09 June 2016

5 Ucapan Orang Tua yang Menyakiti Anak

5 Ucapan Orang Tua yang Menyakiti Anak

Halodoc, Jakarta - Terdapat beberapa faktor pertumbuhan pada anak selain faktor fisik yang mesti diperhatikan. Salah satunya yaitu faktor psikologis, seperti perkataan yang orang tua berikan kepada si kecil. Oleh karena itu, hindari perkataan atau kalimat yang mempunyai dampak negatif bagi psikologis anak. Berikut adalah 5 ucapan orang tua yang menyakiti anak:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

1. "Ini bukan urusan anak kecil..."
Pada masa pertumbuhan, anak memiliki rasa ingin tahu yang besar dan ingin mencoba sesuatu yang baru, sehingga wajar jika ia selalu ingin tahu. Jika ada masalah yang tidak seharusnya tidak ia ketahui, sebaiknya berikan penjelasan dengan cara yang benar dan tidak menekankan kalau mereka masih kecil. Bicara dengan cara yang lembut dapat membuat anak mengerti.

2. "Dasar anak nakal..."
Hindari mengucapkan kalimat negatif kepada anak Anda, seperti "dasar kamu anak nakal !" Cobalah ganti perkataan tersebut dengan kalimat yang lebih halus dan positif.

3. "Nanti Ayah/Ibu tidak sayang lagi!"
Mengancam sang buah hati dengan kalimat tidak sayang lagi kepada mereka, juga merupakan salah satu ucapan yang akan berdampak negatif bagi psikologis anak. Mereka pun dapat mengingat kalimat ini hingga mereka menginjak usia dewasa.

4. "Kenapa sih anak Ibu seperti ini?"
Pada umumnya kalimat ini terlontar karena orangtua sedang merasa kesal pada anak. Anak yang sudah bisa berpikir secara kritis, sehingga akan mengira bahwa kita sebagai orangtua menyesal telah memiliki anak seperti dirinya. Anak Anda pun tentunya akan merasa tidak diterima dengan baik didalam keluarga.

5. Membandingkan dengan anak lain
Seringkali orangtua melakukan perbandingan antara adik dengan kakak, maupun dengan teman bermainnya. Meskipun terlihat tidak begitu penting, namun hal ini bisa menurunkan rasa percaya diri anak. Padahal rasa percaya diri adalah modal utama untuk perkembangan psikologis anak di kemudian hari, hingga anak Anda bertumbuh dewasa.

Bicarakan masalah tumbuh kembang anak dengan dokter yang tepat. Gunakan Halodoc dimana saja Anda berada dan bicarakan masalah kesehatan si kecil melalui Chat, Video Call dan Voice Call. Download aplikasi Halodoc sekarang melalui App Store dan Google Play.

 

Puasa sering kali dijadikan alternatif sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan agar dapat tampil dengan prima. Namun, faktanya tidak semudah itu.

Perubahan pola makan yang terjadi selama berpuasa dapat membuat tubuh Anda menjadi kurang bertenaga, jika asupan nutrisi kurang dan istirahat tidak cukup. Oleh karena itu, memperoleh zat gizi yang cukup dan lengkap begitu penting dipenuhi, baik ketika sahur maupun berbuka puasa.

Lalu bagaimana cara sukses menurunkan berat badan di bulan puasa? Mari ikuti pola makan sehat berikut ala Slim Gourmet untuk mengoptimalkan diet keluarga HaloDoc selama bulan puasa.

Ketika Sahur

  1. Konsumsi makanan yang mengandung serat dan karbohidrat kompleks tinggi, seperti buah, sayur, dan whole wheat, pada saat sahur dapat membantu memperpanjang rasa kenyang selama berpuasa.
  2. Hindari makanan yang asin, cepat saji, pedas atau acar karena mengonsumsi makanan tersebut akan meningkatkan rasa haus sesaat berpuasa.
  3. Perbanyak asupan cairan, baik dari air putih ataupun makanan yang banyak mengandung cairan seperti buah, sayur dan sup.
  4. Usahakan untuk konsumsi makanan sahur sekitar setengah jam sebelum imsak.

Ketika Berbuka Puasa

  1. Anda disaran untuk minum segelas air dahulu sebelum mengonsumsi makanan untuk optimalkan asupan cairan karena tubuh mengalami dehidrasi selama berpuasa. Ingat kebutuhan air minimal 10 gelas/hari.
  2. Berbuka dengan perlahan untuk menghindari sakit perut saat berbuka. Sebaiknya tidak disarankan untuk langsung berbuka dengan makanan yang berat. Anda dapat memulainya dari meminum air putih, diikuti ta’jil dan kemudian makanan utama dengan waktu berjarak 1.5 jam dari waktu berbuka. Hal tersebut dilakukan agar perut siap untuk mencerna makanan.
  3. Pilihlan makanan dengan kandungan gula yang cukup serta rendah lemak untuk mengembalikan kadar gula darah yang turun selama berpuasa ke normal.
  4. Konsumsi makanan secukupnya dengan porsi yang tidak berlebihan.

Berpuasa di bulan Ramadhan dipastikan tidak akan mengganggu pola diet sehat keluarga HaloDoc . Hanya saja Anda menyesuaikan pola makan sehat seperti yang telah dijelaskan diatas. Semoga tips dapat bermanfaat bagi keluarga HaloDoc dan bisa diimplimentasikan untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin & selamat menunaikan ibadah puasa.

Jocelyn Halim BSc MHM MNutriDiet
Director of SlimGourmet & KidzGourmet diet catering