Kenali 8 Tanda Gastroenteritis Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
gastroenteritis, muntaber

Halodoc, Jakarta - Gastroenteritis merupakan penyakit yang mudah menular melalui air. Kenali tanda-tanda gastroenteritis berikut untuk menghindari terjadinya penyakit ini!

Baca juga: Ini Perbedaan Diare dan Muntaber

Gastroenteritis, Peradangan pada Saluran Pencernaan

Gastroenteritis, atau yang lebih dikenal dengan muntaber merupakan peradangan pada saluran pencernaan. Biasanya, organ yang terkena peradangan adalah usus besar, usus kecil, dan lambung. Muntaber sendiri dapat ditularkan melalui virus atau bakteri yang kemudian menimbulkan infeksi usus dengan gejala diare cair, mual, muntah, serta kram perut.

Kenali Tanda Gastroenteritis untuk Menghindari Penyakit Ini

Gejala utama dari penyakit ini adalah diare, mual, dan muntah. Selain diare, mual dan muntah, gejala dapat disertai dengan:

  1. Sakit kepala.

  2. Demam.

  3. Perut kembung.

  4. Sering merasa kelelahan.

  5. Menggigil.

  6. Penurunan nafsu makan yang akan berakibat turunnya berat badan.

  7. Sakit perut yang disertai dengan kram perut.

  8. Badan pegal-pegal.

Tanda-tanda tersebut biasanya terjadi setelah 1-3 hari terinfeksi. Gejala ini dapat berlangsung selama 2-3 hari, bahkan hingga satu minggu.

Baca juga: Mirip Gejalanya, Ini Perbedaan Gastroenteritis dan Diare

Penyebab Terjadinya Gastroenteritis

Muntaber merupakan kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Infeksi ini biasanya menyebar melalui minuman atau makanan yang telah terkontaminasi. Norovirus dan Rotavirus merupakan infeksi virus yang sering menyebabkan gastroenteritis. Sedangkan E. coli dan Salmonella merupakan bakteri yang sering menyebabkan gastroenteritis. Bakteri ini biasanya sering ditemukan pada daging mentah atau telur yang telah terkontaminasi.

Selain virus dan bakteri. Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini, antara lain:

  • Anak-anak dan orang lanjut usia lebih rentan mengalami kondisi ini karena keduanya memiliki sistem imun yang rendah.

  • Orang yang mengidap beberapa penyakit yang menyebabkan melemahnya sistem imun, seperti HIV/AIDS dan orang yang sedang menjalani kemoterapi.

  • Orang yang tinggal di daerah dengan akses air bersih yang minim. Dengan minimnya akses air bersih, otomatis lingkungan ini memiliki sanitasi air yang tidak memenuhi standar. Akibatnya, risiko mengalami muntaber akan semakin tinggi.

Upaya Pencegahan Penyakit Muntaber

Beberapa upaya yang dapat kamu lakukan guna mencegah terjadinya gastroenteritis ini, antara lain:

  • Berikan vaksin rotavirus kepada anak-anak sejak usia dua bulan untuk menghindari rotavirus, yaitu virus penyebab muntaber.

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik untuk melindungi diri dari virus dan bakteri.

  • Jangan mengonsumsi makanan mentah atau makanan setengah matang untuk menghindari adanya virus dan bakteri yang masuk ke dalam perut.

  • Sebelum mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, cuci terlebih dulu dengan air yang mengalir. Gunakan sabun jika diperlukan.

  • Konsumsi minuman di dalam kemasan, untuk menghindari adanya virus dan bakteri yang menempel pada air.

  • Jangan mengonsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin. Karena bisa jadi air yang digunakan untuk membuat es batu adalah air mentah yang sudah terkontaminasi.

Baca juga: Enggak Selalu Lalat, Ini Penyebab Terjadinya Muntaber

Gastroenteritis yang tidak ditangani dengan baik akan bertambah parah dan dapat menyebabkan komplikasi berbahaya, salah satunya dehidrasi. Dehidrasi parah akibat gastroenteritis bahkan dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Untuk itu, segera tangani jika dehidrasi yang muncul ditandai dengan urine berwarna kuning pekat, mulut kering, pusing, linglung, dan mual.

Untuk hasil yang maksimal, lakukan pemeriksaan jika menemukan gejala pada muntaber guna mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah. Untuk lebih jelasnya tentang penyakit ini, kamu bisa berdiskusi langsung dengan memilih rumah sakit di Halodoc. Penanganan yang tepat dapat mencegah terjadinya komplikasi berbahaya. Untuk itu,  download aplikasinya segera!