Bukan Cuma Iklim, Ini 6 Penyebab dari Biang Keringat

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
biang keringat, keringat terjebak di balik kulit

Halodoc, Jakarta - Biang keringat biasa terjadi pada seseorang saat suhu panas dan lembap. Kondisi ini akan mudah terjadi jika kamu tinggal atau bepergian ke negara-negara tropis atau mengenakan pakaian yang membuat kulit tidak dapat bernapas. Kondisi biang keringat akan lebih parah pada area yang tertutup. Bahkan pada beberapa kasus, orang dapat mengalami biang keringat saat musim dingin karena pakaian yang digunakan.

Pada orang dewasa, keringat yang berlebih dapat membuat pori-pori dan kelenjar keringat bekerja berlebih dan tersumbat. Keringat yang tersumbat membuat iritasi kulit dan biang keringat. Sedangkan pada anak-anak, kelenjar keringat mereka masih belum terbentuk dengan sempurna dan mudah pecah, menyebabkan keringat terperangkap di bawah kulit.

Baca juga: 5 Cara Meredakan Biang Keringat pada Anak

Di samping itu, seseorang yang memiliki berat badan berlebih juga rentan mengalami keringat berlebih. Olahraga dan bed rest yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan biang keringat. Biang keringat terjadi saat keringat terjebak di balik kulit dan tidak bisa menguap akibat kelenjar keringat tubuh yang terhambat. Sebagai akibatnya, kulit mengalami peradangan dan muncul ruam.

Berikut merupakan beberapa faktor yang dapat menghambat kelenjar keringat dalam tubuh:

  1. Iklim Tropis

Kemunculan biang keringat dapat disebabkan oleh cuaca atau suhu lingkungan yang panas dan lembap.

  1. Kepanasan

Misalnya, karena menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidur dengan selimut yang berlebihan.

  1. Aktivitas Fisik Tertentu

Olahraga atau pekerjaan yang memerlukan aktivitas fisik yang berat, sehingga menyebabkan keluarnya banyak keringat juga dapat menyebabkan terjadinya biang keringat.

  1. Kelenjar Keringat Belum Berkembang

Kasus biang keringat akan lebih mudah terjadi pada bayi, terutama pada bayi yang sedang dihangatkan dengan inkubator, memakai pakaian yang panas, atau mengalami demam. Bayi belum memiliki kelenjar keringat yang sudah berkembang sepenuhnya dan terkadang dapat membuat keringat tertahan di balik kulit.

Baca juga: Udara Bikin Gerah Bisa Sebabkan Biang Keringat

  1. Bed Rest Terlalu Lama

Inilah risiko bed rest yang terlalu lama. Hal ini biasanya dialami pada seseorang yang diwajibkan untuk beristirahat di ranjang untuk waktu yang cukup lama.

Kemunculan biang keringat ditandai dengan adanya benjolan-benjolan yang sangat kecil di pintu masuk ke kelenjar keringat. Biang keringat yang lebih lanjut mungkin memiliki derajat iritasi dan bekas luka yang lebih besar dan menimbulkan benjolan merah. Beberapa orang dengan biang keringat sangat gatal, sedangkan yang lain mungkin tidak mengalami gejala yang mengganggu.

Perlu kamu waspadai bahwa garukan yang berulang dapat menyebabkan bekas luka garukan. Lesi kulit biasanya terlihat pada daerah yang tertutup pakaian seperti dada, punggung, dan daerah yang tertekan atau tergesek pakaian.

Kamu perlu tahu bahwa setiap bagian tubuh yang mengeluarkan kelenjar keringat memiliki risiko untuk mengembangkan biang keringat. Beberapa bagian tubuh seperti wajah, leher, punggung, perut, lipatan paha, siku, dan pantat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami biang keringat.

Baca juga: Ini Alasan Anak Mudah Kena Biang Keringat

Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah biang keringat, yaitu:

  • Jaga agar tubuh tidak kepanasan, khususnya pada musim panas.

  • Gunakan sabun yang tidak membuat kulit menjadi kering dan tidak mengandung parfum.

  • Hindari menggunakan losion atau krim yang dapat menyumbat pori-pori kulit.

  • Hindari mengenakan pakaian ketat yang dapat menyebabkan kulit sulit bernapas.

Itulah penyebab munculnya biang keringat yang perlu kamu waspadai. Jika kamu mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai biang keringat, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.