Aktivitas Seksual Sebabkan Parafimosis, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Aktivitas Seksual Sebabkan Parafimosis, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Di Indonesia, kegiatan sunat menjadi tradisi budaya yang terus dilakukan oleh masyarakat. Selain menjalankan tradisi budaya, sunat bagi kaum pria memiliki banyak manfaat, salah satunya menghindarkan pria dari penyakit parafimosis.

Baca juga: Tidak Disunat Sebabkan Parafimosis, Ini Alasannya

Parafimosis adalah gangguan yang terjadi pada Mr. P ketika kulup Mr. P tidak dapat ditarik kembali ke bagian kepala Mr. P. Hal ini menyebabkan kulup Mr. P membengkak dan tersangkut. Jika dibiarkan, kondisi ini menghambat peredaran aliran darah yang menuju Mr. P. Umumnya, kondisi ini terjadi pada pria yang tidak menjalani sunat.

Lalu, apakah aktivitas seksual yang terlalu kuat menyebabkan seorang pria mengalami kondisi parafimosis? Berhubungan intim bukan menjadi penyebab seorang pria mengalami parafimosis. Setelah melakukan hubungan intim, sebaiknya segera membersihkan Mr. P agar kesehatan tetap terjaga. Selalu letakkan kulit Mr. P kembali pada posisi semula setelah ditarik ke belakang untuk dibersihkan. Kebiasaan ini bisa mencegah penyakit parafimosis.

Ketahui penyebab dari penyakit parafimosis agar para pria terhindar dari penyakit parafimosis. Meskipun berbahaya, penyakit parafimosis merupakan penyakit yang jarang terjadi. Selain karena lupa memposisikan kulup Mr. P pada posisi semula, kondisi lain menyebabkan parafimosis seperti mengalami cedera pada sekitar alat kelamin, mengidap infeksi, terlalu kuat menarik kulup, kondisi kulup yang lebih ketat, dan menggunakan kateter dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Ketahui Ini Gejala yang Terjadi ketika Terkena Parafimosis

Gejala Parafimosis

Umumnya gejala yang muncul akibat penyakit parafimosis adalah pembengkakan dan rasa nyeri pada bagian Mr. P. Selain itu, aliran darah yang tidak mengalir dengan baik pada bagian Mr. P menyebabkan perubahan warna pada ujung Mr. P menjadi merah keunguan bahkan kebiruan.

Segera tangani gejala dan kondisi parafimosis, karena jika dibiarkan kondisi ini menyebabkan komplikasi kesehatan pada pria, seperti infeksi pada Mr. P, kerusakan pada ujung Mr. P, jaringan bagian Mr. P yang mati sehingga diperlukan amputasi pada bagian ujung Mr. P.

Pengobatan dan Pencegahan Parafimosis

Ketika seseorang dipastikan mengalami kondisi parafimosis, kondisi penyakit menentukan proses pengobatan yang dilakukan oleh dokter. Parafimosis yang diketahui sejak dini dapat diatasi dengan cara, yaitu:

  1. Mengompres bagian yang bengkak menggunakan es yang dilapisi handuk lembut.

  2. Membungkus bagian Mr. P yang mengalami pembengkakan dengan perban.

  3. Mengeluarkan darah atau nanah yang terdapat pada Mr. P

  4. Pemberian obat untuk mencegah pembengkakan pada bagian Mr.P

Jika kondisi parafimosis sudah dalam tingkat yang cukup parah, pengobatan yang dilakukan lebih rumit dibandingkan kondisi parafimosis yang masih ringan. Kulup disayat untuk mengurangi tekanan dan pembengkakan pada Mr. P namun sebelum proses ini dilakukan dokter membius pasien agar pengobatan ini berjalan nyaman.

Sebaiknya, bersihkan bagian kulup secara perlahan dengan air hangat untuk pencegahan penyakit ini. Selain itu, pada bayi laki-laki hindari penggunaan bedak pada bagian kelamin karena memicu iritasi yang mengakibatkan parafimosis.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai penyakit parafimosis. Kamu bisa gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Begini Cara Pencegahan Parafimosis yang Perlu Diketahui