Ad Placeholder Image

Ada Benjolan di Bawah Telinga: Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 April 2026

Ada Benjolan di Bawah Telinga: Tak Bahaya atau Perlu Cek?

Ada Benjolan di Bawah Telinga: Apakah Berbahaya?Ada Benjolan di Bawah Telinga: Apakah Berbahaya?

Benjolan di bawah telinga dapat menimbulkan kekhawatiran, meskipun seringkali tidak berbahaya. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh respons alami tubuh terhadap infeksi atau kondisi kulit tertentu. Penting untuk memahami berbagai penyebab dan gejala penyerta agar dapat menentukan kapan diperlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Secara umum, benjolan di bawah telinga seringkali berasal dari pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi, kista berisi cairan atau lemak, atau kondisi kulit lainnya. Meskipun kebanyakan bersifat jinak, beberapa gejala tertentu memerlukan perhatian dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Definisi Benjolan di Bawah Telinga

Benjolan di bawah telinga adalah massa atau gumpalan yang terasa di area sekitar rahang bawah, tepat di bawah cuping telinga, atau di belakang telinga. Ukurannya bisa bervariasi, dari sekecil kacang polong hingga lebih besar. Benjolan ini bisa terasa lunak atau keras, bergerak saat disentuh, atau tetap pada posisinya.

Karakteristik benjolan seperti nyeri, kemerahan, atau adanya demam dapat menjadi petunjuk penting mengenai penyebab yang mendasarinya. Lokasi spesifik dan tekstur benjolan juga membantu dokter dalam menentukan diagnosis awal.

Penyebab Umum Benjolan di Bawah Telinga

Berbagai faktor dapat memicu munculnya benjolan di bawah telinga. Sebagian besar penyebabnya adalah kondisi yang tidak serius dan dapat sembuh dengan sendirinya atau melalui penanganan sederhana.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)

Ini adalah penyebab paling umum dari benjolan di bawah telinga. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi menyaring zat berbahaya. Mereka membengkak sebagai respons terhadap infeksi, seperti pilek, flu, radang tenggorokan, atau infeksi telinga. Pembengkakan ini menandakan kelenjar sedang aktif melawan infeksi.

Kista

Kista adalah kantung berisi cairan, udara, atau bahan lainnya yang dapat terbentuk di bawah kulit. Dua jenis kista yang sering muncul di area ini adalah:

  • Kista Ateroma: Terbentuk ketika saluran kelenjar minyak di kulit tersumbat, menyebabkan penumpukan sel kulit mati dan minyak. Benjolan ini biasanya bergerak, tidak nyeri, dan berukuran kecil.
  • Kista Dermoid: Kista yang terbentuk sejak lahir, mengandung jaringan kulit, rambut, atau kelenjar minyak. Umumnya tidak berbahaya dan dapat muncul di mana saja, termasuk di bawah telinga.

Gondongan

Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak di bawah dan di depan telinga. Infeksi ini menyebabkan pembengkakan yang nyeri di satu atau kedua sisi wajah, seringkali disertai demam, sakit kepala, dan kelelahan.

Bisul

Bisul adalah benjolan merah, nyeri, dan berisi nanah yang terbentuk akibat infeksi bakteri pada folikel rambut atau kelenjar minyak. Bisul dapat muncul di mana saja, termasuk di area sekitar telinga, dan biasanya terasa panas serta membesar seiring waktu.

Keloid

Keloid adalah pertumbuhan jaringan parut yang berlebihan setelah cedera kulit, seperti tindik telinga, luka bakar, atau bekas operasi. Benjolan ini berwarna lebih gelap dari kulit sekitar, bisa terasa gatal, dan seringkali lebih besar dari luka aslinya.

Gejala Penyerta yang Perlu Diwaspadai

Meskipun sebagian besar benjolan tidak berbahaya, beberapa gejala dapat menunjukkan kondisi yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis segera:

  • Benjolan terasa keras dan tidak bergerak.
  • Ukuran benjolan membesar dengan cepat.
  • Benjolan terasa nyeri hebat.
  • Disertai demam tinggi atau berkeringat di malam hari.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kulit di sekitar benjolan mengalami perubahan warna atau tekstur.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.

Kapan Harus ke Dokter?

Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika benjolan di bawah telinga tidak kunjung hilang dalam beberapa minggu, atau jika disertai dengan gejala yang mencurigakan. Pemeriksaan oleh dokter akan membantu menegakkan diagnosis yang akurat dan menentukan penanganan yang tepat.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik, meraba benjolan, dan menanyakan riwayat kesehatan. Terkadang, tes tambahan seperti tes darah, USG, atau biopsi mungkin diperlukan untuk memastikan penyebab benjolan.

Penanganan Benjolan di Bawah Telinga

Penanganan benjolan di bawah telinga sangat bergantung pada penyebabnya. Untuk pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi ringan, istirahat cukup, kompres hangat, dan obat pereda nyeri non-resep seringkali sudah memadai. Infeksi bakteri mungkin memerlukan antibiotik, sementara infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya.

Kista yang tidak menimbulkan gejala biasanya tidak memerlukan penanganan khusus, namun jika membesar atau terinfeksi, dokter mungkin merekomendasikan drainase atau pengangkatan melalui operasi kecil. Bisul dapat ditangani dengan kompres hangat, antibiotik, atau drainase jika diperlukan. Keloid dapat diobati dengan injeksi kortikosteroid, laser, atau pembedahan.

Pencegahan

Beberapa upaya pencegahan dapat membantu mengurangi risiko munculnya benjolan di bawah telinga, terutama yang disebabkan oleh infeksi. Menjaga kebersihan diri, mencuci tangan secara teratur, dan menghindari kontak dengan individu yang sakit dapat mencegah infeksi virus dan bakteri.

Selain itu, hindari menindik telinga di tempat yang tidak steril dan pastikan perawatan luka yang baik untuk mencegah infeksi dan pembentukan keloid.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Benjolan di bawah telinga adalah keluhan umum yang memiliki beragam penyebab, sebagian besar bersifat jinak. Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap gejala tertentu seperti nyeri, pembesaran cepat, atau demam sangat penting. Deteksi dini dan diagnosis yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.

Jika mengalami benjolan di bawah telinga yang mencurigakan atau menimbulkan kekhawatiran, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi menyeluruh. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan penanganan yang sesuai dengan kondisi.