28 March 2018

5 Tips Agar Lari jadi Menyenangkan

5 Tips Agar Lari jadi Menyenangkan

Halodoc, Jakarta – Lari adalah jenis olahraga kardio yang banyak disukai. Ini karena olahraga lari bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Selain itu, lari juga punya banyak manfaat untuk tubuh seperti menjaga kesehatan lutut, mengurangi berat badan, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko jantung koroner. Meski begitu, untuk beberapa orang, olahraga lari perlu dilakukan sungguh-sungguh. Agar olahraga lari yang kamu jalankan lebih menyenangkan, simak lima tips membuat lari menyenangkan berikut ini, yuk!

1. Buat Jadwal Lari

Hal yang rutin dilakukan biasanya lebih ringan dijalankan, termasuk olahraga lari. Semakin rutin kamu lari, maka otot-otot tubuh bagian bawah dan perut semakin terbentuk sehingga kamu bisa berlari dengan ringan dan nyaman. Agar kamu termotivasi, kamu bisa membuat jadwal rutin lari setidaknya seminggu satu kali. Jika belum terbiasa, kamu bisa memulainya dengan lari jarak pendek. Setelah terbiasa dan terasa ringan, kamu bisa menambah jarak lari secara bertahap.

2. Lakukan secara Bertahap

Kamu enggak perlu terburu-buru untuk sampai tujuan. Cukup lari secara perlahan dan sesuaikan dengan kemampuan.  Dengan melakukan ini, kamu akan terhindari dari dari risiko cedera dan membuat kamu lebih menikmati olahraga lari sambil menikmati pemandangan sekitar.

3. Lari Bareng Teman

Agar lebih menyenangkan, kamu bisa mengajak teman untuk lari bersama. Karena tanpa disadari, olahraga bareng teman bisa memicu semangat kamu untuk meningkatkan performa lari dan mencapai target yang lebih baik. Dengan lari bersama teman kamu juga bisa sambil berbincang dan berbagi cerita sehingga lari kamu tidak terasa melelahkan. (Baca juga: 5 Alasan Olahraga Bareng Teman Lebih Seru)

4. Mendengarkan Musik

Beberapa orang mendengarkan musik sambil berlari. Ini sah-sah saja, apalagi jika olahraga lari kamu dilakukan di tempat yang tertutup atau jauh dari lalu lalang kendaraan. Mendengarkan musik sambil berlari dapat membuat otak tetap fokus, mencegah kecemasan tentang jarak tempuh lari, dan mengalihkan perhatian dari rasa lelah yang mungkin muncul saat berlari. Sebuah studi bahkan menyebutkan bahwa berlari sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan daya tahan sebesar 10 hingga 15 persen. Jika kamu ingin berlari sambil mendengarkan musik, sebisa mungkin jaga volume musik tetap rendah, ya.

5. Pemanasan dan Pendinginan

Pemasanan adalah cara mempersiapkan tubuh untuk lari, sedangkan pendinginan adalah proses pemulihan tubuh ke kondisi semula. Keduanya juga dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera dan kram otot saat berlari. Itu mengapa pemanasan dan pendinginan sangat penting dilakukan sebelum dan sesudah berlari. Kamu bisa pemanasan dan pendinginan dengan berjalan kaki atau peregangan tubuh setidaknya selama 5 hingga 10 menit. Dan sebisa mungkin, hindari berhenti lari secara tiba-tiba karena ini dapat menyebabkan otot menjadi kaku. (Baca juga: Hindari Cedera, Lakukan Pemanasan Sebelum dan Sesudah Lari Berikut Ini)

Agar tidak cedera, jangan lupa untuk melakukan pemanasan sebelum lari, ya. Kamu juga bisa menanyakan ke dokter Halodoc tentang pertolongan pertama saat cedera, sehingga kamu enggak perlu panik kalau tiba-tiba cedera saat berolahraga. Kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice Call, atau Video Call. Jadi, ayo download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. (Baca juga: 5 Cedera yang Sering Dialami Para Runner)