Perhatikan, Ini 7 Tanda Keluarga yang Alami Stres

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
7-tanda-keluarga-yang-alami-stres

Halodoc, Jakarta - Sebagai orangtua, tentunya sudah mengetahui bahwa stres adalah bagian dari kehidupan. Namun, hal yang mungkin tidak orangtua sadari adalah bahwa rasa frustrasi dan stres dapat memengaruhi tingkat stres anak-anak. Jika stres menyerang, rumah yang dulu damai dan hangat kini dipenuhi dengan teriakan, kehancuran, atau malah sunyi.

Bisakah orangtua menghilangkan stres di dalam rumah sepenuhnya? Mungkin masih diragukan, tetapi ada cara untuk menguranginya. Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu beberapa tanda keluarga yang alami stres!

1. Tidak Ada Anggota Keluarga yang Tidur

Ketika tingkat stres selalu tinggi, anggota keluarga mungkin akan mengalami kesulitan tidur, bahkan insomnisa. Kurangnya tidur bisa membuat ibu dan ayah semakin jengkel, cemas, dan lebih stres. Jika ibu dan ayah merasakan ketegangan, ajaklah anak-anak untuk tidur setengah jam sebelumnya. Setelah itu, usahakanlah untuk tidur  setengah jam lebih awal juga.

2. Saling Berteriak Satu Sama Lain

Tahukah ibu dan ayah ketika tekanan sudah terasa di rumah? Karenanya, cobalah untuk lebih memperhatikan keadaan rumah dan keluarga. Stres dapat membuat seseorang berada dalam sebuah pertengkaran. Ketika pertengkaran tersebut terjadi, tidak jarang suara yang lebih tinggi pun digunakan. Oleh karena itu, cobalah untuk menurunkan volume suara dan lebih tenang dalam menghadapi perselisihan.

Baca juga: Kedekatan dengan Keluarga Tingkatkan Kualitas Kesehatan 

3. Waktu Makan Malam Keluarga Berkurang

Bisa dikatakan ini adalah tanda yang menyedihkan. Ketika ayah dan ibu sedang stres, anak yang lebih tua mungkin akan melewatkan waktu makan malam untuk menghindari orangtuanya. Untuk membuat makan malam lebih menyenangkan, cobalah menuliskan sesuatu yang positif yang mereka amati tentang anggota keluarga lain dan memasukkannya ke keranjang di tengah meja. Saat makan, tariklah dari apa yang disebut "keranjang pujian" dan bacakan pengamatan setiap anggota keluarga dengan keras. Ini dapat membantu anak-anak menantikan waktu makan, dan ini merupakan cara yang bagus untuk memberikan pujian untuk hal-hal tertentu, bahkan lebih baik daripada pujian umum.

Baca juga: Dampak Keluarga yang Tidak Harmonis pada Psikologi Anak

4. Anak-Anak Menarik Diri

Ketika stres sudah berada di tingkat yang lebih tinggi, beberapa anak mungkin akan menutup diri dari yang lain. Misalnya, anak-anak yang lebih besar mungkin mengunci diri di kamar, sementara yang lebih muda mungkin akan berhenti bermain. Jika itu terjadi, bicaralah dengan anak-anak. Biarkan percakapan tetap terbuka. 

5. Semua Anggota Keluarga Mengeluh Sakit

Stres kronis dapat berdampak pada tubuh, baik itu pada orang dewasa maupun anak-anak. Ketika itu terjadi, anak yang lebih kecil mungkin akan mengeluh tentang sakit perut dan mimpi buruk. Sementara anak yang remaja mungkin akan sering mengalami sakit kepala, dan orang dewasa biasanya merasa stres di leher, bahu, dan punggung. Jadi, tidak mengherankan ketika keluarga mengalami tekanan berlebihan, sistem kekebalan tubuh akan menurun dan peluang untuk sakit pun akan meningkat.

6. Orangtua dan Anak-Anak Berlarian

Ketika stres menyerang keluarga, biasanya anak-anak akan lebih tergesa-gesa dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Pastinya ini akan membuat suasana keluarga menjadi lebih terasa tegang dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Di antaranya adalah ketegangan otot, sakit kepala, sakit perut, dan sejumlah masalah lain.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Ada baiknya ayah dan ibu mengembalikan keseimbangan hidup dalam keluarga. Jika ibu dan ayah menemukan bahwa anak melakukan terlalu banyak kegiatan, sebaiknya tanyakan kembali apakah itu baik untuk kebaikan anak-anak.

Baca juga: Stres Kerja dapat Pengaruhi Kesehatan Secara Menyeluruh

Jika keadaan psikologis dan situasi rumah tidak tertangani, ada baiknya kamu segera meminta pertolongan psikiater atau psikolog melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot, diskusi dapat dilakukan kapan dan di mana saja melalui Chat atau Voice/Video Call. Ayo, download aplikasinya sekarang juga! 

Referensi:

Parents. Diakses pada 2019. 7 Signs Your Family Is Feeling Too Much Stress