin.

Baca juga: Bukan Masuk Angin, Waspada Kalau Terlalu Sering Sendawa

Mengatasi Masuk Angin

Di Indonesia, “kerokan” menjadi cara yang paling banyak dilakukan untuk mengatasi masuk angin. Meski begitu, cara ini dirasa kurang tepat, karena hanya akan membuat pori-pori kulit semakin terbuka dan angin akan semakin mudah masuk ke dalam tubuh. Belum lagi jika gejala yang kamu rasakan adalah mual dan kembung. Jelas saja kerokan menjadi cara penyelesaian yang tidak tepat, karena kerokan ditujukan untuk kulit, bukan bagian pencernaan.

Oleh karena itu, ketika kamu merasa tubuh mengalami gejala masuk angin, segera lakukan tips mengatasi dan mencegah masuk angin berikut ini.

1. Perbanyak Minum Air Putih

Pastikan tubuh kamu mendapatkan asupan cairan yang cukup, karena air akan membantu mengontrol suhu tubuh kamu dan meringankan demam pada tubuh. Kamu bisa mengonsumsi air putih atau teh manis hangat untuk membuat perut lebih nyaman dan mengurangi rasa mual serta kembung. Ketika sedang masuk angin, sebaiknya hindari kafein dan minuman bersoda, karena hanya akan membuat perut semakin begah.

2. Cukup Beristirahat

Tubuh akan kehilangan tenaganya ketika kamu kurang istirahat. Tidak heran jika pada akhirnya kamu akan merasa lesu, lemas, hingga pusing. Kamu perlu mengistirahatkan tubuh agar energi dan stamina yang hilang selama kamu beraktivitas dapat kembali selepas kamu terbangun keesokan paginya. Nantinya, tubuh pun akan kembali segar dan bertenaga. Jadi, hindari begadang.

3. Kenakan Jaket Ketika Bepergian

Udara malam tidak pernah baik untuk tubuh, karena bisa memicu paru-paru basah akibat angin yang terlalu sering menerpa dada dan berbagai penyakit lainnya, termasuk penyakit masuk angin. Oleh karena itu, pastikan kamu mengenakan jaket dengan keadaan tertutup pada bagian depan untuk menghalau angin ke bagian depan tubuh.

Baca juga: Masuk Angin, Penyakit atau Sugesti?  

4. Rutin Berolahraga dan Konsumsi Makanan Bergizi

Olahraga terbukti mampu menjaga daya tahan tubuh. Namun, jangan lupa pula untuk mengimbanginya dengan asupan makanan bergizi dan hindari merokok. Kamu juga perlu menjaga waktu makan, jangan sampai kamu terlambat makan karena bisa memicu perut kembung akibat gas yang terakumulasi di dalam perut.

5. Minum Vitamin

Terakhir adalah konsumsi vitamin C untuk membantu menjaga imunitas tubuh. Kalau kamu tidak sempat membelinya, kamu bisa pakai layanan Apotek Antar dari Halodoc. Namun, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc di ponsel kamu, ya!