9 Kondisi yang Dilarang Melakukan Kateterisasi Jantung

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
9 Kondisi yang Dilarang Melakukan Kateterisasi Jantung

Halodoc, Jakarta – Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang cukup penting sehingga kesehatannya perlu dijaga. Banyak gangguan kesehatan yang dapat dialami seseorang pada bagian jantung, seperti gagal jantung, serangan jantung atau penyakit katup jantung. Beberapa penyakit yang menyerang jantung memiliki risiko yang cukup berbahaya untuk kesehatan.

Baca juga: Inilah Cara Melakukan Kateterisasi Jantung

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung, yaitu dengan melakukan gaya hidup sehat dan pemeriksaan pada jantung. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah kateterisasi jantung.

Ketahui Aturan Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung adalah prosedur pemeriksaan medis untuk mendeteksi gangguan atau kelainan pada jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan alat bantu kateter yang berupa selang tipis dan panjang yang dimasukkan menuju jantung melalui pembuluh darah. 

Umumnya, pemeriksaan jantung dengan kateterisasi jantung merupakan pemeriksaan yang perlu dijalankan oleh seseorang yang memiliki beberapa indikasi terhadap gangguan pada jantung. Kateterisasi jantung dapat dilakukan sebagai pencegahan maupun pengobatan terhadap gangguan pada jantung.

Kateterisasi jantung dapat dilakukan untuk mengevaluasi aliran darah dan oksigen di berbagai bagian jantung dalam tubuh. Selain itu, melakukan kateterisasi jantung dokter dapat menilai seberapa baik kerja jantung dalam memompa darah yang akan dialirkan ke seluruh tubuh.

Baca juga: Kenapa Kateterisasi Jantung dan Otak Dilakukan?

Seseorang yang pernah mengalami serangan jantung dan memiliki penyakit jantung koroner disarankan untuk melakukan pemeriksaan kateterisasi jantung agar kondisi yang dialami bisa diatasi dengan baik. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak dapat melakukan pemeriksaan jantung melalui kateterisasi jantung, seperti:

  • Gagal ginjal akut;
  • Mengalami gangguan pembekuan darah;
  • Memiliki penyakit stroke;
  • Memiliki riwayat terhadap cairan kontras yang digunakan pada pemeriksaan kateterisasi jantung;
  • Memiliki penyakit aritmia;
  • Memiliki kondisi hipertensi yang tidak dapat terkontrol;
  • Memiliki penyakit anemia;
  • Gangguan elektrolit;
  • Sedang mengalami kondisi infeksi tertentu.

 

Pasien dengan beberapa kondisi tersebut akan dilakukan pengobatan untuk mengatasi beberapa kondisi tersebut. Setelah kondisi pasien dinyatakan baik untuk melakukan kateterisasi jantung, tentu pemeriksaan ini dapat dilakukan.

Tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini pada rumah sakit terdekat agar kondisi kesehatan yang dialami dapat segera diatasi. Kini membuat janji di rumah sakit bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Halodoc. Jadi, tidak perlu mengantre lagi, ya!

Kateterisasi Jantung Dapat Dilakukan Sebagai Pengobatan

Selain untuk menunjang pemeriksaan kesehatan jantung, kateterisasi jantung dapat dilakukan sebagai pengobatan beberapa gangguan pada jantung. Proses kateterisasi jantung dapat dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada katup jantung dan menggantinya dengan katup jantung buatan.

Tidak hanya itu, adanya lubang pada jantung akibat kelainan jantung bawaan dapat diatasi dengan proses kateterisasi jantung. Pasien yang mengalami aritmia juga bisa dilakukan pengobatan dengan kateterisasi jantung. Kondisi pengobatan tentu dilakukan dengan saran dokter agar penyakit yang dialami dapat segera diatasi.

Baca juga: Bukan Cuma Nyeri, Kateterisasi Jantung Dilakukan Karena Ini

Proses kateterisasi jantung yang dijalankan jarang menimbulkan efek samping. Namun, ada beberapa risiko yang mungkin dialami oleh pasien yang melakukan proses kateterisasi jantung, seperti mengalami perdarahan, memar, infeksi, dan kerusakan ginjal.

Jangan lupa untuk melakukan persiapan yang diperlukan sebelum melakukan proses kateterisasi jantung, seperti melakukan puasa beberapa jam sebelum melakukan proses kateterisasi jantung dan memberikan informasi pada dokter mengenai alergi obat atau penggunaan obat yang sedang dijalankan oleh pasien yang akan melakukan kateterisasi jantung.

Referensi:
National Heart, Lung and Blood Institute. Diakses pada 2019. Cardiac Catheterization
Healthline. Diakses pada 2019. Cardiac Catheterization
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cardiac Catheterization