Alami Keracunan Makanan, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Alami Keracunan Makanan, Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Halodoc, Jakarta - Keracunan makanan bukanlah sebuah masalah kesehatan yang langka. Pasalnya, kondisi ini menjadi salah satu masalah yang kerap membuat banyak orang mesti berkunjung ke rumah sakit setiap tahunnya. Enggak percaya? 

Di Amerika Serikat saja, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 19.000 orang harus masuk rumah sakit akibat keracunan makanan. Kebanyakan kasus disebabkan oleh bakteri salmonella yang memengaruhi saluran usus, sehingga menyebabkan masalah serius.

Ingat, jangan sekali-kali menganggap remeh keracunan makanan, sebab bisa saja kondisi ini berujung serius. Lantas, bagaimana sih pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan? 

Baca juga: Hindari Keracunan Makanan karena Salah Simpan

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan

Yang perlu digarisbawahi, cara mengatasi keracunan makanan disesuaikan dengan penyebabnya. Alasannya simpel, beda kuman penyebab, beda pula cara mengobatinya. Nah, berikut ini beberapa upaya yang bisa kita lakukan sebagai pertolongan pertama dalam kasus keracunan makanan: 

  • Perbanyak istirahat.

  • Perbanyak asupan cairan tubuh (air putih) untuk mencegah dehidrasi karena diare atau muntah.

  • Konsumsi minuman oralit bila dianggap perlu. 

  • Buang air kecil secara berkala.

  • Bila muntah, tundukan kepala agar cairan muntah tak masuk ke saluran pernapasan. 

  • Konsumsi obat antidiare atau karbon aktif untuk memadatkan feses dan menyerap caun yang ada di dalam usus.

  • Bila tak ada tablet karbon aktif, berikan susu untuk mengingat racun dalam saluran pencernaan, dan merangsang pengidapnya untuk muntah agar racun bisa keluar dari tubuh. Akan tetapi, bila mengalami diare atau alergi laktosa atau susu, hindari tindakan ini. 

  • Sebaiknya jangan memberikan obat antimuntah. Hanya berikan ketika mengalami dehidrasi parah. 

  • Terapkan pola hidup sehat, dan jaga kebersihan diri. 

  • Konsumsi makanan yang padat, misalnya sereal kering secara perlahan sampai bisa kembali mengonsumsi makanan seperti biasa.

Bila pengidap keracunan makanan memiliki kondisi tertentu, seperti diabetes, berusia lanjut, ataupun memiliki sistem imun yang rendah, bisa mengonsumsi antibiotik untuk pencegahan terjadinya infeksi. Akan tetapi, untuk mengonsumsi ini harus berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter. 

Baca juga: Atasi Keracunan Makanan dengan Tips Ini

Gejala Tak Kunjung Membaik? 

Pada dasarnya kasus keracunan makanan biasanya tak memerlukan penanganan khusus. Gejala biasanya akan hilang dalam beberapa hari.  Akan tetapi, bila pengidapnya kehilangan cairan begitu banyak karena diare dan muntah, perlu mendapatkan asupan cairan tambahan melalui infus.

Kasus keracunan makanan yang berat yang disebabkan oleh bakteri. Dalam kasus ini biasanya akan membutuhkan tambahan antibiotik untuk mengeliminasi penyebab dari keracunan makanan.

Penanganan sementara di rumah dapat dilakukan dengan menambah asupan cairan dan elektrolit. Asupan cairan dan elektrolit dapat mengganti cairan tubuh yang hilang karena diare dan muntah. Menghindari makanan yang mengiritasi lambung,seperti kopi, alkohol, makanan pedas, dan berlemak dapat digunakan untuk mengurangi keluhan yang dirasakan pengidap.

Ingat, bila pertolongan pertama tak bisa mengurangi gejala keracunan makanan, segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?