15 August 2018

5 Hal Ini Bikin Makan Salad Jadi Tidak Sehat

salad, cara makan salad yang benar, salad dressing

 

Halodoc, Jakarta - Banyak wanita yang percaya bahwa menjaga pola makan yang sehat adalah kunci sukses diet yang sedang dilakukan. Apalagi jika kamu termasuk tipe orang yang malas olahraga, program diet yang hanya mengatur asupan makanan pasti menjadi pilihan utama.

Salah satu menu andalan untuk diet adalah salad, karena salad mengandung banyak serat dari buah dan sayur yang pasti cocok untuk menurunkan berat badan. Konsumsi makanan dengan kandungan serat yang tinggi disinyalir mampu membuat perutmu merasa kenyang lebih lama, sehingga menghindarkanmu dari makan berlebihan.

Namun, jika kamu tidak mengindahkan cara makan salad yang benar, salad malah bisa jadi perusak diet yang sedang kamu lakukan. Simak hal-hal yang membuat salad menjadi tidak sehat dan merusak dietmu berikut ini:

  1. Terlalu Banyak Buah Kering

Untuk menambah kesegaran dalam salad, seringkali orang-orang menambahkan buah kering ke dalamnya seperti apel, nanas, mangga, jeruk, atau stroberi. Namun faktanya, buah kering mengandung gula berlebih yang membuat rasanya seperti permen. Seperempat buah kering pun nyatanya memiliki kandungan gula sebanyak 29 gram. Jadi, pastikan kamu membatasi jumlah buah kering yang kamu masukkan ke dalam salad atau ganti dengan buah asli.

  1. Terlalu Banyak Keju

Keju merupakan sumber kalsium yang bermanfaat untuk tulang, maka menambahkan parutan keju parmesan, mozarella, atau cheddar ke dalam salad akan membuat salad semakin gurih dan lezat. Namun selain mengandung banyak kalsium, keju juga mengandung lemak yang apabila dikonsumsi berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan. Oleh karenanya, batasi takaran keju yang kamu gunakan dalam salad, atau ganti keju tersebut dengan keju rendah lemak yang banyak dijual di pasaran.

Baca juga: Say Yes! Jangan Takut Gendut karena Keju

  1. Salah Memilih Salad Dressing

Lemak yang cukup tinggi pada salad juga dapat ditemukkan pada dressing yang kamu gunakan. Dressing yang biasa dijual di pasaran biasanya mengandung kalori, lemak jenuh, dan natrium yang tinggi. Oleh sebab itu, hindari beberapa jenis salad dressing seperti mayones, thousand island, dan caesar. Beralihlah ke minyak zaitun sebagai salad dressing yang lebih sehat, karena minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk tubuh.

  1. Penambahan Crouton atau Potongan Roti Kering

Salad yang biasa disajikan di restoran-restoran umumnya selalu menambahkan crouton atau potongan roti kering. Jika kamu membuat salad sendiri di rumah, sebaiknya hindari penggunaan roti kering ini. Hal ini disebabkan karena roti kering mengandung glikemik yang cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah. Sebagai gantinya, kamu dapat menggunakan kacang merah sebagai pelengkap salad.

  1. Penambahan Bahan yang Digoreng

Untuk menambahkan kadar protein dalam salad, biasanya daging ayam dipilih untuk melengkapi salad. Jika kamu menginginkan menambahkan daging ayam ke dalam salad, pastikan agar daging tersebut telah diproses dengan cara dikukus, direbus, dan tidak digoreng. Sebab, proses penggorengan dapat membuat kadar lemak di dalam daging ayam menjadi lebih banyak dan memicu kenaikan berat badan.

Baca juga: 5 Ciri Minyak Goreng Sehat yang Layak Dikonsumsi

Itu tadi beberapa hal yang membuat salad menjadi kurang sehat. Selama menjalani program diet, jangan pernah berpikir bahwa salad akan memenuhi semua kebutuhan nutrisi untuk tubuhmu. Tubuhmu tetap membutuhkan karbohidrat dan protein dari sumber makanan lain. Jika kamu hanya mengandalkan salad, bisa jadi tubuhmu akan kekurangan gula dan nutrisi lain, sehingga tubuhmu menjadi kurang fit.

Kalau kamu masih membutuhkan tips lainnya seputar diet sehat, kamu bisa bertanya langsung pada dokter ahli lewat aplikasi Halodoc. Semua keluhan kamu tentang kesehatan akan langsung terjawab melalui fitur live chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!