5 Profesi Ini Rawan Ancaman Radikal Bebas

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5-profesi-ini-rawan-ancaman-radikal-bebas-halodoc

Halodoc, Jakarta - Radikal bebas merupakan salah satu bagian dari proses alami pada tubuh. Bersifat reaktif, karena radikal bebas dapat merusak jaringan dan organ tubuh manusia. Sumbernya bisa dari dalam tubuh sendiri maupun dari luar tubuh.

Radikal bebas yang dihasilkan dari dalam tubuh berasal dari proses metabolisme dan berbagai reaksi kimia yang terjadi pada tubuh. Radikal bebas dapat dihasilkan tubuh saat bernapas, mencerna makanan, atau sedang berolahraga. Sedangkan, radikal bebas yang bersumber dari luar tubuh dapat bersumber dari asap rokok, polusi udara, bahan kimia tertentu, paparan sinar matahari, dan makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Ketika seseorang terpapar zat ini dalam kadar yang berlebihan, tubuh bisa saja mengalami kerusakan jaringan dan organ. Akibatnya, orang jadi sulit bekerja dengan all out, lho. Kondisi ini tentu sulit dihindari, apalagi ketika seseorang memiliki profesi yang rawan terhadap paparan radikal bebas, seperti:

1. Pekerja Konstruksi

Pekerja konstruksi merupakan salah satu profesi yang rawan terpapar radikal bebas. Pekerja di bidang ini akan menghirup debu dari pembongkaran atau renovasi suatu bangunan. Jika pekerja tidak memerhatikan kesehatannya, penyakit asbestosis bisa saja terjadi. Asbestosis sendiri merupakan penyakit paru-paru kronis akibat paparan asbes atau serat asbes dalam waktu lama.

2. Jurnalis

Bekerja mengejar berita teranyar menjadikan jurnalis harus bekerja cepat menuju lokasi peliputan berita. Mobilitas yang tinggi membuat para jurnalis bisa jadi lebih sering menggunakan transportasi umum atau motor untuk berpindah tempat. Kebiasaan inilah yang bisa meningkatkan berisiko terkena penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena paparan radikal bebas dari polusi udara.

3. Polisi Lalu Lintas

Petugas kepolisian yang bekerja di dinas lalu lintas hampir selalu berada di luar ruangan dalam jangka waktu lebih dari 5 jam. Kebiasaan ini membuat risiko paparan radikal bebas meningkat dan ancaman gangguan pernafasan juga tinggi.

4. Pekerja Tambang

Pekerja tambang mempunyai risiko lebih besar mengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau pneumokoniosis. Pneumokoniosis sendiri merupakan kelainan yang terjadi akibat adanya penumpukan debu dalam paru-paru.

5. Petugas Pemadam Kebakaran

Seringnya menghirup asap yang mengandung berbagai macam bahan kimia didalamnya akan membuat profesi yang satu ini rentan terpapar zat-zat beracun yang dapat berisiko pada kesehatan paru-paru jangka panjang.

Setiap profesi yang dijalani memang risikonya masing-masing, tetapi alangkah baiknya jika dapat meminimalisir dampaknya terhadap kesehatan. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi suplemen antioksidan yang mampu menangkal dampak radikal bebas.

Nah, kamu bisa memilih suplemen Astria, yakni suplemen yang mengandung antioksidan alami dengan jumlah 110 kali lipat lebih besar dari vitamin E, dan 6.000 kali lipat lebih kuat dari vitamin C. Dengan konsumsi suplemen Astria secara rutin, kamu bisa menjaga kesehatan jaringan dan organ dalam tubuh dari radikal bebas. Kandungan astaxanthin alami dalam suplemen  Astria mampu menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Dengan terpenuhinya kebutuhan antioksidan dalam tubuh, kamu jadi bisa bekerja lebih all out setiap saat.

Kini suplemen Astria ini dapat dengan mudah kamu beli dengan aplikasi Halodoc. Tanpa repot, pesanan kamu akan diantar sampai ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasinya segera, ya!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. 10 Risky Jobs for Your Lungs.
Health. Diakses pada 2019. 13 Worst Jobs for Your Lungs.