6 Tanda Lewy Body Dementia di Usia 50an

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
6 Tanda Lewy Body Dementia di Usia 50an

Halodoc, Jakarta – Ketika memasuki usia senja, para lansia perlu memerhatikan kondisi kesehatan dengan lebih baik. Usia senja cukup rentan mengalami berbagai macam penyakit, salah satunya adalah lewy body dementia (LBD).

Baca juga: Kenali 7 Fakta Penting tentang Demensia

Lewy body dementia merupakan salah satu jenis dari penyakit dementia. Kondisi ini terjadi ketika adanya penumpukan protein lewy body pada sel saraf bagian otak yang memiliki fungsi untuk mengatur cara berpikir dan daya ingat seseorang. 

Penyakit lewy body dementia rentan dialami oleh seseorang yang memasuki usia lansia, berjenis kelamin laki-laki, memiliki penyakit yang berhubungan dengan ingatan, riwayat keluarga dengan dementia, dan mengalami depresi.

Seorang lansia yang mengalami lewy body dementia mengalami kondisi penurunan pada kemampuan mentalnya. Ketahui tanda dari lewy body dementia agar dapat menangani kondisi ini, yaitu:

1. Halusinasi

Halusinasi visual adalah gejala yang umumnya muncul pada awal kondisi lewy body dementia. Biasanya, pengidap lewy body dementia akan berhalusinasi melihat orang yang dikenal, sosok orang lain, hewan atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada di lokasi tersebut. Tidak hanya visual, berhalusinasi juga dapat berupa suara maupun aroma.

2. Gangguan pada Gerakan Tubuh

Gangguan pada gerakan tubuh yang dialami oleh pengidap lewy body dementia dialami dan hampir mirip dengan kondisi penyakit Parkinson. Pengidap lewy body dementia mengalami gerakan tubuh yang lebih lambat, otot yang kaku, kondisi tremor, dan perubahan pada cara jalan.

3. Gangguan Kognitif

Pengidap lewy body dementia mengalami gangguan kognitif yaitu gangguan pada ingatan seperti pengidap penyakit Alzheimer. Mereka tidak dapat fokus, sulit untuk memusatkan perhatian, dan terkadang mengalami kehilangan ingatan.

4. Gangguan Tidur

Pengidap lewy body dementia dapat mengalami gangguan tidur.

5. Sulit Fokus

Pengidap lewy body dementia mengalami kesulitan untuk fokus pada salah satu objek atau masalah. Pengidap lebih sering mengalami kebingungan, berbicara lebih ngawur, dan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk tidur siang.

6. Depresi

Terkadang pengidap lewy body dementia rentan mengalami depresi dan lebih mudah kehilangan motivasi terhadap suatu hal yang akan dilakukan.

Pemeriksaan untuk Kondisi Kesehatan

Untuk memastikan kondisi lewy body dementia, lansia perlu untuk melakukan beberapa pemeriksaan pada dokter, seperti pemeriksaan gejala yang dialami oleh setiap harinya, memberikan penilaian terhadap kemampuan mental melalui pertanyaan yang diberikan oleh dokter. 

Melakukan tes darah untuk mengetahui gejala yang disebabkan oleh penyakit lain serta scan otak untuk mendeteksi adanya penyakit dementia dan penyakit lain yang berhubungan dengan ingatan.

Terapi fisioterapi dan terapi psikologi dapat menjadi salah satu pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati lewy body dementia yang diidap oleh para lansia. Lakukan tips ini sebagai perawatan untuk pengidap lewy body dementia agar kondisi tidak semakin memburuk:

  1. Lakukan pembicaraan dengan simpel dan tegas. Jangan lupa untuk lakukan kontak mata dan sampaikan pesan secara satu persatu agar pengidap penyakit ini mengerti.

  2. Lakukan stimulasi otak dengan mengajak pengidap bermain teka-teki atau aktivitas lain yang berhubungan dengan ingatan.

  3. Jangan lupa untuk mengajak berolahraga agar fungsi tubuh tetap bisa berjalan dengan baik.

Baca juga: Beginilah Proses Terjadinya Demensia Pada Seseorang

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Tinggal bisa pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!