20 October 2017

6 Tips Menjaga Kesehatan Sendi Agar Bebas Bergerak

6 Tips Menjaga Kesehatan Sendi Agar Bebas Bergerak

Halodoc, Jakarta – Sendi adalah penghubung di antara dua tulang yang berhubungan yang memungkinkan kamu untuk menekuk lutut dan siku, membungkuk, menengok, ataupun melambaikan tangan. Bagian tubuh yang satu ini terletak di beberapa tempat, seperti di jari tangan, siku, pergelangan tangan, bahu, tulang belakang, rahang, panggul, pangkal paha, lutut, kaki, dan antara tulang dada dan tulang selangka. Sendi berperan penting untuk menghubungkan tulang agar bagian tubuh bisa bergerak dan menyokong berat tubuh. Mengingat perannya yang krusial, penting untuk menjaga sendi agar selalu sehat.

Cara menjaga kesehatan sendi berhubungan dengan banyak hal seperti pengelolaan gaya hidup, termasuk pola dan pilihan makanan, olahraga, serta menjauhi kebiasaan yang berdampak negatif. Lalu bagaimana cara menjaga kesehatan sendi agar tetap sehat hingga usia tua? Berikut panduannya yang bisa kamu pahami.

Mengonsumsi Makanan yang Baik untuk Sendi
Pastikan kamu mengonsumsi beberapa makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan sendi, seperti:

1.  Buah-buahan dan sayuran yang berwarna seperti ceri, blueberry, blackberry, delima, paprika, jeruk, tomat, dan nanas.

2.  Kurangi mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak lemak, garam, dan gula seperti soda, bir, dan bacon.

3.  Makanan kaya anti-oksidan seperti brokoli dan bok choy.

4.  Makanan kaya kalsium, asam lemak omega 3, vitamin D seperti salmon dan sardin. Kalsium juga bisa diperoleh dari susu, kedelai, dan yogurt.

5.  Makanan yang dapat mencegah atau mengurangi inflamasi (radang) seperti oatmeal, kunyit, dan kacang walnut.

Berat Badan yang Ideal
Bila kamu memiliki berat badan yang berlebihan bisa menyebabkan sendi-sendi tertentu, seperti sendi pinggul, punggung, dan lutut, menanggung beban yang lebih besar. Karena semakin berlebih bobot seseorang, maka makin tinggi risiko gangguan yang bisa timbul pada sendi. Maka dari itu memiliki berat badan yang ideal sangat penting untuk mengurangi beban kerja sendi.

Jangan Terlalu Lama Berdiam Diri, Selingi dengan Bergerak
Kebiasaan duduk diam sepanjang hari, seperti mengetik, menonton TV, ataupun berkendara, bisa menimbulkan risiko lebih tinggi mengalami gangguan sendi. Bila semakin banyak bergerak, sendi menjadi makin lentur dan terhindar dari gangguan. Setidaknya istirahatlah sejenak tiap setengah jam sekali untuk bergerak aktif seperti berjalan mengambil minum atau ke toilet untuk buang air.

Pemanasan Sebelum Olahraga
Melakukan pemanasan sebelum berolahraga penting untuk mencegah cedera sendi saat berolahraga. Pemanasan bisa dilakukan dengan menggerakkan leher, menekuk lutut ke samping, menggerakkan pundak dan lengan lalu ulangi setidaknya 3-5 kali.

Biasakan Diri untuk Berolahraga Secara Teratur
Olahraga yang berperan memacu detak jantung, seperti senam aerobik, bisa meredakan pembengkakan pada sendi. Tetapi bila kamu sedang mengalami nyeri sendi, sebaiknya melakukan olahraga lain seperti bersepeda atau berenang. Olahraga beban juga membantu membentuk otot yang menyangga sendi. Bila kamu tidak memiliki dumbel, kamu bisa menggunakan botol air satu liter yang terisi penuh sebagai pengganti. Yoga dan pilates juga baik untuk melatih keseimbangan dan kekuatan otot. Olahraga merupakan aktivitas fisik yang bila dilakukan secara rutin bisa membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Namun, bila olahraga dilakukan berlebihan, manfaat olahraga tidak bisa diperoleh. Bila otot atau sendi terasa nyeri meski setelah berhari-hari, sebaiknya beristirahatlah sejenak dari olahraga untuk memulihkan kondisi tubuh.


Selain berbagai langkah di atas, disarankan untuk segera berdiskusi dengan dokter bila kamu mengalami rasa sakit akibat gangguan sendi. Penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah tingkatan gangguan menjadi lebih parah. Kamu bisa mendiskusikan terkait masalah sendi lebih lanjut melalui aplikasi Halodoc. Apapun keluhannya, Halodoc siap menghubungkan kamu dengan dokter-dokter spesialis yang akan menjawab segala bentuk pertanyaan lewat chat, voice call, atau video call. Tunggu apa lagi? Download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

BACA JUGA: Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati