24 June 2017

5 Dampak Negatif Jika Bayi Tidak Imunisasi

5 Dampak Negatif Jika Bayi Tidak Imunisasi

Halodoc, Jakarta – Bagi orang tua, kesehatan buah hati selalu menjadi prioritas penting, terlebih saat ini banyak mikroba jahat yang sering memberi dampak negatif pada bayi. Maka dari itu untuk mengantisipasi terjadinya hal negatif pada kesehatan anak, sering kali orang tua memberikan vitamin atau rutin melakukan imunisasi.

Apa itu imunisasi? Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap penyakit. Proses imunisasi mencakup suatu tindakan dengan sengaja memasukkan vaksin berupa mikroba hidup yang dilemahkan atau telah dimatikan. Untuk melakukan imunisasi biasanya vaksin diberikan dengan cara memasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan atau diminum.

Banyak dari anak atau balita yang setelah melakukan imunisasi, mengalami demam sehingga hal ini menjadi pro dan kontra. Namun, dalam hal ini imunisasi sangatlah penting dalam mencegah berbagai penyakit berbahaya yang kita tidak ketahui kedepannya. Lalu bagaimana jika anak yang tidak melakukan imunisasi? Apa dampak jika bayi tidak imunisasi? Berikut adalah 5 dampak jika bayi tidak imunisasi:

1.  Penyakit TBC
Dampak jika bayi tidak imunisasi adalah terkenanya penyakit Tuberculosis (TBC). Untuk mencegah penyakit TBC, bayi sebaiknya diberikan imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG). Vaksin BCG dapat diberikan sejak lahir, imunisasi ini bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh.

Untuk memberikan vaksin BCG pada bayi di atas usia 3 bulan, ada baiknya dilakukan terlebih dahulu uji tuberkulin, dan BCG dapat diberikan kepada bayi apabila hasil dari tuberkulin negatif.

2.  Terjangkit Hepatitis B
Dampak jika bayi tidak imunisasi berikutnya adalah memungkinkan bayi terjangkit infeksi hepatitis. Jenis penyakit ini salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan nyawa pada seseorang, sebab infeksi hepatitis merupakan suatu infeksi virus pada hati.

Virus Hepatitis B adalah  virus yang dapat membahayakan tubuh manusia. Apabila penyakit ini tidak segera diatasi dapat menyebabkan kanker hati. Untuk dapat mencegah penyakit ini, maka ada baiknya bayi diberikan imunisasi HB sesuai dengan jadwal.

Vaksin/imunisasi hepatitis B (HB) yang pertama harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3 – 6 bulan. Jarak antara dua imunisasi hepatitis B minimal 4 minggu guna mencegah penyakit hepatitis B.

3.  Tetanus
Banyak dari kita yang masih belum familiar dengan penyakit yang satu ini, tetanus merupakan penyakit infeksi akut dan seringkali fatal yang disebabkan oleh bakteri Clostridium Tetani yang memproduksi toksin (racun). Racun inilah yang kemudian akan menyebar ke dalam tubuh dan menggangu saraf, yang ditandai dengan meningkatnya tegangan dan kekejangan otot sehingga otot akan menjadi kaku.

4.  Terkena Radang Selaput Otak
Dampak jika bayi tidak imunisasi selanjutnya adalah memungkinkan bayi terkena radang selaput otak. Radang selaput otak atau yang dikenal dengan sebutan meningitis sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Jenis penyakit ini dapat menjangkit siapa saja baik orang dewasa, anak-anak maupun bayi. Agar bayi tidak terkena dengan penyakit meningitis, ada baiknya dilakukan pencegahan dengan melakukan imunisasi HIB. Vaksin/imunisasi HIB diberikan mulai usia 2 bulan dengan jarak pemberian dari vaksin pertama ke vaksin lanjutannya adalah 2 bulan. Vaksin ini dapat diberikan secara terpisah, ataupun melakukan kombinasi dengan vaksin lain.

5.  Polio
Dampak jika bayi tidak imunisasi berikutnya adalah terkena penyakit polio. Penyakit polio merupakan sebuah infeksi virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, khususnya pada bayi yang belum melakukan vaksinasi polio. Penyakit polio dapat menyebabkan kelumpuhan pada seseorang, sebab virus ini menyerang sistem saraf pusat.


Walaupun imunisasi hingga saat ini masih mengalami pro dan kontra, karena menyebabkan bayi mengalami demam sementara. Tetapi setidaknya ke-5 dampak jika bayi tidak imunisasi dapat teratasi. Ingat! Mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Apabila kamu memiliki pertanyaan seputar dunia kesehatan, kamu bisa melakukannya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu dapat menanyakan segala keluhan pada ribuan dokter umum ataupun spesialis seputar kesehatan melalui pilihan metode chat, video call atau voice call secara GRATIS. Segera download aplikasi Halodoc sekarang juga di Google play dan App Store.