17 May 2018

6 Cara Mudah Atasi Kantuk Saat Puasa

6 Cara Mudah Atasi Kantuk Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Selama bulan puasa, kamu harus bangun lebih pagi untuk sahur. Tentu saja, ini membuat siklus tidur kamu mengalami perubahan. Jam tidur yang lebih sedikit pasti akan membuat kamu mudah diserang kantuk pada siang harinya. Terlebih, tubuh kamu tidak mendapatkan asupan nutrisi selama lebih dari 12 jam. Tubuh lemas dan rasa cepat mengantuk pun tidak bisa dihindari.

Namun, ini bukan masalah serius, kok. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi ngantuk saat puasa, supaya produktivitas tetap terjaga dan aktivitas pun tetap bisa selesai tepat pada waktunya. Apa saja? Yuk simak ulasannya berikut ini!

Sering-Sering Bergerak

Salah satu penyebab kamu merasa cepat kantuk pada siang hari adalah karena kurangnya suplai oksigen pada otak. Nah, agar tidak terjadi, kamu harus sering bergerak, jangan duduk saja di depan meja kerja. Lakukan gerakan peregangan ringan atau berjalan kaki. Tidak harus lama-lama, 10 menit saja sudah cukup kok.

Berdasarkan salah satu hasil penelitian, diungkapkan bahwa berjalan kaki sejenak bisa mengisi kembali energi tubuh untuk dua jam ke depan. Hal ini disebabkan karena saat berjalan kaki, tubuh akan memompa oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh, terutama ke otak. Inilah yang membuat rasa kantuk lenyap.

(Baca juga: Hal Ini Terjadi pada Otak ketika Berpuasa)

Berkomunikasi dengan Rekan Kerja

Setiap beberapa jam sekali, coba relaksasikan pikiran dari beban pekerjaan yang sedang kamu hadapi. Salah satu caranya adalah dengan mengobrol. Seorang ahli gangguan tidur dari Amerika Serikat, dr. Barry Krakow mengatakan, mengobrol mampu meningkatkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi juga kewaspadaan diri. Obrolan ringan tidak salah, tetapi kamu akan lebih merasakan efeknya dalam mengusir kantuk saat memilih topik pembicaraan serius dan terbilang berat.

Cari Pemandangan Baru

Terlalu lama berfokus pada pekerjaan dan memandangi layar komputer tentu membuat mata cepat terasa lelah. Hal ini akan menyebabkan kamu mudah mengantuk untuk mengurangi dampak kelelahan mata. Oleh karena itu, cobalah untuk melihat ke arah lain, misalnya pada langit atau pepohonan yang terlihat dari balik jendela kantor. Lakukan selama 20 detik dan ulangi setiap 20 menit sekali dan mata pun akan kembali segar.

Atur Pola Tidur Malam dan Hindari Begadang

Waktu tidur kamu selama bulan puasa memang berkurang. Namun, kamu tidak perlu memperburuk keadaan dengan begadang. Istirahat malam sangat penting untuk tubuh, karena pada saat itu terjadi regenerasi sel dan pembentukan kekebalan tubuh. Meskipun sebentar, usahakan tidur kamu memang berkualitas.

Caranya, atur kamar tidur kamu senyaman mungkin. Jika udara terasa gerah dan panas, nyalakan pendingin atau kipas angin. Jauhkan diri dari ponsel, karena bermain ponsel sebelum tidur malah akan membuat rasa kantuk hilang. Kamu juga bisa meredupkan atau mematikan lampu kamar agar tidak silau.

(Baca juga: 4 Tips Cegah Maag Kambuh Saat Puasa)

Tarik Napas Dalam-Dalam

Saat menarik napas sedalam mungkin, kadar oksigen yang diterima oleh otak akan meningkat. Ini akan membantu kamu lebih bisa berkonsentrasi, karena oksigen ini akan memicu aktivitas dan kerja otak. Caranya, duduk atau berdiri senyaman mungkin dengan posisi tegak. Letakkan salah satu telapak tangan pada perut. Tarik napas sedalam mungkin melalui hidung, pastikan perut kamu mengembang. Setelahnya, hembuskan perlahan melalui mulut.

Tidur Siang

Cara terakhir untuk mengatasi ngantuk saat puasa adalah dengan tidur siang. Namun, jangan terlalu lama dan kebablasan ya, nanti malah pekerjaan kamu tidak selesai. Cari tempat yang nyaman dan pejamkan mata sejenak. Pasang alarm selama kurang lebih 25 menit, dan relakskan otak supaya kamu bisa tidur lebih nyaman.

 

Itu tadi enam cara mengatasi ngantuk saat puasa yang bisa kamu coba. Kalau kamu ingin tahu tips-tips kebugaran dan kesehatan tubuh lain yang berkaitan dengan puasa, download saja aplikasi Halodoc dan gunakan layanan tanya dokter. Fitur live chat akan membantu kamu terhubung langsung dengan dokter ahli. Melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa membeli obat atau cek lab tanpa perlu keluar rumah, lho!