07 March 2018

8 Kesalahan Penerapan Diet yang Sering Dilakukan

8 Kesalahan Penerapan Diet yang Sering Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Mau diet tapi jadinya makin gemuk, mau diet ujung-ujungnya sakit, waduh! Jangan-jangan kamu melakukan kesalahan saat menerapkan diet. Penelitian dari Department of Nutrition at Harvard School of Public Health mengatakan kualitas makanan sangat menentukan kestabilan berat badan yang sehat.

Asupan kalori harian penting, justru mengabaikannya malah membuat kamu lemas dan kurang energi saat beraktivitas. Jadilah, beberapa efek yang tidak diinginkan seperti sakit, badan lemas, berat badan meningkat dan lain-lain. Apakah kamu mengalami hal yang sama? Coba cari tahu 7 kesalahan saat diet yang sering dilakukan dan tidak disadari berikut ini, ya! (Baca juga Ingin Sehat, Harus Jadi Vegetarian?)

  1. Tidak Sarapan Pagi

Sarapan tidak hanya memberikan energi tetapi juga meningkatkan konsentrasi dan semangat sepanjang hari. Saat bangun pagi, kamu membutuhkan asupan gula untuk membuat otot dan otak bekerja. Sarapan ibarat mengisi baterai tubuh untuk melakukan aktivitas.

  1. Tidak Makan Nasi tetapi Cookies

Kondisi ini sama saja, malah sebenarnya kamu jauh lebih membutuhkan nasi ketimbang cookies. Makanan manis hanya akan merangsang kamu untuk menambah asupan makan. Ini salah satu kesalahan saat diet yang sering dilakukan.

  1. Terlalu Banyak Olahraga

Kamu terlalu keras terhadap diri sendiri dengan memaksakan untuk melakukan olahraga. Apalagi jika ini sesuatu yang baru untuk tubuh kamu. Kamu tidak bisa mengharapkan tubuh bisa beradaptasi dengan latihan treadmill selama dua jam, sedangkan satu jam saja tidak sanggup. Pelan-pelan saja, tingkatkan intensitas latihan secara bertahap. Jangan buat tubuh terkejut yang mengakibatkan badan drop dan malah sakit, ya.

  1. Makanan Sehat

Raw food, makanan yang tidak digoreng, buah, sayuran organik, apapun itu yang melabeli dengan embel-embel sehat, tidak akan membantu kamu menurunkan berat badan kalau kamu tetap mengonsumsi makanan “berat” lainnya.

  1. Cheating Day yang Benar-benar “Cheating”

Kamu menerapkan cheating day dalam sesi diet kamu tetapi tidak mengontrol asupannya. Kalau sampai kebablasan, maka sia-sialah diet ketat yang kamu terapkan seminggu penuh. Ibaratnya kamu memenuhi kalori dan lemak yang dipotong selama seminggu penuh dalam sehari.

  1. Makan Saat Lapar Banget

Makan saat lapar akan membuat kamu makan melebihi porsi yang seharusnya. Makanya, jika mau diet berhasil, makan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, ya. Jangan melewatkan jam makan karena belum ada rasa lapar. Ini akan membuat pencernaan dan sistem metabolisme tubuh tidak memiliki jam kerja yang pasti dan membuat sistem tubuh tidak bekerja ideal.

  1. Kurang Tidur

Menyebabkan tubuh tetap terjaga meski di waktu seharusnya istirahat. Hal ini membuat kamu membutuhkan asupan makanan supaya badan tetap berenergi. Ketika lelah, tubuh otomatis meminta makanan bergula ataupun berlemak, ini terjadi secara natural. Nah, wajar saja kalau dietmu gagal terus, kalau kamu tidak memiliki jam istirahat yang pasti.

  1. “Salah” Gaul

Kalau ini lebih ke lingkungan sosial dimana kamu sering menghabiskan waktu. Seberapa besar usahamu untuk diet, kalau lingkunganmu tidak mendukung agak susah juga, ya. Kecuali kalau kamu termasuk tipe orang yang teguh hati dan tidak gampang terprovokasi. Untuk tetap setia dan tidak mangkir pada jadwal yang ditetapkan memang butuh niat yang independen.

Punya pertanyaan yang belum terjawab seputar diet dan nutrisi yang tepat untumu seperti apa, tanyakan langsung saja ke Halodoc. Melalui fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc kamu bisa mendiskusikan apa saja dan punya pilihan untuk ngobrol lewat Video/Voice Call atau Chat. Tinggal download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.