26 February 2019

7 Cara Membantu Proses Penyembuhan Disleksia pada Anak

7 Cara Membantu Proses Penyembuhan Disleksia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya masalah yang bisa menimbulkan gangguan proses belajar anak, disleksia merupakan salah satu kondisi yang patut diperhatikan dengan serius. Disleksia sendiri adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan menulis, membaca, ataupun mengeja. Selain itu, pengidapnya juga akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan dan mengubahnya menjadi huruf atau kalimat.

Dalam kacamata medis, disleksia ini bisa digolongkan ke dalam gangguan saraf pada bagian otak. Tepatnya bagian yang memproses bahasa. Meski seseorang yang mengidap kondisi ini mengalami kesulitan dalam belajar, namun disleksia tak memengaruhi tingkat kecerdasan seseorang.

Baca juga: Bisakah Disleksia Terjadi pada Orang Dewasa?

Gangguan belajar ini bisa ditandai dengan berbagai macam gejala. Salah satunya, kesulitan belajar membaca, walaupun tingkat kecerdasannya normal. Anak yang mengidap kondisi ini terlihat lebih lambat dan berusaha keras dalam membaca, mempelajari huruf, mengucapkan maupun menerka huruf atau angka, serta memposisikan mainan huruf.

Selain itu, kesulitan dan memiliki kemampuan berbicara yang sangat lambat, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar berbicara. Mereka juga sering salah dalam mengucapkan kata-kata atau membedakan bunyi kata yang berbeda.

Bisa Disebabkan Banyak Hal

Sampai kini sebenarnya penyebab pasti dari gangguan belajar ini belum diketahui pasti. Tapi, diduga kondisi ini berkaitan dengan kelainan gen yang memengaruhi kinerja otak dalam membaca dan berbahasa. Di samping itu, ada juga faktor lainnya yang bisa memicu masalah ini.

  • Kelainan genetik pada gen DCD2, yang diturunkan dari anggota keluarga lain.

  • Cedera otak, misalnya saat anak dilahirkan.

  • Trauma otak yang parah, misalnya akibat kecelakaan lalu lintas.

  • Penyakit lainnya, seperti stroke.

  • Infeksi atau paparan dari alkohol, nikotin, dan NAPZA pada masa kehamilan.

Baca juga: Anak Kesulitan Menghitung, Mungkin Saja Disleksia Matematika

Membantu Anak Mengatasi Disleksia

Sebenarnya disleksia ini tak dapat disembuhkan. Tapi, ada terapi yang dapat dilakukan bertujuan untuk melatih anak agar dapat berlaku normal di masyarakat. Hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Memperbanyak waktu membaca di rumah.

  2. Mengupayakan kerjasama yang baik dengan pihak sekolah anak.

  3. Membuat suasana membaca menjadi menyenangkan.

  4. Menghindari celaan jika anak melakukan kesalahan saat membaca agar anak dapat memiliki kepercayaan diri.

  5. Membacakan buku untuk anak-anak.

  6. Mendiskusikan isi buku bersama-sama dengan anak.

  7. Memotivasi anak untuk senang membaca buku.

Yang perlu ibu ingat, Si Kecil akan akan sangat kesulitan membaca bila masalah ini enggak ditangani dengan segera. Imbasnya, kemampuannya dalam memahami pelajaran di sekolah juga akan tertinggal. Oleh sebab itu, bila mereka memperlihatkan gejala-gejala gangguan belajar ini, segeralah berdiskusi dengan dokter. Tujuannya jelas, untuk mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Gejala Disleksia pada Balita yang Harus Diperhatikan

Mau tahu lebih jauh mengenai kondisi di atas? Atau Si Kecil memiliki keluhan kesehatan lainnya? Ibu enggak perlu panik, ibu bisa kok berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!