29 June 2018

6 Tips Olahraga Bagi Pengidap Jantung

olahraga pada pengidap jantung

Halodoc, Jakarta – Olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, termasuk bagi pengidap jantung. Namun, ada beberapa hal perlu diperhatikan oleh pengidap jantung sebelum berolahraga. Mulai dari kondisi fisik (seperti kebugaran tubuh dan kondisi otot), serta intensitas, durasi, dan volume olahraga yang dilakukan.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?

Berikut adalah enam tips olahraga pada pengidap jantung:

1. Berbicara dengan Dokter

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum berolahraga adalah berbicara dengan dokter. Sebab, dokter akan memberitahu kegiatan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berolahraga.

2. Pemanasan dan Pendinginan

Hal utama yang perlu dilakukan sebelum berolahraga adalah pemanas. Barulah setelah olahraga selesai, kamu bisa mengakhirinya dengan pendinginan. Lakukan selama kurang lebih 5 menit dengan gerakan yang ringan, misalnya berjalan kaki. Kedua hal ini bisa memberikan efek perlindungan pada jantung.

3. Lakukan Secara Perlahan

Mulailah olahraga dengan gerakan yang ringan untuk meminimalkan risiko cedera. Setelah kamu terbiasa, kamu bisa meningkatkan aktivitas fisik pada rutinitas keseharian. Namun, jika muncul tanda atau gejala peringatan seperti pusing, sesak napas, angina (nyeri dada), dan aritmia, sebaiknya kamu menghentikan olahraga yang sedang dilakukan.

4. Periksa Kondisi Fisik Secara Rutin

Ini termasuk melakukan pemeriksaan fisik, pemantauan denyut jantung, serta tekanan darah dan ritme (sebelum, selama, dan setelah berolahraga). Pastikan juga kamu memenuhi kebutuhan cairan selama berolahraga. Ini untuk meminimalkan risiko dehidrasi yang bisa memengaruhi kondisi kesehatanmu.

5. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Agar kondisi membaik, pastikan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat. Antara lain dengan berhenti merokok dan menghindari asap rokok. Pastikan untuk rutin berolahraga, setidaknya 30-45 menit selama 3-5 kali seminggu. Jangan lupa juga untuk selalu membawa obat yang diresepkan oleh dokter selama berolahraga untuk berjaga-jaga.

6. Hindari Mandi Air Panas

Sebisa mungkin, hindari mandi air panas setelah berolahraga. Alasannya karena mandi air panas bisa meningkatkan denyut jantung dan aritmia, yaitu masalah pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.

Olahraga untuk Pengidap Jantung

Berikut adalah beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk pengidap jantung:

  • Jalan santai dan jogging. Ini adalah olahraga ringan yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Kamu bisa melakukannya di rumah atau dimana pun kamu mau.
  • Berenang. Olahraga ini baik untuk kesehatan sendi, jantung, dan menguatkan otot-otot tubuh.
  • Yoga. Selain membuat rileks, yoga juga bisa membantu memperlambat artherosclerosis, yaitu penimbunan zat lemak pada pembuluh nadi yang sering dialami oleh pengidap jantung koroner.

Baca juga: Inilah 4 Olahraga yang Bisa Dilakukan untuk Pengidap Jantung

Meski diperbolehkan, tidak semua pengidap jantung boleh berolahraga. Misalnya, pengidap jantung iskemik, gagal jantung kongestif, pengidap jantung dengan alat pacu jantung, dan penyakit katup jantung.

Itulah enam tips olahraga pada pengidap jantung. Kalau kamu masih ragu, tanyakan saja pada dokter Halodoc. Sebab melalui Halodoc, kamu bisa bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!