28 May 2018

Agar Lebih Dekat, Kenali Tanda Anak sedang Ingin Didengarkan

Agar Lebih Dekat, Kenali Tanda Anak sedang Ingin Didengarkan

Halodoc, Jakarta – Seiring berjalannya waktu, kamu mungkin menyadari bahwa ada hal-hal yang mulai berubah pada Si Kecil. Misalnya, anak mulai terasa menjauh dan sulit diajak berkomunikasi. Wah, kira-kira kenapa ya?

Bagi sebagian orangtua, hal itu mungkin akan terasa biasa saja, apalagi masa remaja adalah waktu di mana anak mulai mencari jati diri. Hal itu membuat orangtua merasa perlu memberi anak kebebasan. Namun hati-hati, terkadang ada beberapa tanda yang sering diabaikan para orangtua, lho. Ada masa di mana sebenarnya anak sangat membutuhkan kehadiran sosok orangtua.

(Baca juga: Yuk, Lakukan 5 Aktivitas Ini untuk Bonding dengan Si Kecil)

Diam adalah salah satu tanda yang paling sering ditunjukkan anak. Biasanya, mereka akan memilih untuk diam alih-alih merengek. Alasannya bermacam-macam, ada yang memilih diam karena merasa orangtua tidak mengindahkan usaha anak memancing perhatian orangtua. Atau mungkin juga karena berharap orangtua akan peka dan mengetahui apa yang ingin ia sampaikan. Sayangnya, diam pada anak sering disalah artikan sebagai tanda anak sakit, marah, atau tak ingin diganggu.

Membiarkan anak berlarut sendiri dalam diam bisa memicu terjadinya depresi, karena masalah yang tak tertangani. Nah, kalau orangtua mulai merasa perubahan anak mencurigakan, cobalah untuk mengajaknya berbicara dan dengarkan apa yang ingin ia sampaikan.

Seringnya, orangtua malah tersulut emosi dan memarahi anak. Padahal, lagi-lagi hal itu malah bisa memicu efek samping negatif, hingga membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap orangtua, sehingga enggan bercerita. Jadi, sangat penting bagi para orangtua untuk selalu hadir dan mendampingi setiap pertumbuhan anak. Terutama saat ia sedang membutuhkan seorang pendengar.

(Baca juga: Anak Tidak Akrab dengan Ayah, Bisa Jadi Ini Penyebabnya)

Yang Terjadi saat orangtua tidak Mendengarkan Anak

Proses mendengarkan nyatanya sangat penting untuk meningkatkan hubungan antara orangtua dan anak. Tak dapat dimungkiri, sang buah hati tetap membutuhkan bimbingan dalam menyelesaikan masalah apalagi jika ia belum memiliki pengalaman sama sekali.

Kebiasaan tidak mendengarkan apa yang ingin disampaikan anak bisa mengubahnya menjadi pribadi yang tertutup, biasa menyimpan masalah sendiri, hingga sulit bergaul. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuatnya rentan terhadap stres karena terbiasa memendam masalah.

Nah, peran orangtua sangat dibutuhkan untuk menghindari hal tersebut. Lantas, apa saja sih manfaat dari mendengarkan cerita anak?

 

  • Anak Merasa Dihargai

 

Orangtua yang bisa mendengarkan cerita anak akan membuat Si Kecil merasa dihargai. Ia juga tidak akan merasa sendiri dan hal ini akan membuat anak merasa berharga. Meski kamu mungkin tidak suka atau tidak setuju terhadap hal yang disampaikannya, cobalah untuk mendengarkan ceritanya tanpa menghakimi. Sikap menghakimi justru akan membuat anak makin enggan untuk bercerita kepada orangtua.

 

  • Perasaan Aman

 

Saat Si Kecil bisa menyampaikan segala hal pada orangtua, ia akan cenderung merasa aman. Nah, sesibuk apapun, sebaiknya orangtua menyempatkan waktu untuk dihabiskan dengan anak dan mendengarkan ia bercerita.

 

  • Memantau Perkembangan

 

Ibu dan ayah juga akan bisa memantau perkembangan dan keseharian anak dengan lewat cerita-cerita yang ia sampaikan. Misalnya, kamu bisa mengetahui apakah ia memiliki masalah di sekolah atau dalam pergaulan. Hal ini bisa membantu menghindarkan anak dari kemungkinan bullying.

(Baca juga: 5 Tips bagi Orangtua saat Anak jadi Korban Bullying)

Kamu juga bisa mengetahui dan memantau kondisi kesehatan anak. Jika Si Kecil sakit, kamu tidak perlu panik. Segera hubungi dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan saran dan tips menjaga kesehatan keluarga dari dokter terpercaya. Ayo, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!