06 August 2018

5 Penyakit dengan Gejala Telinga Berdenging

telinga berdenging

Halodoc, Jakarta - Gangguan pada kepala dan telinga bisa menyebabkan telinga berdenging. Secara fisik, sebetulnya tidak ada organ yang betul-betul berdenging, berdesis, atau menimbulkan bunyi lainnya. Suara berdenging yang terdengar hanyalah persepsi akibat kelainan pada organ dalam telinga. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah tinnitus. Tinnitus atau telinga berdenging sebetulnya bukan merupakan sebuah penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit lain yang berkaitan dengan organ atau anatomi tubuh di sekitar telinga.

Telinga berdenging sebetulnya kondisi yang cukup umum, terjadi pada 1 dari 5 orang. Meski mengganggu, pada umumnya telinga berdenging tidak menandakan masalah serius dan bisa hilang dengan sendirinya. Usia tua, yaitu sekitar 65 tahun merupakan faktor risiko munculnya suara berdenging. Selain itu, kecelakaan atau trauma di kepala bisa menyebabkan tinnitus, seperti jika bola basket membentur kepala kamu. Umumnya suara dengingan akan langsung hilang segera setelah kesadaran kamu kembali pulih.

Jika telinga berdenging yang dialami sampai mengganggu dan timbul terus menerus hingga menghalangi kemampuan mendengar, maka kamu perlu waspada. Kabar baiknya, kondisi ini bisa ditangani dengan bantuan medis. Agar lebih jelas, kamu perlu lebih dulu mengetahui penyakit apa yang menyebabkannya.

1. Aterosklerosis

Seiring bertambahnya usia dan tingginya penumpukan kolesterol serta zat lainnya di aliran darah, pembuluh darah besar yang berada dekat dengan telinga bagian dalam bisa kehilangan elastisitasnya. Elastisitas sangat dibutuhkan pembuluh darah untuk mengikuti ritme jantung. Ketika pembuluh darah tidak cukup elastis, aliran darah menjadi lebih kuat sehingga telinga bisa mendengar detak jantung. Umumnya orang yang mengidap aterosklerosis bisa mendengar tinnitus tipe ini di kedua telinganya.

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

2. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah gangguan pendengaran yang umumnya disebabkan kelebihan cairan di dalam telinga, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan infeksi virus seperti meningitis. Salah satu gejala utama serangan penyakit Meniere adalah telinga berdenging atau tinnitus. Selain itu, pengidap penyakit Meniere juga mengalami vertigo, yaitu kepala terasa pusing berputar yang muncul dan hilang secara mendadak. Pengidap Meniere juga akan merasakan tekanan pada telinga, kehilangan kemampuan pendengaran yang datang dan pergi, sebelum akhirnya kehilangan kemampuan pendengaran sepenuhnya.

Baca juga: Kurangi Dampak dan Gejala Meniere dengan Cara Ini!

3. Neuroma Akustik

Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh di saraf kranial. Saraf kranial sendiri adalah saraf yang melintang dari otak ke telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengontrol keseimbangan dan pendengaran. Neuroma akustik juga dikenal dengan nama vestibular schwannoma. Tumor jinak yang tidak berpotensi menjadi kanker ini biasanya menyebabkan telinga berdenging di satu sisi, hanya kanan atau kiri saja.

4. Tumor di Kepala atau Leher

Tumor kepala atau leher yang menekan aliran darah di kepala atau leher bisa menyebabkan telinga berdenging dan gejala lainnya, tergantung pada lokasi tumor dan tingkat keparahannya.

Baca juga: Yang Harus Ibu Tahu Saat Anak Mengeluh Sakit Kepala

5. Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi dan faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan tekanan darah, seperti stres, alkohol, dan kafein bisa menyebabkan dengingan di telinga makin terasa.

Jika telinga berdenging yang kamu rasakan tak kunjung hilang, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui penyebabnya. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tentang keluhan yang kamu alami, tanpa perlu ke luar rumah. Kamu juga bisa membeli obat dan vitamin lewat Halodoc, lho! Pesanan kamu akan dikirim ke tujuan dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!