31 May 2018

7 Dampak Kurang Tidur bagi Si Kecil

7 Dampak Kurang Tidur bagi Si Kecil

Halodoc, Jakarta – Masalah tidur enggak cuma bisa dialami oleh orang dewasa saja, lho. Anak- anak pun juga bisa mengalami gangguan tidur yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan fisik dan psikisnya. Lalu, kira-kira apa yang dampak kurang tidur pada diri mereka?

  1. Memengaruhi Kegiatan di Sekolah

Boleh percaya atau enggak, ternyata pola tidur anak amat berkaitan dengan aktivitasnya di sekolah. Ada penelitian menarik yang bisa kamu simak  dari seorang profesor di Warren Alpert Medical School of Brown University, US.  Dalam penelitian itu si profesor melakukan riset terhadap anak-anak dan remaja dengan memundurkan waktu masuk sekolah.

Hasilnya? Ternyata dengan memundurkan jam sekolah dan menambah jam tidur pada anak di pagi hari, prestasi akademik mereka semakin meningkat. Menariknya lagi, angka absen karena masalah kesehatan ikut menurun. Bahkan, angka kenakalan remaja hampir nol.

  1. Pertumbuhan Terganggu

Jangan hanya beranggapan kalau pertumbuhan badan anak hanya dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik saja. Ternyata dampak kurang tidur juga bisa memengaruhi pertumbuhan badan Si Kecil.

Kata ahli, dampak kurang tidur juga bisa mengganggu pertumbuhan tulang sehingga anak bisa memiliki postur tinggi di bawah rata-rata. Bagi balita, kondisi ini bisa mengganggu hormon pertumbuhan dan regenerasi sel-sel tubuhnya. Ujung-ujungnya, mereka bisa mudah sakit karena menurunnya kualitas sistem imun.

(Baca juga: Susah Tidur, Ini Cara Mengatasi Insomnia)

  1. Mengganggu Proses Belajar

Dampak kurang tidur juga bisa memengaruhi proses belajar karena memori-memori anak akan terganggu. Enggak cuma itu, ketika kekurangan tidur anak pun akan lebih mudah tersinggung dan hiperaktif. Kedua hal tersebut bisa membuat mereka kesulitan untuk berkonsentrasi di sekolah.

  1. Memicu Depresi

Kata ahli berdasarkan penelitian di Universitas Houston, AS, anak yang kurang tidur berisiko untuk mengalami depresi dan gangguan tidur di kemudian hari. Menurut sang peneliti, dampak kurang tidur juga bisa membuat anak jadi rewel karena timbulnya emosi negatif pada anak.

  1.  Menurunkan IQ

Bikin resahnya lagi, insomnia juga bisa menurunkan kecerdasan anak karena menurunkan fungsi kognitif. Para pakar di University of Virginia, AS, menemukan bahwa anak-anak yang menderita insomnia mengalami penurunan kecerdasan. Padahal, kata para ahli tidur bisa melindungi memori ingatan dari berbagai gangguan. Dengan kata lain, semakin cepat seorang anak tidur setelah belajar, semakin besar kemungkinan mereka untuk mengingatnya nanti.

(Baca juga: 5 Camilan Ini Bantu Tidur Lebih Nyenyak)

  1. Risiko Diabetes

Meningkatnya risiko diabetes merupakan dampak kurang tidur yang mesti diwaspadai. Ketika anak kekurangan tidur, maka penyerapan glukosa dalam tubuhnya pun enggak berjalan dengan semestinya. Menurut American Diabetes Association, anak yang kekurangan tidur selama dua jam tiap malamnya selama satu minggu, bisa memengaruhi resistensi insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, risiko obesitas karena kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.

  1. Masalah Berat Badan

Nah, yang perlu diketahui masalah obesitas itu enggak hanya dipengaruhi oleh pola makan dan kurangnya aktivitas fisik saja. Menurut studi dari John Hopkins Bloomberg School of Public Health, kurang tidur pada anak bisa menyebabkan obesitas.

Menariknya, hal yang sebaiknya juga berlaku. Kata ahli, dengan menambahkan durasi tidur selama satu jam bagi anak, berat badan akan turun sebesar sembilan persen. Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak yang kekurangan tidur, 92 persen lebih mungkin mengalami kegemukan pada saat dewasa daripada mereka yang kurang tidur.

(Baca juga: Kurang Tidur Bisa Sebabkan Gangguan Otak Pada Anak)

Kamu juga bisa lho mendiskusikan pendidikan seks anak dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!