• Home
  • /
  • Dari Tremor sampai Kedutan, Ini 5 Gejala Penyakit Saraf

Dari Tremor sampai Kedutan, Ini 5 Gejala Penyakit Saraf

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dari Tremor sampai Kedutan, Ini 5 Gejala Penyakit Saraf

Halodoc, Jakarta - Mau tahu betapa pentingnya sistem saraf di dalam tubuh? Sistem saraf berperan penting dalam pertumbuhan otak, proses belajar dan ingatan, pernapasan, detak jantung, pergerakan tubuh, hingga pikiran dan emosi.

Nah, sudah terbayang apa jadinya ketika sistem saraf rusak? Pastinya, akan timbul sederet masalah pada tubuh. Berbicara saraf, saraf manusia terdiri dari dua sistem, saraf pusat dan saraf tepi. Saraf pusat ini terdiri dari otak dan saraf tulang belakang, sedangkan saraf tepi terdiri dari serabut saraf.

Ingat, saraf bukanlah organ yang bebas penyakit. Banyak faktor yang menimbulkan penyakit atau bahkan kerusakan saraf. Pertanyaanya, seperti apa sih gejala penyakit saraf?

Baca juga: 4 Gangguan Saraf yang Perlu Diketahui

Mulai dari Tremor sampai Kedutan

Gejala yang bisa dirasakan pengidap saat mengalami sakit saraf berbeda-beda, karena tergantung tipe saraf yang mana yang mengalami gangguan atau rusak. Umumnya, gejala-gejala penyakit saraf, yaitu:

  1. Tremor

Sudah tidak asing kan dengan tremor? Pengidapnya mengalami gerakan gemetar yang terjadi secara berulang tanpa disengaja. Pada kebanyakan kasus, tremor biasanya terjadi di tangan dan kepala.

Namun, sebagian kasus lainnya bisa terjadi pada tubuh bagian lain. Contohnya kaki, perut, atau suara bisa ikut bergemetar. Apa sebabnya? Umumnya tremor terjadi karena gangguan pada bagian otak yang berperan dalam mengatur pergerakan otot.

2. Hilangnya Keseimbangan

Hilangnya keseimbangan juga bisa menjadi gejala penyakit saraf lainnya. Pernah merasa akan terjatuh atau tersandung tiba-tiba tanpa sebab yang jelas? Nah, bisa saja kondisi ini menandai gangguan saraf tepi. Gangguan saraf ini yang bisa menyebabkan gangguan persepsi, gangguan serebelum, dan gangguan saraf kranial VIII.

3. Berkeringat Terlalu Banyak

Selain dua hal di atas, gejala penyakit saraf bisa ditandai dengan keringat yang terlalu banyak. Contohnya, bila tubuh mengeluarkan keringat berlebih saat cuaca sedang dingin atau sebaliknya, mengeluarkan keringat yang terlalu sedikit padahal cuaca sedang panas. Nah, kondisi ini bisa saja menandai gejala penyakit saraf otonom.

Baca juga: Penjelasan Gaya Hidup Sehat Mampu Mencegah Gangguan Saraf

4. Kebas atau Mati Rasa

Kebas, kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar juga bisa menandai gangguan penyakit saraf. Keluhan yang muncul sesaat dan berlangsung sementara bukan masalah yang perlu dikhawatirkan. Namun, lain ceritanya bila keluhan ini terjadi berulang kali dan dalam waktu yang lama. Sebaiknya, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

5. Mengalami Disfagia

Pernah mendengar disfagia? Di dalam dunia medis, keluhan ini ditandai dengan sulit menelan. Nah, disfagia ini merupakan salah satu penyakit saraf. Ketika seseorang mengidap disfagia, maka proses penyaluran makanan atau minuman dari mulut ke lambung akan lebih lama. Mereka juga membutuhkan usaha ekstra untuk melewati proses ini.

Gejala penyakit saraf disfagia bukan cuma sulit menelan saja. Pada beberapa kasus, pengidapnya mengalami nyeri saat menelan, atau makanan yang tersangkut di dalam tenggorokan atau dada.

Kaki Nyeri Hingga Kesulitan Bergerak

Rusaknya atau masalah pada pada saraf sensorik bisa menimbulkan gejala rasa nyeri yang hebat secara terus-menerus. Selain itu, bisa pula timbulnya rasa panas atau kesemutan. Umumnya keluhan ini terjadi mulai dari punggung bagian bawah dan menyebar sampai ke bagian kaki. Banyak kondisi yang menyebabkan penyakit saraf sensorik, salah satunya jatuh atau trauma pada sumsum tulang belakang.

Gejala penyakit saraf juga bisa ditandai dengan kesulitan bergerak. Bila kerusakan saraf terjadi pada saraf motorik, maka pengidapnya bisa mengalami kesulitan bergerak atau bahkan kelumpuhan. Di samping itu, kelumpuhan juga bisa menjadi pertanda masalah serius yang membutuhkan penanganan cepat ke rumah sakit terdekat, misalnya stroke.

Baca juga: Yakin Saraf Berfungsi dengan Baik? Intip Tes Saraf Sederhana Ini

Gejala Penyakit Saraf Lainnya

Selain hal-hal di atas, masih banyak lagi gejala penyakit saraf lainnya. Penyakit saraf bisa menimbulkan keluhan atau gejala pada pengidapnya.

Berikut ini gejala penyakit saraf lainnya menurut ahli dari Johns Hopkins Medicine dan National Institutes of Health - MedlinePlus, yaitu:

- Atrofi otot;

- Berbicara jadi cadel;

- Kekakuan otot;

- Sakit kepala yang muncul mendadak dan membandel;

- Kehilangan memori;

- Kehilangan penglihatan atau penglihatan ganda;

- Kehilangan atau kelemahan pada otot;

- Nyeri punggung yang menjalar ke telapak kaki atau bagian tubuh lainnya;

- Kedutan pada mata atau tubuh lainnya yang tidak kunjung membaik.

Mengalami gejala-gejala di atas, atau memiliki keluhan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah.

Referensi:
NIH. MedlinePlus. Diakses pada Desember 2019. Neurologic Diseases.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada Desember 2019. Overview of Nervous System Disorders