• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Trik untuk Menebalkan Rambut Bayi

5 Trik untuk Menebalkan Rambut Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ketebalan rambut sebenarnya juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Jadi, ketika orangtua mendapati rambut bayi tidak setebal yang diharapkan, jangan terlalu waswas. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP), kebanyakan bayi kehilangan sebagian atau bahkan semua rambut mereka dalam beberapa bulan pertama kehidupan dan ini sangat normal.

Kerontokan rambut ini disebut alopecia dan pada bayi pemicunya mulai dari hormon sampai posisi tidur. Rambut rontok bayi biasanya tidak memiliki kaitan dengan kondisi medis apapun. Bagaimana cara menebalkan rambut bayi? Informasi selengkapnya ada di bawah ini!

1. Lidah Buaya 

Pasti sudah pernah mendengar informasi kalau lidah buaya memiliki manfaat yang luar biasa untuk rambut dan kulit. Lidah buaya juga bisa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut bayi. Caranya ambil daging buaya dan cucikan pada rambut bayi.

Baca juga: Fakta Tentang Rambut Rontok yang Harus Diketahui

2. Minyak Zaitun

Cara menebalkan rambut bayi juga bisa dilakukan dengan meminyaki rambut anak dengan minyak zaitun. Tidak perlu terlalu banyak, secukupnya saja mulai dari kulit kepala sampai ujung rambut.

3. Mengonsumsi Makanan Sehat

Menebalkan rambut bayi tidak semata dilakukan dengan cara perawatan rambut dan kulit kepala saja, tetapi juga menjaga pola makannya. Pastikan konsumsi makanan anak tetap bernutrisi sesuai dengan kebutuhannya. 

Setelah bayi mulai makan-makanan padat atau setengah padat, penting untuk memasukkan sebanyak mungkin makanan bergizi ke dalam makanannya. Salah satunya adalah makanan yang kaya akan vitamin D. Vitamin ini mendorong pertumbuhan rambut. Sayuran, seperti labu dan ubi baik untuk pertumbuhan dan ketebalan rambut anak.

4. Memotong Rambut Anak Secara Perkala

Memotong rambut/trim dapat membantu pertumbuhan rambut. Jangan merasa sayang untuk memotong rambut anak, toh rambutnya akan tumbuh kembali seiring berjalannya waktu.

5. Perhatikan Jadwal Keramas

Ternyata, terlalu sering mencuci rambut bayi juga bisa membuat kulit kepala kering. Ada baiknya orangtua mulai memerhatikan kapan waktu yang tepat untuk mencuci rambut bayi. Pastikan juga produk yang digunakan aman dan sesuai dengan kulit kepala anak. 

Baca juga: Alami Kebotakan di Usia Muda, Inilah Penyebabnya

Jika butuh informasi ataupun rekomendasi mengenai produk yang aman untuk digunakan bayi yang baru lahir, bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Ketahui Penyebab Kerontokan Rambut Bayi

Bayi lahir dengan semua folikel rambut. Saat lahir, beberapa folikel biasanya dalam fase istirahat (disebut fase telogen) dan yang lain dalam fase pertumbuhan (fase anagen). Namun, faktor-faktor tertentu dapat mempercepat fase telogen menyebabkan rambut rontok.

Persalinan adalah peristiwa yang membuat stres tidak hanya pada ibu, tetapi juga bayi. Dan stres ini dapat berkontribusi pada efluvium telogen dan kerontokan rambut. Bayi mungkin mengalami kerontokan di bagian belakang kepala karena kulit kepala bergesekan dengan permukaan keras mulai dari kasur ataupun kereta bayi. 

Rambut rontok seperti ini disebut neonatal oksipital alopecia. Biasanya kerontokan di bagian belakang kepala bayi mulai tumbuh ketika bayi sudah bisa berguling biasanya pada akhir bulan ketujuh. Kerontokan rambut bayi ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ibu dengan usia di bawah 34 tahun dan bayi yang dilahirkan normal. Selama tidak ada indikasi kesehatan tertentu sebaiknya tidak perlu khawatir.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What It Means If Your Baby Is Losing Hair.
Mommy In Me. Diakses pada 2020. 10 best ways to grow baby hair faster.
First Cry Parenting. Diakses pada 2020. 10 Tips for Baby Hair Growth.