5 Peregangan Terbaik sebelum Berolahraga

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Peregangan Terbaik sebelum Berolahraga

Halodoc, Jakarta – Pemanasan dan peregangan menjadi hal utama yang wajib kamu lakukan sebelum mulai berolahraga. Mengapa? Karena ini akan membuat otot tubuh menjadi lebih lentur sekaligus menghindari terjadinya cedera. Tanpa keduanya, otot yang kaku akan “kaget” saat dipaksa melakukan gerakan-gerakan yang terbilang cukup berat, sehingga kamu akan lebih rentan terkena keseleo.

Lain jenis olahraganya, lain pula jenis peregangan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa saja jenis gerakan peregangan sebelum olahraga. Apa saja, simak ulasannya berikut ini:

  1. Peregangan Dinamis

Peregangan dinamis merupakan gerakan tubuh yang dilakukan melalui beragam tantangan. Meski terlihat melelahkan dan sedikit memerlukan tenaga ekstra, peregangan ini tetap nyaman dilakukan berulang kali, umumnya 10 hingga 12 kali. Peregangan dinamis juga memerlukan adanya koordinasi otot tubuh yang lebih tinggi.

Terapis fisik, para atlet, juga instruktur senam begitu menggemari pergerakan dinamis sebelum memulai latihan fisik. Hal ini disebabkan karena peregangan ini bisa lebih meningkatkan mobilitas dan gerak fungsional saat berolahraga.

(Baca juga: 4 Olahraga Sehat Tanpa Harus ke Gym)

  1. Peregangan Statis

Gerakan peregangan sebelum olahraga selanjutnya adalah peregangan statis. Peregangan ini paling banyak dilakukan sebelum olahraga senam karena sangat efektif untuk meningkatkan fleksibilitas otot tubuh. Meski gerakan-gerakannya cukup menantang, peregangan statis akan membuat tubuh terasa lebih nyaman jika dilakukan dengan benar.

Melakukan peregangan statis membutuhkan kehati-hatian, karena gerakannya berkaitan dengan ketegangan otot tubuh. Biasanya, gerakannya hanya diulang sebanyak dua kali delapan hitungan. Nah, saat otot tubuhmu mulai terasa sakit, sebaiknya kamu berhenti sebentar sebelum memulai lagi, supaya otot tubuhmu yang tertarik tidak mengalami cedera.

  1. Peregangan Isometrik

Tak hanya otot, sendi juga butuh peregangan. Nah, aktivitas peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas sendi disebut dengan peregangan isometrik. Aktivitas ini sangat efektif untuk meningkatkan capaian gerakan sendi dan akan membuat bagian ligamen juga tendon tubuh kamu menjadi lebih kuat.

Salah satu contoh gerakan peregangan sebelum olahraga tipe ini adalah melakukan gerakan yang berlawanan dengan arah normal. Misalnya, angkat salah satu kaki kamu ke belakang. Selanjutnya, mintalah bantuan pasangan kamu untuk memegang kaki tersebut dan menariknya lebih tinggi.

  1. Peregangan Aktif

Peregangan aktif adalah melakukan peregangan berkebalikan terhadap otot yang sedang kamu regangkan. Aktivitas ini dilakukan tanpa bantuan alat bantu peregangan. Intinya, peregangan aktif adalah pengenduran otot yang perlakuannya bergantung terhadap kekuatan otot lainnya. Meski demikian, peregangan aktif juga termasuk jenis stretching yang menantang, karena sepenuhnya bergantung pada kekuatan otot tubuh.

(Baca juga: 4 Latihan Kardio yang Efektif Turunkan Berat Badan)

  1. Peregangan Pasif

Berkebalikan dengan peregangan aktif, peregangan pasif dilakukan dengan bantuan alat bantu peregangan, seperti tali atau bahkan pasangan kamu saat berolahraga. Dengan kata lain, alat bantu menjadi tenaga utama yang akan membantu kamu melakukan peregangan ini. Tentu saja ini membuat kamu jadi tidak banyak mengeluarkan tenaga.

Meski demikian, kamu tetap harus berhati-hati, karena selalu ada risiko bahwa kekuatan dari luar jauh lebih besar dibandingkan dengan dari dalam tubuh kamu sendiri. Ini akan membuat kamu rentan mengalami cedera. Oleh karena itu, pastikan kamu memberikan arahan yang benar kepada partner kamu saat melakukan peregangan ini.

 

Itu tadi lima jenis gerakan peregangan sebelum olahraga yang bisa kamu lakukan sebelum memulai latihan fisik. Kalau ada yang ingin kamu tanyakan seputar aktivitas peregangan, langsung saja buka fitu live chat di aplikasi Halodoc. Fitur ini bisa kamu gunakan untuk bertanya langsung pada dokter ahli sesuai dengan permasalahan yang kamu hadapi. Yuk, download aplikasi Halodoc dari Google Play Store dan App Store!