6 Hal yang Bisa Dilakukan Setelah Terdiagnosis Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
6 Hal yang Bisa Dilakukan Setelah Terdiagnosis Kanker Payudara

Halodoc, Jakarta - Coba tebak, kira-kira berapa banyaknya pengidap kanker secara global? Jangan kaget ya, menurut data dari WHO tahun 2018, terdapat pertumbuhan 627 ribu perempuan yang baru mengidap kanker payudara. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? 

Datanya bisa dilihat dari rilis Kementerian Kesehatan RI - Hari Kanker Sedunia 2019. Ternyata kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan (selain kanker lainnya seperti kanker serviks). Angka kejadiannya sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. 

Awas, jangan main-main dengan penyakit ini. Ketika memasuki stadium akhir  sel-sel abnormal ini dapat menyebar melalui kelenjar getah bening ke organ tubuh lainnya. Seram, kan? 

Berbicara kanker payudara ada satu hal yang mungkin sering dilupakan pengidap atau anggota keluarganya. Kira-kira apa yang mesti dilakukan setelah terdiagnosis kanker payudara? Jangan mengabaikan langkah ke depan yang mesti diambil. Alasanya jelas, agar pengidap kanker payudara bisa kembali menata kualitas hidupnya dengan baik. 

Baca juga: Kenali 6 Ciri Kanker Payudara

Nah, berikut ini hal yang bisa diperimbangkan atau dilakukan setelah terdiagnosis kanker payudara: 

1. Pahami Diagnosisnya

Setelah menerima hasil diagnosis dari kanker, cobalah luangkan waktu untuk melakukan riset untuk memahami apa artinya diagnosis tersebut bagi kesehatan dirimu. Cara yang paling mudah dan tepat, bertanyalah langsung pada dokter yang mendiagnosis dirimu. Selain itu, Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. 

Pahami beberapa poin di bawah ini:

  • Jenis kanker payudara. Sebagian besar jenis kanker payudara terbentuk di saluran susu (karsinoma duktus). Ada pula yang terbentuk di saluran kelenjar susu (karsinoma lobulus). Di samping itu, ada pula bentuk kanker payudara yang lebih jarang, yaitu sarkoma (jaringan ikat) atau penyakit Paget (kulit puting susu). 

  • Stadium tumor. Stadium tumor ditentukan oleh beberapa faktor, termasuk ukuran tumor. Tanyakan pula kepada dokter apakah tumor menyebar ke kelenjar getah bening atau tidak. Nantinya dokter akan memberikan stadium dari angka 0 hingga IV. 

2. Pelajari Opsi Perawatannya

Perawatan untuk mengatasi kanker payudara sangat bervariasi. Semuanya bergantung pada jenis kanker payudara dan stadium tumor. Biasanya operasi hampir selalu diperlukan, sedangkan kemoterapi dan radiasi bergantung dengan sejumlah faktor. Contohnya, bila dirimu menjalani mastektomi, kemungkinan radiasi tidak lagi diperlukan. Singkatnya, ada begitu banyak kombinasi perawatan yang berbeda. 

Tanyakan pula pada dokter, bagaimana pilihan perawatan yang diambil mengubah prognosis atau potensi komplikasi dan efek sampingnya. Jangan pula lupa untuk bertanya mengenai rencana waktu perawatan. Tujuannya jelas, untuk mengatur jadwal kerja atau kegiatan penting lainnya. 

3. Pertimbangkan Second Opinion

Mempertimbankan pendpat kedua bukanlah ide yang buruk. Second opinion ini bisa membantu untuk mengonfirmasi bahwa dirimu telah melakukan hal dan tindakan yang benar untuk mengatasi kanker payudara. Namun, pendapat kedua tidak selalu diperlukan, terutama bila diagnosis relatif mudah dan tidak rumit. Dalam beberapa kasus, pendapat kedua bisa malah bisa menunda proses pengobatan. 

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Cara Ini

4. Kenali Tim Perawatan Medisnya

Tim perawatan kanker payudara terdiri dari:

  • Ahli bedah payudara, yang mengoperasi untuk mengangkat tumor dan mengevaluasi kelenjar getah bening.

  • Ahli onkologi medis, yang bertanggung jawab atas terapi sistemik termasuk kemoterapi hingga imunoterapi.

  • Ahli onkologi radiasi, yang bertanggung jawab atas terapi radiasi agar tumor payudara tak berulang.

  • Dokter bedah plastik, yang melakukan rekonstruksi payudara setelah tumor diangkat. 

5. Tanyakan Tentang Fertility Preservation

Bila dirimu berencana untuk memiliki anak di masa mendatang dan sedang menjalani kemo, coba tanyakan opsi fertility preservation (pelestarian kesuburan). ingat, kemo bisa mengurangi kesuburan. Oleh sebab itu, amat penting menanyakan opsi ini sebelum memulai perawatan.  

6. Pahami Sistem Asuransi yang Digunakan.

Enggak sedikit orang yang finansialnya jadi kacau alias bangkrut akibat penyakit kanker. Cermatilah, perusahaan asuransi berbeda satu sama lain. Contoh kecilnya, kamu bisa kok menanyakan pada pihak rumah sakit atau asuransi obat resep apa yang ditanggung. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. 12 Things You Can Do After Getting a Breast Cancer Diagnosis.