• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Penyakit yang Memperbolehkan Anak Bolos Sekolah

5 Penyakit yang Memperbolehkan Anak Bolos Sekolah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Penyakit yang Memperbolehkan Anak Bolos Sekolah

Halodoc, Jakarta – Saat memasuki pergantian musim, cuaca menjadi penyebab utama seseorang mengalami penurunan kesehatan. Hal ini juga berlaku untuk anak, apalagi daya tahan tubuh mereka juga masih belum sekuat orang dewasa. Apabila mereka merasa tubuh mereka kurang fit, biasanya mereka akan merengek kepada orangtuanya untuk tidak masuk sekolah.

Nah, di sini orangtua tidak harus selalu menuruti kemauan tersebut karena bisa saja mereka hanya berpura-pura agar bisa bolos sekolah. Namun ada pula saat-saat di mana orangtua memutuskan bahwa anak perlu beristirahat di rumah. Untuk itu, berikut ini ialah sakit pada anak yang membutuhkan istirahat di rumah.

(Baca juga: Tetap Sehat Di Musim Hujan? Bisa kok!)

Demam

Penyakit ini ialah yang paling mudah dideteksi oleh orangtua, penanganannya pun mudah. Meski demikian, orangtua tidak boleh menyepelekan demam Si Kecil bila suhu tubuhnya lebih dari 38°C. Ada baiknya kamu membiarkannya beristirahat di rumah agar suhu tubuhnya segera turun.

Demam biasanya akan diiringi dengan rasa pening, sehingga anak tidak akan bisa fokus apabila tetap dipaksa belajar di sekolah. Selain itu, apabila suhu tubuhnya tidak segera turun, kamu harus segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Ini karena demam pada anak dikhawatirkan merupakan gejala penyakit lain yang lebih serius.

Muntaber

Ada beberapa hal yang menyebabkan anak terserang muntaber yang disebabkan karena keracunan makanan, infeksi kuman, atau intoleransi laktosa. Untuk memutuskan apakah si anak boleh pergi ke sekolah atau tidak, kamu bisa memerhatikan seberapa sering ia pergi ke toilet.

Apabila ia pergi ke toilet lebih dari 2-3 kali dalam 1 jam, tentu ini mengganggu rutinitas mereka. Oleh karena itu ia harus dibiarkan istirahat di rumah. Ibu juga harus mengusahakan agar si anak tidak dehidrasi dengan memberinya air minum yang banyak. Jika diare tak kunjung berhenti, segeralah membawanya ke dokter.

Flu

Flu biasanya menyebabkan hidung anak tersumbat, berlendir, dan batuk. Apabila lendirnya tidak banyak dan batuknya ringan, anak tetap boleh ke sekolah dengan menggunakan masker. Tetapi jika lendirnya tebal dan batuknya semakin sering hingga disertai demam, kamu harus segera membawanya ke dokter untuk segera ditangani. Flu sendiri adalah penyakit yang mudah menular, sehingga apabila anak tetap ke sekolah ia bisa menularkan ke teman-temannya.

Mata Merah

Kamu tidak bisa menganggap remeh saat mata anak terlihat kemerahan saat ia bangun tidur. Mata merah biasanya memiliki banyak kotoran dan membuatnya sulit dibuka. Ibu harus membiarkannya untuk tetap tinggal dirumah agar tidak menularkan hal ini kepada teman-temannya di sekolah.

Ruam

Ruam bisa disebabkan karena alergi atau tanda penyakit serius lainnya. Ibu harus segera bertemu dokter untuk mengonsultasikannya agar dapat diketahui penanganan yang tepat. Meski tidak terlalu berbahaya dan tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah, apabila ruam yang terjadi pada anak ini akibat campak atau cacar jerman, kamu harus membiarkannya istirahat di rumah.

Kutu Rambut

Kutu pada rambut membuat anak sering menggaruk kepalanya. Apabila kamu merasa anak memiliki kutu, maka anak harus tinggal di rumah agar tidak menularkannya kepada teman-teman di sekolah.

Selain itu, setiap hari ibu harus selalu memastikan Si Kecil mendapatkan asupan gizi yang tepat agar ia tidak gampang sakit. Selain bisa didapatkan melalui makanan sehat, nutrisi tersebut juga bisa ibu dapatkan melalui suplemen makanan atau vitamin.

Sekarang ibu tidak perlu repot lagi untuk  ke luar rumah untuk membelikan Si Kecil obat/vitamin. Ibu bisa memanfaatkan fitur Pharmacy Delivery di aplikasi Halodoc. Ibu hanya tinggal pesan obat/vitamin yang dibutuhkan Si Kecil melalui aplikasi Halodoc dan pesanan ibu akan diantar dalam satu jam. Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

(Baca juga: Ini 5 Penyakit yang Bisa Memengaruhi Kecerdasan Anak)