08 May 2018

Akibat Olahraga Berlebihan untuk Jantung

Akibat Olahraga Berlebihan untuk Jantung

Halodoc, Jakarta — Dua penelitian memperlihatkan akibat olahraga berlebihan yang negatif untuk kesehatan jantungmu. Seperti apa olahraga yang berlebihan? Apa kamu olahraga secara berlebihan? Kamu bisa hubungi dokter dan tanyakan langsung apakah rutinitas olahragamu berlebihan atau tidak. Supaya lebih gampang bicara dengan dokter, download aplikasi Halodoc, yuk! Temukan fitur tanya jawab dengan dokter, pesan antar obat dan cek lab di aplikasi Halodoc! Aplikasi ini bisa kamu download di Google Play atau App Store.

Nah, sekarang simak yuk akibat olahraga berlebihan bagi jantung!

Satu dari dua penelitian di atas dilakukan oleh ilmuwan dari Jerman. Mereka menemukan bahwa akibat olahraga berlebihan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko kematian yang disebabkan oleh serangan jantung atau stroke untuk orang-orang yang memiliki penyakit jantung.

Para ilmuwan menganalisis frekuensi dan intensitasi aktivitas fisik dan kemampuan bertahan hidup lebih dari 1000 orang yang memiliki penyakit jantung koroner selama sepuluh tahun. Semua partisipan yang kebanyakan berumur enam puluh, telah mengikuti banyak program rehabilitasi penyakit jantung untuk membantu mereka berolahraga secara rutin dan menghindari serangan jantung berikutnya atau stroke.

Program ini menyarankan agar pengidap penyakit jantung melakukan aerobik selama 30-60 menit dengan intensitas normal minimal lima kali dalam seminggu. Penelitian menunjukkan bahwa partisipan yang tidak terlalu aktif memiliki risiko dua kali lipat untuk terkena serangan jantung atau stroke dibandingkan dengan mereka yang aktif. Selain itu, ditemukan juga bahwa partisipan beraktivitas lebih dari waktu yang disarankan juga dua kali lebih berisiko mengalami serangan jantung.

Penelitian lainnya yang berasal dari Swedia dipublikasikan di jurnal online Heart. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang melakukan latihan ketahanan tubuh selama lebih dari lima jam setiap minggunya memiliki risiko lebih tinggi dalam pembentukan ritme detak jantung yang tidak stabil di hari tuanya.

Dua studi ini mendukung sebuah penelitian yang belum lama ini dipublikasikan ke publik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak muda yang sering berlari maraton lebih berisiko untuk menggunakan alat bantu berjalan di masa tuanya. Penemuan baru ini mengindikasikan bahwa olahraga berlebihan tidak menghasilkan sesuatu yang baik.