14 March 2018

8 Cara Sederhana Turunkan Tekanan Darah

8 Cara Sederhana Turunkan Tekanan Darah

Halodoc, Jakarta – Menurunkan tekanan darah memang tidak selalu mudah untuk sebagian orang. Namun, bila kamu punya komitmen tinggi untuk menerapkan pola hidup sehat, urusan menurunkan tekanan darah bisa kok dilakukan. Enggak hanya itu, caranya pun terbilang sederhana. Mulai dari jalan kaki hingga mengurangi asupan kopi dan alkohol. Yuk, simak penjelasannya menurut para ahli berikut ini:

  1. Berjalan Kaki

Melansir Prevention, menurut penelitian, pengidap hipertensi yang rutin melakukan latihan kebugaran seperti berjalan kaki, tekanan darahnya bisa turun hampir 8mmHg. Kok bisa? Sebab olahraga membantu jantung untuk menggunakan oksigen lebih efisien, sehingga enggak perlu bekerja keras untuk memompa darah. Latihan kardio minimal 30 menit setiap hari selama satu minggu dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Bila sudah terbiasa, cobalah untuk meningkatkan kecepatan atau jaraknya agar tetap menantang.

2 Teknik Pernafasan

Berdasarkan sebuah studi dalam American Journal of Hypertension, tekanan darah bisa diatur dengan “mengeksploitasi” pengatur tekanan tubuh. Nah, teknik pernapasan adalah cara termudah dan efektif untuk mengurangi tingkat tekanan darah. Enggak cuma itu, teknik pernapasan yang teratur bisa membantu kamu mempertahankan tekanan darah. Nah, kamu bisa mempelajari teknik pernapasan lewat yoga, tai chi, atau olahraga seperti qigong.

  1. Kurangi Makan Fast Food

Ini boleh jadi termasuk cara termudah untuk menurunkan tekanan darah. Sebab makanan olahan dan makanan cepat saji banyak mengandung garam. Makanya, kamu perlu memangkas asupan sup kalengan, pizza, keripik, dan makanan ringan lainnya. Makanan berlabel low fat pun perlu kamu waspadai karena kandungan garam dan gulanya cukup tinggi. Selain mengurangi makanan itu, kamu juga bisa menurunkan tekanan darah melalui buah-buahan.

  1. Kurangi Berat Badan

Seperti dilansir Healthline, bila kamu masuk ke dalam kategori obesitas, sebaiknya kamu perlu memangkas berat badan sebanyak 5-10 pounds (2,2 – 4,5 kilogram) agar tekanan darah ikut menurun. Menurut penelitian, mengurangi berat badan juga dapat mengurangi tekanan darah rata-rata 3,2-4,5 mmHg. Menariknya lagi, mengurangi berat badan juga bisa menurunkan risiko penyakit obestitas dan lainnya.

  1. Konsumsi Cokelat Hitam

Menurut studi dar Harvard Medical School, konsumsi satu potong cokelat hitam dengan kandungan kakao 60-70 persen, bisa membantu menurunkan tekanan darah. Alasannya karena kandungan flavonoid di dalamnya bisa memperlebar pembuluh darah sehingga otomatis menurunkan tekanan darah.

  1. Kurangi Karbohidrat Olahan dan Gula

Banyak penelitian menunjukkan, membatasi gula dan karbohidrat olahan bisa membantu kamu untuk menurunkan berat badan dan tekanan darah. Sebuah penelitian di tahun 2010 pernah membandingkan diet rendah karbohidrat dengan diet rendah lemak. Kedua diet itu memang bisa menurunkan berat badan, tapi diet rendah karbohidrat jauh lebih baik dalam hal menurunkan tekanan darah. Angkanya, bisa mencapai 4,5-5,9 mmHg. Sedangkan diet redah lemak yang disertai obat diet hanya mampu menurunkan tekanan darah sebanyak 0,4-1,5 mmHg.  

(Baca Juga: Pertolongan Pertama Saat Tekanan Darah Melonjak)

  1. Berhenti Merokok

Menurut ahli jantung dari AS, sekaligus juru bicara American Hearth Association, perokok adalah kelompok yang paling berisiko tinggi mengidap hipertensi. Sebab kandungan tembakau dan nikotin di dalamnya bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah. Meski rokok bukanlah penyebab tunggal dari hipertensi kronis, tetapi berhenti merokok bisa menurunkan sedikit tekanan darah. Enggak cuma itu, berhenti merokok juga bermanfaat bagi kesehatan secara menyeluruh.

  1. Kurangi Alkohol dan Kopi

Bila dikonsumsi secara berlebihan, kedua minuman ini bisa meningkatkan tekanan darah sekaligus memicu masalah kesehatan lainnya. Bagi orang yang sangat sensitif pada kafein, minum kopi bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.

Nah, mau tahu lebih jauh mengenai cara menurunkan tekanan darah? Kamu bisa lho menghubungi dokter menggunakan aplikasi Halodoc dan bicara melalui Video/Voice Call dan Chat untuk berdiskusi mengenai masalah ini. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.