6 Hal Ini Bantu Ginjal Pengidap Ginjal Polikistik Bekerja Lebih Lama

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
6 Hal Ini Bantu Ginjal Pengidap Ginjal Polikistik Bekerja Lebih Lama

Halodoc, Jakarta - Penyakit ginjal polikistik adalah kelainan ginjal bawaan di mana kista berisi cairan terbentuk di ginjal. Ginjal polikistik dapat merusak fungsi ginjal yang bisa berkembang menjadi kondisi gagal ginjal. Selain gagal ginjal, pengidap ginjal polikistik juga dapat mengembangkan kista di hati dan komplikasi lainnya.

Banyak orang hidup dengan ginjal polikistik selama bertahun-tahun tanpa mengalami gejala yang terkait dengan penyakit ini. Kista biasanya tumbuh sebesar 0,5 inci atau lebih besar sebelum gejalanya terlihat lebih jelas. Gejala awal yang terkait dengan ginjal polikistik dapat meliputi:

Baca Juga: Kenali Prosedur Diagnosis Ginjal Polikistik

  • Sakit atau nyeri di perut
  • Urine mengandung darah
  • Sering buang air kecil
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Batu ginjal
  • Rasa sakit atau berat di bagian belakang
  • Kulit yang mudah memar
  • Warna kulit menjadi pucat
  • Kelelahan
  • Nyeri sendi
  • Kelainan kuku.

Gejala pada anak-anak mungkin menyerupai gangguan lain. Maka dari itu, orang tua penting untuk selalu memperhatikan kondisi medis Si Kecil bila mengalami salah satu gejala yang tercantum di atas.

Penyebab Ginjal Polikistik

Penyakit ginjal polikistik umumnya diwariskan oleh keluarga dan jarang berkembang pada orang yang memiliki masalah ginjal serius lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut tiga penyebab penyakit ginjal polikistik, yakni:

1. Autosomal Dominan

Autosomal dominan menyumbang sekitar 90 persen dari kasus ginjal polikistik. Seseorang yang memiliki orang tua dengan riwayat ginjal polikistik memiliki peluang sebesar 50 persen untuk mengembangkan kondisi ini. Gejala biasanya berkembang di kemudian hari, antara usia 30–40 tahun. Namun, beberapa orang dapat mulai mengalami gejala di masa kecil.

Baca Juga: Ini 9 Komplikasi yang Disebabkan Ginjal Polikistik

2. Autosomal Resesif

Autosomal resesif juga menjadi pemicu penyakit ginjal polikistik. Namun, autosomal resesif lebih jarang terjadi ketimbang autosomal dominan. Autosomal resesif sebenarnya juga diturunkan, tapi kedua orang tua harus membawa gen untuk memicu penyakit ini.

Orang yang membawa gen ini tidak akan memiliki gejala jika mereka hanya memiliki satu gen. Jika mereka mewarisi dua gen, satu dari masing-masing orang tua, mereka baru akan mendapatkan penyakit ini. Selain itu, autosomal resesif juga terbagi atas empat jenis, yakni:

  • Bentuk perinatal yang hadir saat lahir
  • Bentuk neonatal yang terjadi dalam bulan pertama kehidupan
  • Bentuk infantil yang terjadi ketika anak berusia 3–12 bulan
  • Bentuk remaja yang terjadi setelah anak berusia 1 tahun

3. Masalah Ginjal

Penyakit ginjal polikistik juga bisa muncul meski tidak diturunkan. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi dan biasanya terjadi di kemudian hari. Ginjal polikistik biasanya berkembang pada orang yang sudah memiliki masalah ginjal lainnya, seperti pengidap gagal ginjal atau sedang menjalani dialisis.

Pencegahan Penyakit Ginjal Polikistik

Jika kamu didiagnosis mengidap penyakit ginjal polikistik dan sedang mempertimbangkan untuk memiliki anak, konselor genetik dapat membantu menilai risiko penularan penyakit tersebut kepada sang anak. Selain itu, menjaga ginjal tetap sehat mungkin dapat membantu mencegah beberapa komplikasi penyakit ini.

Salah satu cara terpenting untuk melindungi ginjal adalah dengan mengelola tekanan darah. Berikut beberapa tips untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali :

  • Minum obat tekanan darah yang diresepkan oleh dokter sesuai petunjuk.
  • Makan-makanan rendah garam, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Tanyakan kepada dokter untuk mengetahui berapa berat ideal tubuh.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur. Usahakan untuk melakukan aktivitas fisik moderat setidaknya 30 menit setiap hari dalam seminggu.
  • Batasi penggunaan alkohol.

Baca Juga: Bisakah Penyakit Ginjal Polikistik Disembuhkan?


Selain langkah pencegahan diatas, rutin melakukan cek tekanan darah juga perlu kamu lakukan. Sekarang cek tekanan darah atau cek kesehatan rutin lainnya enggak harus pergi ke klinik lho. Kamu bisa memesan jenis pemeriksaan kesehatan melalui aplikasi Halodoc. Gunakan fitur Get a Lab Check up yang ada di aplikasi Halodoc, lalu tentukan jenis dan waktu pemeriksaan. Petugas lab akan datang ke tempatmu sesuai waktu yang ditetapkan. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!