• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Hal yang Dapat Tingkatkan Risiko Terjadinya Aspergilosis

5 Hal yang Dapat Tingkatkan Risiko Terjadinya Aspergilosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Hal yang Dapat Tingkatkan Risiko Terjadinya Aspergilosis

Halodoc, Jakarta – Apa yang dapat meningkatkan risiko terjadinya aspergilosis? Umumnya beberapa kondisi seperti sistem kekebalan tubuh melemah yang melemah, menurunnya tingkatan sel darah putih, orang yang memiliki ruang udara (rongga) di paru-paru, pengidap asma, dan pengguna terapi kortikosteroid jangka panjang dapat menempatkan seseorang pada risiko aspergilosis. 

Aspergilosis adalah infeksi yang disebabkan oleh jenis jamur aspergilosis. Penyakit ini biasanya memengaruhi sistem pernapasan, tetapi gejala dan tingkat keparahannya sangat bervariasi. Informasi selengkapnya mengenai aspergilosis dapat dibaca di bawah ini!

Fakta dan Risiko Aspergilosis

Jamur yang memicu penyakit aspergillus, ada di mana-mana baik di dalam maupun di luar ruangan. Sebagian besar jenis jamur ini tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis dapat menyebabkan penyakit serius ketika orang dengan sistem kekebalan yang lemah, penyakit paru-paru yang mendasari atau asma menghirup spora jamurnya.

Baca juga: Apa Penyebab Terjadinya Aspergilosis?

Pada beberapa orang, spora memicu reaksi alergi. Bentuk aspergilosis yang paling serius atau biasa disebut aspergilosis invasive, yaitu terjadi ketika infeksi menyebar ke pembuluh darah dan sekitarnya.

Bergantung pada jenis aspergilosis, pengobatan mungkin melibatkan observasi, obat antijamur atau, dalam kasus yang jarang terjadi, pembedahan. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, beberapa kondisi kesehatan dapat menempatkan seseorang pada risiko terinfeksi aspergilosis. Berikut ini keterangan lebih detailnya:

1. Orang dengan sistem kekebalan tubuh melemah

Orang yang menggunakan obat penekan kekebalan setelah menjalani operasi transplantasi terutama sumsum tulang atau transplantasi sel induk atau orang yang memiliki kanker darah tertentu memiliki risiko tertinggi terinfeksi aspergilosis invasif. Orang-orang yang berada pada tahap akhir AIDS juga mungkin berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

2. Tingkat sel darah putih yang rendah

Orang yang telah menjalani kemoterapi, transplantasi organ atau leukemia memiliki kadar sel darah putih yang lebih rendah. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terhadap aspergilosis invasif. Begitu juga dengan penyakit granulomatosa kronis yang merupakan kelainan bawaan yang dapat memengaruhi sel sistem kekebalan.

3. Rongga di paru-paru paru-paru

Orang yang memiliki ruang udara (rongga) di paru-paru mereka berisiko lebih tinggi terkena aspergilloma.

4. Asma atau fibrosis kistik

Orang dengan asma dan fibrosis kistik, terutama mereka yang masalah paru-parunya sudah lama atau sulit dikendalikan, lebih cenderung memiliki respons alergi terhadap jamur aspergilus.

5. Terapi kortikosteroid jangka panjang

Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat meningkatkan risiko infeksi, yang tergantung pada penyakit yang mendasarinya dan obat apa yang sedang digunakan.

Informasi lebih jelas mengenai risiko aspergilosis, bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar urmah.

Komplikasi dan Pencegahan Aspergilosis

Tergantung pada jenis infeksi, aspergilosis dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari pendarahan, baik aspergilloma maupun aspergilosis invasif dapat menyebabkan perdarahan yang parah dan terkadang fatal di paru-paru.

Komplikasi paling serius dari aspergilosis invasif adalah penyebaran infeksi ke bagian lain dari tubuh, terutama otak, jantung, dan ginjal. Aspergilosis invasif menyebar dengan cepat dan mungkin berakibat fatal.

Baca juga: Aspergilosis Terjadi Ketika Jamur Masuk ke Paru-Paru

Hampir tidak mungkin untuk menghindari paparan aspergilus, tetapi jika kamu telah menjalani transplantasi atau sedang menjalani kemoterapi, cobalah untuk menjauh dari tempat-tempat di mana kamu mungkin terpapar jamur, seperti lokasi konstruksi, tumpukan kompos dan bangunan yang menyimpan serbuk-serbuk gergaji atau barang-barang lainnya. 

Jika kamu memiliki sistem kekebalan yang melemah dan punya masalah paru-paru, dokter mungkin menyarankan untuk memakai masker wajah agar tidak terkena aspergilus serta agen infeksi lain di udara. Aspergilus adalah jamur yang dapat menyebabkan berbagai penyakit infeksi dan alergi tergantung pada status kekebalan tubuh serta struktur paru orang tersebut.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
National Health Service. Diakses pada 2020. Aspergillosis.