14 March 2018

Alasan di Balik Si Kecil yang Sering Mengompol

Alasan di Balik Si Kecil yang Sering Mengompol

Halodoc, Jakarta – Mengapa anak sering mengompol? Alasannya bisa satu dan lain hal. Di negara Amerika Serikat saja, setidaknya 20 persen siswa kelas 1 SD mengalami masalah ini. Sekitar 4 persen diantaranya ngompol sedikitnya dua kali seminggu. Nah, daripada memarahi, sebagai orangtua alangkah lebih baik untuk menasehati Si Kecil dan membantunya agar ia belajar untuk tidak mengompol lagi.

Sebenarnya ada banyak faktor yang membuat anak sering mengompol. Seperti sering buang air kecil di malam hari, infeksi dan sembelit yang menyebabkan berkurangnya kapasitas kandung kemih di waktu malam, atau terbangun di malam hari. Selain itu, kurang minum juga bisa menjadi biang keladinya. Misalnya, Si Kecil tidak cukup minum pada jam sekolah hingga sore hari. Karena sangat haus, barulah ia banyak minum di malam hari untuk memenuhi kebutuhan cairannya.

Bisa Jadi Sampai Dewasa

Kira-kira mana yang lebih sering mengompol, anak laki-laki atau perempuan? Nah, menurut penelitian di King Abdulaziz University yang dipublikasikan pada jurnal Child Abuse and Neglect (2015), sekitar 15 persen anak di dunia mengompol, kebanyakan anak laki-laki. Masalahnya, ketika anak mengompol, sepertiga orangtua justru langsung memarahinya.

Padahal, hal ini tidak memecahkan masalahnya. Justru anak malah menjadi sering mengompol, bahkan depresi. Oleh sebab itu, tidak heran kalau ahli di The American Academy of Peditarics menyarankan agar orangtua tidak menghukum anak karena mengompol.

Kebiasaan mengompol ini sebenanya perlu diwaspadai orangtua. Pasalnya, kebiasaan ini bisa berlangsung hingga dewasa. Menurut peneliti dalam Journal of Urology (2017) ketika anak sering mengalami ayang-ayangan (kondisi ingin buang air kecil terus-menerus) sejak kecil, bisa berhubungan dengan keluhan beser saat dirinya dewasa kelak.

Nah, meskipun hubungan sebab-akibat keduanya belum dapat disimpulkan, tapi sebuah penelitian menemukan kalau seringnya buang air kecil di malam hari pada masa kanak-kanak, punya kaitan yang erat dengan hal yang sama pada dewasa.


Faktor Pemicu Mengompol

Lalu, mengapa anak sering mengompol? Dalam buku How to Shape Your Kids Better, banyak peneliti mengaitkan mengompol dengan hal di bawah ini:

  1. Meskipun jarang, Si Kecil yang sudah enggak mengompol, tiba-tiba mengompol lagi ketika adiknya lahir. Hal ini lebih disebabkan karena si adik menggantikan dia menjadi pusat perhatian.
  2. Masalah mengompol juga dianggap sebagai kasus reaksi balas dendam. Umumnya berkaitan dengan Ibu yang bawel dan sering menghukum. Bisa juga karena ia marah kepada orangtuanya dan ingin menuntut balas.
  3. Salah mendidik anak atau Si Kecil kurang terlatih untuk buang air kecil. Hal ini bisa jadi karena Ibu melindungi anak secara berlebihan dan Ibu enggak tahu cara yang benar untuk melatih anaknya buang air kecil di toilet. Alhasil, Si Kecil enggak terampil mengendalikan pengosongan kandung kemihnya.
  4. Suasana keluarga yang kacau bisa menimbulkan kecemasan yang menekan dan sikap bermusuhan. Selain itu, ada juga masalah-masalah emosional yang menyebabkan anak menjadi sering mengompol.

Selain keempat faktor di atas, ada juga ahli yang mengaitkan mengompol dengan beberapa kondisi medis tertentu, seperti:

  1. Epilepsi.
  2. Gangguan saraf kandung kemih.
  3. Infeksi kandung kemih.
  4. Diabetes insipidus (kelainan karena kurangnya hormon pengendali kencing).
  5. Obat-obatan untuk depresi, gangguan jiwa, dan epilepsi.
  6. Gangguan pernapasan saat tidur.
  7. Sembelit.
  8. Kencing manis.
  9. Sumbatan saluran kemih.
  10. Stres psikis dan kekerasan seksual.

Nah, sudah tahu alasan mengapa anak sering mengompol? Kalau orangtua ingin tahu lebih jauh mengenai masalah ini, bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai kondisi pada anak tersebut. Mudah dan praktis kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.