07 February 2018

6 Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Wanita

6 Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Wanita

Halodoc, Jakarta - Bukan hanya perbedaan gender, tapi kondisi biologis dan fisiologis antara wanita dan pria juga berbeda, lho. Perbedaan ini tanpa disadari bisa memengaruhi kondisi kesehatan keduanya. Sebuah studi bahkan telah menemukan bahwa ada beberapa penyakit yang memang lebih sering dialami wanita dibandingkan pria. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor perubahan hormonal, komposisi tubuh, dan gangguan pola makan pada wanita. Lantas, apa saja penyakit yang lebih sering menyerang wanita? Intip beberapa penyakit menyerang wanita di bawah ini, yuk!

  1. Kanker Payudara

Kanker payudara memang identik dengan wanita, meskipun penyakit ini juga bisa dialami oleh pria. Wanita lebih rentan mengalami kanker payudara karena faktor hormon estrogen dan progesteron yang ada di dalam tubuh wanita, serta jaringan payudara pria yang tidak setebal wanita. Jika kamu memiliki keluhan dengan payudara, kamu bisa lho bicara dengan dokter di Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat untuk bertanya kapan saja dan dimana saja.

  1. Sindrom Kelelahan Kronis

Rasa lelah merupakan hal yang wajar dimiliki, terlebih saat kamu banyak melakukan aktivitas fisik. Tapi, pada pengidap sindrom kelelahan kronis, rasa lelah bisa muncul meskipun tanpa melakukan aktivitas apapun dan tidak hilang setelah beristirahat. Pada kondisi ini, rasa lelah juga disertai dengan gejala lain seperti nyeri otot, sakit kepala, kehilangan konsentrasi, berkurangnya daya ingat, dan insomnia. Kondisi ini lebih banyak dialami wanita, karena wanita dianggap lebih mudah mengalami stres. Faktor lain yang menyebabkan terjadinya sindrom ini adalah ketidakseimbangan hormonal, faktor psikologis, infeksi, kekebalan tubuh, serta kelainan saraf.

  1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Data menyebutkan jika wanita lebih sering terkena IMS dibandingkan pria. Ini karena lapisan Miss V lebih lembut dibandingkan Mr P, sehingga memudahkan bakteri dan virus untuk masuk ke dalamnya. Jenis IMS yang lebih sering dialami oleh wanita di antaranya adalah herpes kelamin, gonore, hepatitis C, dan HIV/AIDS.

  1. Lupus

Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh (sistem imun) yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri, atau dikenal dengan penyakit autoimun. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti mengapa penyakit lupus lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Namun, beberapa studi menduga bahwa penyakit lupus bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Gejala lupus di antaranya adalah mudah lelah, sakit kepala, rambut rontok, sakit pada persendian, demam tanpa sebab, dan bercak merah yang sensitif pada sinar matahari.

  1. Multiple Sclerosis (MS)

Multiple sclerosis (MS) atau sklerosis ganda adalah penyakit autoimun yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Sebagian besar pengidap adalah wanita, dan kebanyakan orang mengalami gejala MS pertama saat berusia 20 hingga 40 tahun. Gejala MS umumnya berupa mati rasa pada otot, kelumpuhan, dan kehilangan penglihatan.

  1. Depresi

Beberapa studi menyebutkan jika wanita lebih rentan depresi dibandingkan pria. Hal ini disebabkan karena wanita lebih banyak mengalami fluktuasi hormon yang dapat memengaruhi mood, seperti saat masa pubertas, menstruasi, melahirkan, dan menopause. Selain itu, kebiasan merenung yang dilakukan beberapa wanita juga bisa memicu terjadinya depresi.

Selain bicara dengan dokter, melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Kamu hanya tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Atau, jika kamu penasaran dengan kadar kolestrol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, kamu juga bisa cek melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah! Kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.